Pasar Asia Anjlok Dipicu Ketegangan Iran-Israel
JAKARTA, investortrust.id - Pasar Asia-Pasifik dilanda aksi jual ketika dunia menunggu tanggapan Israel terhadap serangan udara Iran pada akhir pekan. Sebagian besar pasar utama di Asia kehilangan sekitar 2%.
Baca Juga
Pasar Asia-Pasifik Jatuh di Tengah Meningkatnya Ketegangan Israel-Iran
Data Biro Statistik Nasional China, yang dirilis Selasa (16/04/2024), menyebutkan perekonomian Tiongkok tumbuh 5,3% kuartal pertama dibandingkan dengan tahun lalu. Lebih cepat dari pertumbuhan 4,6% yang diperkirakan oleh para ekonom yang disurvei oleh Reuters.
Dikutip dari CNBC, Kospi Korea Selatan memimpin kerugian di kawasan ini, anjlok 2,37%, dan saham berkapitalisasi kecil Kosdaq juga turun 2,24%.
Nikkei 225 Jepang anjlok 2,19%, sedangkan Topix berbasis luas turun 2,11%. Sebelumnya, yen melewati level 154 terhadap dolar AS, level terlemah sejak Juni 1990.
Di Australia, S&P/ASX 200 melemah 2,05%.
Indeks Hang Seng Hong Kong turun 1,93%, sedangkan CSI 300 turun 1,18% setelah pengumuman PDB.
Di AS, saham-saham melemah pada hari Senin karena kenaikan imbal hasil dan kekhawatiran atas konflik di Timur Tengah membayangi kuatnya pendapatan Goldman Sachs dan data penjualan ritel yang panas.
Dow Jones Industrial Average kehilangan 0,65%, menandai penurunan hari keenam berturut-turut, penurunan beruntun yang belum pernah terjadi sejak bulan Juni.
S&P 500 tergelincir 1,2% meskipun diperdagangkan naik sebanyak 0,88% di awal sesi. Nasdaq Composite anjlok 1,79% karena Salesforce dan saham teknologi lainnya anjlok.
Acuan bunga yang lebih tinggi juga meredam pergerakan pasar, dengan imbal hasil Treasury 10-tahun naik di atas level penting 4,6% di sesi tersebut dan mencapai titik tertinggi sejak pertengahan November.
Baca Juga
S&P 500 dan Nasdaq Ambles 1% Lebih, Pasar Tunggu Perkembangan Konflik Iran-Israel

