Mata Uang Iran Anjlok ke Rekor Terendah terhadap Dolar setelah Serangan ke Israel
JAKARTA, investortrust.id - Mata uang Iran, rial, sempat anjlok ke rekor terendah terhadap dolar AS di pasar tidak resmi, setelah Teheran melancarkan serangan rudal dan drone secara besar-besaran ke Israel pada Sabtu malam, yang memperburuk ketegangan di Timur Tengah.
Baca Juga
Nilai tukar mata uang Iran sempat terperosok ke level 705.000 rial/USD di pasar terbuka sekitar pukul 10.30 waktu setempat pada hari Minggu, menurut data dari situs pemantauan valuta asing Bonbast. Namun, pada Senin, nilai mata uang Iran berada pada posisi 66.000 rial/USD menurut situs itu.
Pemerintah menetapkan nilai tukar resmi sebesar 42.000 rial/USD pada tahun 2018.
Penurunan nilai rial terjadi beberapa jam setelah Iran mengerahkan serangan drone dan rudal besar-besaran terhadap Israel pada Sabtu malam, sebagai tanggapan atas dugaan serangan Israel yang menewaskan beberapa komandan penting Iran di Damaskus awal bulan ini.
Israel mengatakan pihaknya mengidentifikasi 300 “ancaman dari berbagai jenis” dan menghilangkan “99%” dari ancaman yang menuju tanah Israel sebagai bagian dari serangan hari Sabtu, yang digambarkan oleh pemimpin sekutu AS Joe Biden sebagai “belum pernah terjadi sebelumnya” dan “kurang ajar.”
Perkembangan ini menandai serangan langsung pertama terhadap Israel dari wilayah Iran, dan Teheran kini menghadapi risiko terkena pembatasan perdagangan dan diplomatik lebih lanjut.
Rial Iran sudah menghadapi tekanan dari inflasi yang sangat tinggi yang dipicu oleh sanksi AS yang diterapkan pada masa pemerintahan Donald Trump, yang juga telah mengurangi penjualan beberapa ekspor utama Teheran – minyak mentah dan produk minyak.
Baca Juga
CORE: Serangan Iran ke Israel akan Pengaruhi Harga Minyak Dunia

