Tragis! Sedikitnya 68 Orang Tewas dalam Kecelakaan Kereta Cepat di Spanyol
Poin Penting
|
MADRID, investortrust.id - Sedikitnya 68 orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam kecelakaan yang melibatkan dua kereta di Spanyol bagian tengah, Rabu pagi waktu setempat. Tabrakan terjadi ketika kereta yang melaju dari Madrid menuju Sevilla menabrak kereta lain yang berhenti di jalur rel. Benturan keras menyebabkan sejumlah gerbong terlempar hingga jatuh ke lereng.
Baca Juga
Pesawat Angkut Militer Airbus Pertama untuk TNI AU Terbang Perdana di Spanyol
Sejumlah media melaporkan, tabrakan terjadi tak lama setelah pukul 09.00 waktu setempat, sekitar 140 kilometer di selatan Madrid.
Menteri Transportasi Spanyol Óscar Puente mengatakan gangguan sistem komputer yang diikuti kesalahan manusia diduga menyebabkan kecelakaan tersebut. Tragedi ini menjadi salah satu kecelakaan kereta terburuk dalam sejarah modern Eropa dan bencana kereta paling mematikan di Spanyol sejak 2013.
Kereta yang berhenti di jalur tersebut dioperasikan perusahaan swasta Iryo dan membawa 147 penumpang. Menurut Puente, kereta itu berhenti akibat gangguan sistem komputer.
Dalam kondisi normal, kegagalan sistem akan ditangani pusat kendali yang beroperasi selama 24 jam di Madrid. Namun, pusat kendali tersebut mengambil keputusan yang disebut Puente sebagai sesuatu yang sulit dijelaskan, yakni memerintahkan kereta kembali bergerak tanpa pembatasan kecepatan.
Iryo menyebut keretanya ditabrak dari belakang oleh kereta lain yang dioperasikan perusahaan kereta api milik negara, Renfe. Kereta Renfe tersebut membawa 397 penumpang.
Kerasnya benturan membuat penumpang terlempar, terjebak di antara kursi, dan berusaha memecahkan jendela untuk menyelamatkan diri. Sejumlah gerbong keluar dari jalur dan jatuh ke lereng, sementara salah satu gerbong dilaporkan terbakar.
Penumpang Berjuang Menyelamatkan Diri
Salvador Arriza, 62 tahun, yang berada di kereta Renfe, menggambarkan benturan itu sangat dahsyat.
Ia mengatakan kepada Reuters bahwa para penumpang mulai memecahkan jendela untuk keluar dari gerbong. Sebagian korban tidak dapat bergerak karena terjepit di antara kursi dan reruntuhan.
Kesaksian serupa disampaikan Tangui Binier, 22 tahun, penumpang kereta Iryo. “Koper beterbangan dan penumpang berteriak ketika kereta akhirnya berhenti,” ujarnya kepada BBC.
Asap tebal dan kebingungan menyelimuti lokasi kejadian. Saat keluar dari kereta, Binier melihat gerbong yang terbalik sepenuhnya.
Ia juga menceritakan bahwa ayahnya membantu mengevakuasi seorang anak perempuan yang mengalami patah tulang pinggul. Binier mengaku melihat korban meninggal dan orang-orang yang mengalami kehilangan anggota tubuh.
“Saya tidak tahu apakah saya akan pernah pulih dari kejadian ini,” katanya.
Jurnalis Spanyol Antonio Jiménez Barca dari surat kabar El País juga berada di kereta Renfe ketika kecelakaan terjadi. Ia sedang berjalan menuju gerbong kafetaria ketika merasakan tubuhnya terdorong dari belakang hingga terjatuh.
Barca mengalami luka di kepala dan tubuhnya berlumuran darah. Ia mengatakan sejumlah penumpang lain menimpanya, termasuk korban dengan cedera pada lengan dan kepala.
Penumpang lain, Sebastián Herrero, 46 tahun, mengatakan kepada surat kabar El Mundo bahwa ia melihat banyak orang mengalami patah hidung dan patah lengan. Ia menggambarkan dirinya terlempar ke udara selama sekitar empat hingga lima detik, yang terasa sangat lama.
Petugas penyelamat mengerahkan puluhan ambulans ke lokasi kecelakaan. Helikopter juga digunakan untuk mengevakuasi korban dengan luka paling serius.
Penjaga Sipil Spanyol menyatakan sampel DNA dari keluarga mungkin diperlukan untuk mengidentifikasi sebagian korban.
Usut Penyebab Kecelakaan
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez mengunjungi lokasi kecelakaan dan menyampaikan belasungkawa kepada para korban serta keluarga mereka.
Baca Juga
“Seluruh Spanyol sedang berduka,” kata Sánchez. Ia menambahkan bahwa banyak kehidupan telah hancur, keluarga tercerai-berai, dan penderitaan yang ditimbulkan sangat besar.
Sánchez membatalkan seluruh agenda publiknya pada Rabu, termasuk kegiatan kampanye menjelang pemilihan parlemen bulan depan. Sejumlah politikus Spanyol lainnya juga membatalkan agenda mereka.
Perdana menteri menegaskan bahwa dua kecelakaan kereta serius dalam satu tahun merupakan keadaan yang tidak dapat diterima. Ia berjanji mengusut penyebab tragedi tersebut dan memastikan apakah terdapat unsur kelalaian.
Jika ditemukan kegagalan sistem keselamatan, pemerintah berjanji menanganinya secara tegas.
Kecelakaan ini terjadi setelah Spanyol dilanda tragedi kereta lainnya di dekat Córdoba pada Januari yang menewaskan 46 orang. Kecelakaan Januari tersebut terjadi di jalur yang sama, tetapi lebih jauh ke selatan.
Bencana kereta paling mematikan sebelumnya terjadi pada 2013 di pinggiran Santiago de Compostela, Spanyol barat laut, ketika 80 orang meninggal dunia.
Pemimpin Partai Rakyat yang menjadi oposisi utama, Alberto Núñez Feijóo, menuntut transparansi mengenai kondisi infrastruktur transportasi negara tersebut.
Sementara itu, serikat pekerja Spanyol CSIF mendesak Menteri Transportasi mengundurkan diri. Serikat tersebut menuduh pemerintah menjadikan petugas pengatur lalu lintas sebagai kambing hitam dengan menekankan kesalahan manusia di ruang kendali, alih-alih mengambil tanggung jawab atas kemungkinan kegagalan sistemik.
Penyelidikan akan menjadi penentu untuk mengetahui apakah kecelakaan disebabkan oleh kegagalan teknologi, keputusan operasional, kelemahan prosedur keselamatan, atau kombinasi sejumlah faktor.
