Waduh! Trump Buka Opsi AS Ikut Perang Melawan Houthi di Yaman
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mempertimbangkan kemungkinan melibatkan militer AS dalam perang melawan kelompok Houthi di Yaman setelah serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai sekitar 300 lainnya.
Trump menyebut serangan tersebut sebagai peristiwa yang mengerikan. Ia juga mengatakan akan segera berbicara dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman untuk membahas perkembangan situasi tersebut.
“Kami mungkin saja melakukannya. Kami akan mengkajinya. Kami baru saja mengetahui tentang serangan terbaru ini, jadi kami akan mengambil keputusan. Kami akan bertindak sangat cepat,” kata Trump dilansir dari Al Jazeera, Minggu (11/10/2026).
Otoritas Arab Saudi menyatakan serangan pada Sabtu tersebut menewaskan 12 orang dan melukai sekitar 300 orang. Para korban tewas terdiri atas empat warga Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Yordania, Palestina, Suriah, Sudan, dan Mesir.
Baca Juga
Harga Minyak Turun, G7 Lepas Cadangan 100 Juta Barel di Tengah Ancaman Serangan Saudi ke Houthi
Serangan tersebut dilaporkan sebagai insiden paling mematikan di Arab Saudi dalam lebih dari satu dekade. Otoritas Saudi menuduh kelompok Houthi sebagai pelaku serangan berulang terhadap bandara tersebut.
Senator AS Marco Rubio turut mengecam serangan itu. Ia menyatakan seorang warga negara AS termasuk di antara korban tewas dan menyerukan penghentian serangan terhadap Arab Saudi.
“Kami berdiri bersama Kerajaan Arab Saudi dan rakyatnya, serta menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga mereka,” tulis Rubio melalui platform X.
Kecaman Internasional
Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Yaman Hans Grundberg menyebut serangan terhadap bandara sipil di Arab Saudi sebagai eskalasi serius. Menurutnya, serangan semacam itu mengancam keamanan kawasan dan memperumit upaya mencapai perdamaian di Yaman.
Kementerian Luar Negeri Mesir juga mengecam serangan tersebut. Pemerintah Mesir menilai tindakan itu melanggar hukum internasional dan mengabaikan keselamatan warga sipil.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Qatar menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Arab Saudi dan ancaman bagi keselamatan warga sipil serta penerbangan. Qatar menyatakan solidaritas kepada Riyadh dan mendukung langkah-langkah sah untuk menjaga keamanan wilayah kerajaan tersebut.
Baca Juga
Houthi Berebut Pegunungan Strategis Yaman, Ribuan Warga Mengungsi ke Djibouti
Kementerian Luar Negeri Palestina turut menyampaikan solidaritas kepada Arab Saudi dan mendukung upaya negara itu melindungi kedaulatan serta keselamatan penduduknya. Kedutaan Besar Jepang di Arab Saudi juga mengecam serangan berulang yang dilakukan Houthi dan menegaskan bahwa serangan terhadap warga sipil tidak dapat ditoleransi.
Serangan tersebut terjadi di tengah konflik berkepanjangan di Yaman antara kelompok Houthi dan pasukan yang mendukung pemerintah yang diakui secara internasional. Houthi merupakan kelompok yang didukung Iran.
Arab Saudi sebelumnya melancarkan kampanye serangan udara untuk mendukung pasukan pemerintah Yaman dalam menghadapi Houthi. Perkembangan terbaru ini berpotensi meningkatkan ketegangan regional, terutama jika AS memutuskan untuk kembali terlibat dalam operasi militer terhadap kelompok tersebut.
