Ukraina Serang Terminal Minyak Rusia, Usai Trump-Putin Sepakat soal Pasokan Solar Dunia
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- Militer Ukraina melancarkan serangan udara yang menyasar terminal minyak dan fasilitas jembatan kereta api di wilayah Rostov-on-Don, Rusia, pada Sabtu, (10/10/2026) dini hari waktu setempat.
Menurut laporan Astra yang dikutip UAWire.org, serangan drone tersebut terjadi sebelum gubernur menyampaikan bahwa sistem pertahanan udara Rusia telah menembak jatuh lebih dari 50 pesawat nirawak sejak Jumat (9/10/2026) malam.
Meski demikian, hantaman drone tetap mengenai sejumlah bangunan tempat tinggal, hingga menyebabkan enam orang warga mengalami luka-luka.
Otoritas setempat juga membenarkan munculnya kobaran api akibat insiden tersebut, walau tidak merinci lokasi persis dari titik-titik kebakaran yang terjadi.
Hasil analisis intelijen berbasis sumber terbuka (OSINT) yang dilakukan oleh Astra mengindikasikan bahwa target utama dari serangan tersebut adalah Terminal Minyak Novoshakhtinsk di Rostov-on-Don.
Baca Juga
Trump-Putin Sepakat, Rusia Bakal Pasok Lebih dari 4 Juta Ton Solar ke Pasar Global
Fasilitas energi strategis ini memiliki peran penting karena kerap dimanfaatkan untuk kegiatan ekspor produk-produk minyak sekaligus menjadi jalur pasokan energi bagi pasukan militer Rusia. Berdasarkan data operasionalnya, terminal minyak ini memiliki kapasitas desain yang dilaporkan mencapai sekitar 2,5 juta ton per tahun.
Selain menyasar fasilitas pengolahan minyak, serangan militer Ukraina tersebut juga menghantam infrastruktur jembatan kereta api di Rostov hingga mengalami kerusakan. Akibat kerusakan pada jembatan tersebut, otoritas setempat terpaksa menghentikan sementara seluruh aktivitas dan lalu lintas kereta api di kawasan tersebut untuk penanganan lebih lanjut.
Serangan berskala besar ini terjadi di tengah dinamika politik global pascamantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mencapai kesepakatan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Perjanjian tersebut mengatur pengiriman bahan bakar solar asal Rusia untuk memenuhi pasar AS dan pasar global. Di bawah kesepakatan tersebut, Rusia dijadwalkan segera menyalurkan lebih dari 300.000 ton bahan bakar solar ke Amerika Serikat serta beberapa negara lainnya, dilanjutkan dengan pengiriman tahap berikutnya sebanyak 500.000 ton pada bulan November, serta pasokan tambahan sebesar 1 juta ton yang akan menyusul dalam waktu dekat.
