Selamat Jalan Ibu Siti Hasmah, Cinta Sejati Mahathir Selama 70 Tahun
Poin Penting
|
KUALA LUMPUR, Investortrust.id — Kisah cinta panjang yang melintasi tujuh dekade itu akhirnya dipisahkan oleh maut. Tun Dr. Siti Hasmah Mohamad Ali, istri mantan Perdana Menteri Malaysia Tun Dr. Mahathir Mohamad, dikabarkan meninggal dunia pada Senin (28/09/2026), dalam usia 100 tahun. Perempuan yang hampir sepanjang hidupnya mendampingi salah satu tokoh politik paling berpengaruh di Asia itu mengembuskan napas terakhir di Institut Jantung Negara (IJN), Kuala Lumpur.
Kepergian Siti Hasmah menjadi kehilangan mendalam bagi Mahathir yang kini berusia 101 tahun. Pria kelahiran Alor Setar, Kedah, pada 10 Juli 1925 itu telah menjalani kehidupan rumah tangga bersama Siti Hasmah sejak 1956. Selama 70 tahun, keduanya berbagi perjalanan hidup, membesarkan anak-anak, menghadapi berbagai pergolakan politik, serta melewati masa kejayaan dan kemunduran kekuasaan.
Siti Hasmah bukan sekadar istri seorang perdana menteri. Ia adalah seorang dokter, pejuang kesehatan masyarakat, ibu bagi tujuh anak, dan pendamping setia Mahathir ketika suaminya memimpin Malaysia selama lebih dari dua dekade, kemudian kembali ke tampuk kekuasaan pada usia lanjut.
Bagi Mahathir, kehilangan Siti Hasmah berarti kehilangan perempuan yang telah mendampinginya sejak jauh sebelum ia menjadi pemimpin Malaysia. Ketika jabatan datang dan pergi, ketika sekutu politik berubah menjadi lawan, dan ketika kekuasaan akhirnya berakhir, Siti Hasmah tetap berada di sisinya.
Menurut laporan kantor berita nasional Malaysia, Bernama, yang diterbitkan pada Senin (28/09/2026) pukul 10.25 waktu setempat, kabar meninggalnya Siti Hasmah dikonfirmasi langsung oleh putranya, Tan Sri Mokhzani Mahathir. Media Malaysia Utusan Malaysia melaporkan bahwa almarhumah meninggal pada pukul 09.20 waktu Malaysia, atau 08.20 WIB.
Jenazah Siti Hasmah kemudian dibawa dari Institut Jantung Negara menuju kediaman keluarga di The Mines, Seri Kembangan, Selangor, pada pukul 10.48 waktu setempat. Sejumlah anggota keluarga, termasuk Marina Mahathir, Mokhzani Mahathir, dan Mukhriz Mahathir, terlihat mendampingi proses pemulangan jenazah tersebut.
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan belasungkawa atas kepergian Siti Hasmah. Anwar mengumumkan bahwa pemerintah akan memberikan penghormatan melalui pemakaman kenegaraan. Ia juga menginstruksikan pejabat tinggi pemerintahan dan Angkatan Bersenjata Malaysia membantu penyelenggaraan prosesi tersebut. Penghormatan ini mencerminkan pengakuan negara terhadap pengabdian Siti Hasmah, bukan hanya sebagai pendamping perdana menteri, melainkan juga sebagai tokoh kesehatan dan kemanusiaan.
Baca Juga
Mahathir Minta PM Anwar Ibrahim Tak Undang Trump di KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur
Cinta yang Bersemi di Bangku Kuliah
Kisah Mahathir dan Siti Hasmah bermula jauh sebelum Malaysia mencapai kemerdekaan pada 1957. Keduanya bertemu ketika menempuh pendidikan kedokteran di King Edward VII College of Medicine, Singapura, pada akhir 1940-an. Mereka sama-sama memiliki ketertarikan terhadap ilmu kedokteran dan pelayanan masyarakat.
Pertemuan sebagai sesama mahasiswa kedokteran itu berkembang menjadi hubungan yang semakin dekat. Siti Hasmah, yang lahir di Klang, Selangor, pada 12 Juli 1926, dikenal sebagai perempuan terpelajar pada masa ketika kesempatan perempuan Melayu untuk menempuh pendidikan tinggi masih sangat terbatas.
Setelah menyelesaikan pendidikan kedokteran, keduanya menikah pada Agustus 1956. Mahathir ketika itu berusia 31 tahun, sedangkan Siti Hasmah berusia 30 tahun. Mereka kemudian menetap di Alor Setar, Kedah, dan menjalani kehidupan sebagai pasangan dokter sebelum Mahathir semakin aktif dalam politik.
Pernikahan itu bertahan hingga 70 tahun. Pada 5 Agustus 2026, keduanya merayakan ulang tahun perkawinan ke-70, sebuah pencapaian yang semakin istimewa karena masing-masing telah melewati usia satu abad.
Hanya sekitar tujuh minggu setelah perayaan tersebut, Siti Hasmah meninggal dunia.
Pada Agustus 2026, Mahathir dan Siti Hasmah bahkan memperoleh tiga pengakuan rekor berkaitan dengan usia panjang mereka. Mahathir diakui ASEAN Records sebagai mantan perdana menteri tertua yang masih hidup, sementara Siti Hasmah memperoleh pengakuan sebagai pasangan mantan perdana menteri tertua yang masih hidup. Keduanya juga mendapatkan pengakuan ASIA Records sebagai pasangan mantan kepala pemerintahan yang sama-sama mencapai usia 100 tahun.
Tujuh Anak, Empat Kandung dan Tiga Angkat
Dari perkawinan panjang tersebut, Mahathir dan Siti Hasmah membesarkan tujuh anak, terdiri atas empat anak kandung dan tiga anak angkat. Keempat anak kandung mereka adalah Marina Mahathir, Mirzan Mahathir, Mokhzani Mahathir, dan Mukhriz Mahathir. Sementara itu, tiga anak angkat mereka adalah Melinda, Maizura, dan Mazhar.
Marina dikenal sebagai penulis dan aktivis sosial yang aktif memperjuangkan berbagai persoalan kemasyarakatan. Mirzan dan Mokhzani menekuni dunia bisnis, sedangkan Mukhriz mengikuti jejak ayahnya dalam politik dan pernah menjabat Menteri Besar Kedah.
Meskipun Mahathir merupakan salah satu tokoh politik paling terkenal di Malaysia, kehidupan keluarga tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Siti Hasmah menjalankan peran sebagai ibu sekaligus menjaga kehidupan keluarga ketika Mahathir menghadapi tuntutan politik dan pemerintahan.
Apakah Mahathir mempunyai istri lain? Sepanjang catatan biografi publik yang tersedia, Siti Hasmah merupakan satu-satunya istri Mahathir yang diketahui. Tidak ditemukan informasi tepercaya yang menunjukkan bahwa Mahathir pernah menikah dengan perempuan lain selama perkawinannya dengan Siti Hasmah.
Keduanya dikenal sebagai pasangan yang mempertahankan perkawinan monogami selama tujuh dekade. Di tengah perjalanan politik Mahathir yang penuh perubahan, kehidupan rumah tangga mereka relatif jauh dari pemberitaan mengenai persoalan perkawinan.
Dokter Perempuan Pelopor Kesehatan Malaysia
Di luar kehidupan rumah tangganya, Siti Hasmah mempunyai perjalanan profesional yang penting dalam sejarah kesehatan Malaysia. Ia termasuk generasi awal dokter perempuan Melayu yang memperoleh pendidikan kedokteran modern.
Setelah lulus pada 1955, Siti Hasmah menjalani pendidikan praktik kedokteran di General Hospital Kuala Lumpur. Seusai menikah, ia pindah ke Alor Setar dan bekerja sebagai tenaga medis di rumah sakit setempat.
Ketika masih aktif sebagai dokter, Siti Hasmah terlibat dalam berbagai program kesehatan masyarakat, khususnya pelayanan bagi penduduk pedesaan, kesehatan ibu dan anak, serta pendidikan kesehatan keluarga.
Pada 1965, ia menjadi perempuan pertama yang diangkat sebagai Medical Officer pada Departemen Kesehatan Ibu dan Anak. Pada 1974, ia kembali mencatat pencapaian sebagai perempuan pertama yang menjabat pejabat kesehatan ibu dan anak tingkat negara bagian.
Ketika Mahathir menjadi perdana menteri pada 1981, Siti Hasmah memperoleh ruang lebih luas untuk memperjuangkan persoalan kesehatan masyarakat. Ia memberikan perhatian terhadap kesehatan perempuan, pelayanan anak, keluarga berencana, dan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Namun, kiprahnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Latar belakang sebagai dokter membuat Siti Hasmah memahami persoalan kesehatan masyarakat dari pengalaman profesionalnya sendiri. Ia menjadi contoh perempuan yang mampu menggabungkan tanggung jawab keluarga, profesi, dan pengabdian sosial.
Baca Juga
Mahathir Mohamad, Mantan PM Malaysia Genap Berusia Seabad Hari Ini
Rahasia Panjang Umur
Salah satu hal menarik dari pasangan Mahathir dan Siti Hasmah adalah usia mereka yang sama-sama melampaui satu abad. Mahathir mencapai usia 101 tahun pada 10 Juli 2026, sedangkan Siti Hasmah merayakan ulang tahun ke-100 dua hari kemudian, pada 12 Juli 2026.
Apa rahasia keduanya mampu menikmati kehidupan yang begitu panjang?
Mahathir berulang kali mengungkapkan bahwa dirinya tidak memiliki resep ajaib untuk hidup panjang. Ia justru menekankan pentingnya disiplin menjaga pola makan, mempertahankan aktivitas fisik dan intelektual, serta menghindari kebiasaan yang merusak kesehatan.
Dalam wawancara yang dipublikasikan New Straits Times pada 13 Juli 2026, Mahathir kembali menegaskan prinsip hidup yang selama ini dijalankannya: manusia makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan.
Prinsip tersebut mencerminkan keyakinannya bahwa pengendalian diri merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan. Ia tidak menganjurkan orang menghindari semua makanan yang disukai, tetapi menekankan pentingnya membatasi jumlah makanan yang dikonsumsi.
Mahathir juga pernah menjelaskan bahwa nasihat mengenai pengendalian makan diperolehnya dari sang ibu. Menurutnya, ketika seseorang menikmati makanan yang lezat, godaan untuk terus makan sering kali semakin besar. Karena itu, kemampuan berhenti sebelum makan berlebihan menjadi kebiasaan yang penting.
Selain menjaga pola makan, Mahathir dikenal mempertahankan kegiatan membaca, menulis, dan mengikuti perkembangan politik serta ekonomi. Bahkan setelah meninggalkan jabatan perdana menteri, ia tetap terlibat dalam berbagai kegiatan publik.
Kebiasaan menjaga pikiran tetap aktif menjadi bagian dari pola hidup yang menurut Mahathir membantu dirinya menjalani usia lanjut. Ia juga menekankan pentingnya berpikir positif, sebagaimana pernah disampaikannya ketika bertemu mantan Presiden Indonesia Joko Widodo.
Meski demikian, Mahathir mengakui bahwa mencapai usia sangat lanjut bukan berarti terbebas dari gangguan kesehatan. Pada Juli 2026, ia mengungkapkan bahwa kondisi fisiknya terkadang mengalami gangguan dan membutuhkan perawatan medis. Baginya, pengobatan yang tepat memungkinkan seseorang mempertahankan aktivitas sesuai kemampuan tubuhnya.
Adapun mengenai Siti Hasmah, belum terdapat keterangan medis terperinci yang memastikan faktor khusus di balik umur panjangnya. Namun, latar belakangnya sebagai dokter menunjukkan bahwa ia memiliki pengetahuan profesional mengenai kesehatan dan pencegahan penyakit.
Secara ilmiah, umur panjang tidak dapat dijelaskan oleh satu kebiasaan saja. Faktor genetik, lingkungan, pola makan, aktivitas fisik, akses pelayanan kesehatan, dan kondisi sosial dapat berkontribusi terhadap harapan hidup seseorang.
Penelitian yang diterbitkan JAMA Network Open pada 2024, misalnya, menemukan hubungan antara kebiasaan hidup sehat dan peluang seseorang mencapai usia 100 tahun. Penelitian tersebut mengidentifikasi aktivitas fisik, keberagaman makanan, dan kebiasaan tidak merokok sebagai faktor yang berkaitan dengan kemungkinan mencapai usia sangat lanjut. Temuan itu merupakan hubungan statistik pada populasi penelitian, bukan bukti bahwa kebiasaan tertentu secara langsung menyebabkan Mahathir dan Siti Hasmah mencapai usia seabad.
Rahasia Perkawinan 70 Tahun
Selain umur panjang, perkawinan Mahathir dan Siti Hasmah menarik perhatian karena mampu bertahan selama tujuh dekade.
Dalam wawancara yang diberitakan The Straits Times pada 2018, Mahathir mengakui bahwa kehidupan perkawinan mereka tidak selalu berjalan tanpa perbedaan pendapat.
Ketika masih muda, keduanya pernah mengalami ketegangan sebagaimana pasangan suami istri pada umumnya. Namun, seiring bertambahnya usia, Mahathir menyadari bahwa seseorang tidak dapat memaksakan perubahan terhadap seluruh karakter pasangannya.
Menurut Mahathir, pasangan suami istri perlu belajar menerima sifat masing-masing dan mengembangkan toleransi. Ia mengakui bahwa Siti Hasmah telah memberikan dukungan besar sepanjang perjalanan politiknya, meskipun istrinya sendiri bukan seorang politikus.
Mahathir juga menekankan pentingnya saling memahami ketika salah satu pasangan harus menjalankan tanggung jawab pekerjaan. Ketika dirinya harus meninggalkan keluarga karena urusan pemerintahan, Siti Hasmah memberikan pengertian. Sebaliknya, Mahathir menyadari bahwa ia juga harus memberikan ruang bagi kepentingan istrinya.
Perhatian terhadap anak-anak menjadi pertimbangan lain yang menurut Mahathir penting dalam menjaga keutuhan rumah tangga. Ia berpandangan bahwa pasangan suami istri memiliki tanggung jawab bersama untuk menciptakan kehidupan keluarga yang baik bagi anak-anak mereka.
Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa hubungan panjang Mahathir dan Siti Hasmah tidak semata-mata dibangun di atas perasaan cinta, tetapi juga melalui kompromi, kesabaran, dan kesediaan menerima perubahan yang datang bersama bertambahnya usia.
Dalam memoarnya, My Name is Hasmah, yang terbit pada 2016, Siti Hasmah bahkan menggambarkan Mahathir sebagai sosok pahlawan dalam kehidupannya. Ia mengenang bagaimana Mahathir memberikan dukungan ketika dirinya menghadapi kesulitan dalam pelajaran fisika dan kimia selama menempuh pendidikan.
Hubungan yang dimulai sebagai persahabatan di bangku kuliah kedokteran itu kemudian berkembang menjadi perkawinan yang bertahan melewati berbagai peristiwa besar dalam sejarah Malaysia.
Mahathir dan Perjalanan Politik Malaysia
Mahathir merupakan salah satu tokoh paling menentukan dalam perjalanan Malaysia modern. Ia menjabat perdana menteri untuk pertama kalinya pada 1981 dan memimpin negara itu hingga 2003.
Selama periode tersebut, Malaysia mengalami transformasi ekonomi, pembangunan infrastruktur, dan industrialisasi yang mengubah struktur perekonomiannya. Pemerintahannya juga menghadapi berbagai kontroversi politik, termasuk persoalan kebebasan sipil, hubungan dengan oposisi, dan kebijakan ekonomi.
Setelah meninggalkan jabatan pada 2003, Mahathir kembali menjadi perdana menteri pada 2018, ketika usianya telah mencapai 92 tahun. Ia memimpin pemerintahan untuk kedua kalinya hingga 2020.
Sepanjang dua periode kepemimpinannya, Siti Hasmah menjalankan peran sebagai pendamping perdana menteri, sekaligus mempertahankan keterlibatannya dalam berbagai kegiatan kesehatan dan kemanusiaan.
Keberadaan Siti Hasmah menjadi bagian dari perjalanan pribadi Mahathir yang berlangsung jauh lebih panjang daripada masa kekuasaannya.
Ketika Mahathir menghadapi pergantian pemerintahan, perpecahan politik, dan perubahan hubungan dengan sejumlah tokoh nasional, Siti Hasmah tetap mendampinginya sebagai istri.
Malaysia Kehilangan Seorang Ibu Bangsa
Kepergian Siti Hasmah mendapat perhatian luas masyarakat Malaysia. Yang di-Pertuan Agong Sultan Ibrahim dan Raja Permaisuri Agong Raja Zarith Sofiah turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Mahathir.
Dalam pernyataan yang diberitakan Bernama pada Senin (28/09/2026), pasangan kerajaan tersebut mendoakan agar almarhumah memperoleh rahmat Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan kesabaran.
Penghormatan dari kerajaan dan pemerintah menunjukkan bahwa kiprah Siti Hasmah telah melampaui kedudukannya sebagai istri seorang pemimpin politik.
Ia dikenang sebagai dokter perempuan pelopor, tokoh kesehatan masyarakat, ibu bagi tujuh anak, dan perempuan yang menjalani sebagian besar sejarah Malaysia modern bersama Mahathir.
Bagi masyarakat Malaysia, wafatnya Siti Hasmah menutup perjalanan hidup seorang perempuan yang menyaksikan negaranya melewati masa kolonial, kemerdekaan, industrialisasi, dan perubahan politik selama hampir satu abad.
Bagi Mahathir, kehilangan itu jauh lebih pribadi. Pada usia 101 tahun, ia harus berpisah dengan perempuan yang telah dikenalnya sejak bangku kuliah, dinikahinya ketika masih menjadi dokter muda, dan mendampinginya selama 70 tahun perkawinan.
Mahathir pernah memimpin Malaysia selama sekitar 24 tahun. Namun, bersama Siti Hasmah, ia membangun kehidupan rumah tangga selama 70 tahun. Kekuasaan yang pernah digenggamnya telah lama berganti tangan, tetapi perkawinannya dengan Siti Hasmah bertahan hingga maut memisahkan mereka.
Selamat jalan, Tun Dr. Siti Hasmah Mohamad Ali. Perjalanan hidupmu meninggalkan warisan pengabdian kepada masyarakat dan kisah perkawinan yang melintasi tujuh dekade.
Bagi Mahathir, perempuan yang menemaninya sejak masa muda itu kini tinggal dalam kenangan. Bagi Malaysia, Siti Hasmah akan tetap menjadi bagian dari sejarah bangsa. (PD)
