Xi Jinping Datang ke Washington, Gencatan Perang Dagang AS-China Diperpanjang
Poin Penting
|
WASHINGTON D.C, investortrust.id - Amerika Serikat (AS) dan China sepakat memperpanjang gencatan perang dagang selama dua bulan, sehingga tarif impor yang lebih rendah tetap berlaku dan pasokan mineral tanah jarang (rare earths) dari China terus mengalir ke pasar global.
Baca Juga
Tiga Skenario dan Ukuran Keberhasilan KTT Trump–Xi di Washington
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan keputusan tersebut pada Rabu (23/9/2026) waktu setempat, bertepatan dengan kedatangan Presiden China Xi Jinping di Washington D.C. untuk kunjungan kenegaraan hingga Jumat.
Perpanjangan kesepakatan ini dipandang sebagai sinyal bahwa kedua negara masih berupaya menjaga stabilitas hubungan ekonomi di tengah berbagai isu strategis yang belum sepenuhnya terselesaikan.
Bessent mengatakan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Xi sebelumnya telah menyepakati gencatan perang dagang selama satu tahun dalam pertemuan di Korea Selatan pada Oktober tahun lalu.
Kesepakatan tersebut semula dijadwalkan berakhir pada November 2026, namun kini diperpanjang hingga 10 Januari 2027.
"China masih perlu memenuhi lebih banyak komitmen yang telah disepakati," kata Bessent dalam wawancara dengan Fox News, dikutip CNBC.
Sebelum pengumuman ini, banyak pelaku pasar memperkirakan AS dan China akan memperpanjang gencatan perdagangan selama enam bulan atau bahkan lebih lama.
Hingga kini, media pemerintah China belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan Bessent mengenai perpanjangan kesepakatan tersebut.
Xi Disambut Trump
Rekaman yang ditayangkan televisi pemerintah China memperlihatkan Presiden Donald Trump bersama Ibu Negara Melania Trump menyambut Xi Jinping dan Ibu Negara Peng Liyuan saat tiba di Washington.
Dalam tayangan tersebut, fokus kamera lebih banyak menampilkan Xi dan Peng menerima bunga dari dua anak penyambut. Tidak terlihat momen jabat tangan antara Trump dan Xi.
Baca Juga
Pertemuan Trump dan XI Jinping Jadi Sorotan, Bitcoin Diprediksi Tembus US$ 87.000
Kunjungan Xi ke AS menjadi perhatian dunia karena berlangsung di tengah upaya kedua negara mengelola persaingan ekonomi, teknologi, dan geopolitik yang masih berlangsung.
Hubungan dagang AS-China dalam beberapa tahun terakhir tidak hanya terkait tarif impor, tetapi juga mencakup isu rantai pasok, teknologi tinggi, semikonduktor, hingga akses terhadap mineral strategis seperti rare earths yang banyak diproduksi China.
Kerja Sama Baru di Bidang AI
Menjelang kunjungan Xi, Bessent juga bertemu Wakil Perdana Menteri China He Lifeng di New York.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas pembentukan sistem peringatan dini untuk insiden yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Langkah itu menunjukkan bahwa selain perdagangan, AS dan China juga mulai menjajaki mekanisme kerja sama untuk mengelola risiko dari perkembangan teknologi baru.
Bagi pasar global, perpanjangan gencatan perang dagang memberi kepastian sementara bahwa tarif tambahan tidak akan meningkat dalam waktu dekat.
Kepastian tersebut juga penting bagi rantai pasok industri global, terutama yang bergantung pada pasokan mineral tanah jarang dari China, bahan baku penting untuk kendaraan listrik, teknologi energi bersih, dan industri elektronik.
Meski demikian, perpanjangan hanya selama dua bulan menunjukkan masih adanya sejumlah isu yang perlu diselesaikan sebelum kedua negara mencapai kesepakatan jangka panjang.
