Jepang Luncurkan Penjelajah, Mendarat di Bulan Awal Tahun 2024
JAKARTA, Investortrust.id - Jepang telah meluncurkan pesawat luar angkasa penjelajah bulan pada hari ini, Kamis (7/9/2023). Peluncuran dilakukan dengan menggunakan roket H-IIA buatan dalam negeri, dan menjadikan Jepang sebagai negara kelima di dunia yang akan mendarat di bulan pada awal tahun 2024.
Badan Penjelajahan Antariksa Jepang (Jaxa) mengatakan, roket tersebut lepas landas dari Pusat Antariksa Tanegashima di selatan Jepang sesuai rencana, dan berhasil melepaskan Smart Lander for Investigating Moon (Slim). Sebelumnya Jaxa sampai harus menunda tiga kali peluncuran pada Bulan Agustus akibat cuaca yang tidak menguntungkan, demikian ditulis Straitstimes.com yang mengutip Reuters.
Jepang yang dijuluki "penembak bulan" berencana mendaratkan Slim dalam jarak 100 meter dari lokasi targetnya di permukaan bulan. Misi senilai US$ 100 juta ini diharapkan mencapai bulan pada bulan Februari 2024.
Peluncuran ini dilakukan dua pekan setelah India menjadi negara keempat yang berhasil mendaratkan pesawat ruang angkasa di bulan dengan misi Chandrayaan-3 ke kutub selatan bulan yang belum pernah dijelajahi.
Dua upaya sebelumnya untuk mendarat di bulan gagal dilakukan Jepang. Jaxa kehilangan kontak dengan pendarat OMOTENASHI dan membatalkan upaya pendaratan di bulan November 2023. Berikutnya wahana pendarat Hakuto-R Mission 1, yang dibuat oleh perusahaan rintisan Jepang, ispace, jatuh pada bulan April ketika mencoba mendarat di permukaan bulan.
Roket H-IIA juga membawa satelit Misi Pencitraan dan Spektroskopi X-Ray (Xrism), sebuah proyek bersama antara Jaxa, Nasa, dan Badan Antariksa Eropa.
Mitsubishi Heavy Industries menjadi manufaktur yang memproduksi roket ini dan mengoperasikan peluncurannya. Langkah ini menandai peluncuran ke-47 roket H-IIA oleh Jepang sejak tahun 2001, dengan tingkat keberhasilan mencapai hampir 98%.
Jaxa telah menunda peluncuran H-IIA pembawa Slim selama beberapa bulan sambil menyelidiki kegagalan roket angkat baru medium mereka, H3, saat peluncuran pertama pada Maret tahun ini.
Misi antariksa Jepang menghadapi beberapa kendala baru-baru ini, dengan kegagalan peluncuran roket kecil Epsilon pada bulan Oktober 2022, menyusul terjadinya ledakan mesin selama uji coba pada bulan Juli.
Negara ini berencana untuk mengirim astronot ke bulan pada akhir dekade 2020-an.

