Perang Dagang Memanas, Trump Ancam Tarif Tinggi Jika Uni Eropa Rangkul Kanada
Poin Penting
|
WASHINGTON, investortrust.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif baru terhadap Uni Eropa (UE), bahkan menghentikan perdagangan dengan blok tersebut untuk sejumlah produk. Tarif tinggi akan diberlakukan jika Brussels melanjutkan rencana menjadikan Kanada sebagai anggota asosiasi pertama dalam sejarah UE.
Baca Juga
Negosiasi Dagang Buntu, AS Terapkan Tarif Impor 50% untuk Barang Kanada
Trump menyampaikan ancaman tersebut kepada wartawan setelah tiba di North Carolina, 16 September lalu. “Saya pikir itu menggelikan... Kanada telah menjadi mitra dagang yang buruk,” kata Trump. Ia kemudian mengaitkan respons Amerika Serikat dengan niat para pemimpin Eropa.
“Jika saya menganggapnya sebagai tindakan yang bermusuhan, saya akan mengenakan tarif yang sangat serius atau menghentikan perdagangan dengan Eropa untuk banyak hal,” ujarnya.
Pernyataan Trump muncul setelah Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan bahwa UE membuka peluang bagi Kanada untuk menjadi anggota asosiasi pertama dari blok beranggotakan 27 negara tersebut.
Konsep anggota asosiasi saat ini belum menjadi kategori formal berdasarkan perjanjian UE. Karena itu, pembentukan status tersebut harus terlebih dahulu dibuat dan diratifikasi oleh negara-negara anggota.
Rencana tersebut mencerminkan upaya Brussels dan Ottawa memperdalam hubungan di tengah memburuknya hubungan perdagangan Kanada-Amerika Serikat.
Langkah itu juga menandai perubahan pendekatan UE terhadap hubungan dengan negara non-Eropa. Sebelumnya, Brussels disebut masih bersikap hati-hati terhadap proposal Jerman pada Mei lalu untuk memberikan status anggota asosiasi kepada Ukraina.
Dalam pidato tahunan mengenai kondisi UE di Strasbourg, Prancis, von der Leyen mengatakan blok tersebut ingin membawa hubungan dengan Kanada “ke tingkat setinggi mungkin”.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney hadir dalam pidato tersebut. Dalam sejumlah kesempatan sebelumnya, Carney mengatakan Ottawa ingin membangun “aliansi keamanan dan ekonomi yang unik” dengan Eropa, tetapi bukan menjadi anggota penuh UE.
Kanada Kurangi Ketergantungan pada AS
Hubungan Kanada dan Amerika Serikat memburuk setelah berbulan-bulan ketegangan perdagangan.
Kanada kini berupaya melakukan diversifikasi perdagangan untuk mengurangi ketergantungannya terhadap pasar AS, setelah pembicaraan perdagangan bilateral dilaporkan mengalami kebuntuan.
Trump telah mengenakan tarif 50% terhadap barang-barang Kanada. Washington juga berencana melarang impor produk susu, alkohol, dan kendaraan Kanada pada akhir bulan ini, yang telah memicu tindakan balasan dari Ottawa.
Baca Juga
Trump Peringatkan Perang Dagang dan Tarif Baru Bisa Bikin Kanada Merugi
James Lindsay, senior fellow di Council on Foreign Relations, mengatakan Washington dan Ottawa masih mungkin menemukan jalan keluar dari perang dagang saat ini. Namun, menurut dia, Kanada akan tetap berupaya mengurangi kerentanannya terhadap tekanan ekonomi Amerika Serikat.
“Washington dan Ottawa mungkin menemukan jalan keluar dari perang dagang saat ini, tetapi Kanada akan terus mengurangi kerentanannya terhadap tekanan ekonomi AS,” kata Lindsay, dikutip CNBC.
Usulan von der Leyen kepada Kanada mencakup kerja sama manufaktur, integrasi industri pertahanan, aliansi teknologi, energi, kecerdasan buatan atau AI, hingga kerja sama di kawasan Arktik.
Kanada saat ini juga menjadi satu-satunya negara non-Eropa yang masuk dalam instrumen SAFE milik UE. Program tersebut memberikan akses preferensial bagi perusahaan Kanada dalam pengadaan pertahanan Eropa.
Di bidang perdagangan, Kanada telah memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan UE yang menghapus tarif terhadap sekitar 99% barang. Namun, perjanjian tersebut masih membutuhkan ratifikasi dari 10 negara anggota UE.
Ancaman Baru Perdagangan Transatlantik
Ancaman Trump menambah ketidakpastian terhadap hubungan perdagangan Amerika Serikat dan Eropa.
Tarif baru AS terhadap UE juga berpotensi menguji kerangka perdagangan yang telah disepakati Washington dan Brussels tahun lalu. Kesepakatan tersebut menetapkan batas tarif sebesar 15% terhadap sebagian besar ekspor UE ke Amerika Serikat.
Hingga kini, Brussels belum mengatakan apakah rencana memberikan status anggota asosiasi kepada Kanada akan dilanjutkan setelah ancaman Trump tersebut.
Sejumlah negara anggota UE juga dilaporkan terkejut dengan pengumuman von der Leyen mengenai Kanada dan belum memberikan respons resmi terhadap ancaman Presiden AS tersebut.
