Pebisnis Kolega Putin Biayai Perayaan Pascanikah Donald Trump Jr di Bahama
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- Pebisnis asal Rusia sekaligus Kepala Asosiasi Tinju Internasional (IBA), Umar Kremlev, dilaporkan menggelontorkan dana ratusan ribu dolar Amerika Serikat untuk membiayai rangkaian perayaan pascanikah Donald Trump Jr di Bahama.
Berdasarkan laporan ProPublica, pengeluaran fantastis tersebut mencakup penyewaan pulau pribadi hingga pertunjukan kembang api. Pembayaran ini disalurkan melalui sebuah entitas yang terafiliasi dengan IBA di Dubai.
Sosok Kremlev dikenal memiliki keterkaitan erat dan panjang dengan lingkaran bisnis serta politik Rusia. Presiden Rusia Vladimir Putin pernah menganugerahinya Penghargaan Persahabatan (Order of Friendship) pada April 2026 lalu. Sementara itu, Ukraina menjatuhkan sanksi kepada Kremlev atas hubungannya dengan Putin dan lembaga keamanan Rusia.
ProPublica juga memberitakan bahwa Kremlev sempat mengikuti perjalanan ke China di periode waktu pernikahan Trump Jr, sebagai bagian dari delegasi yang mendampingi Presiden Putin.
Hubungan antara Kremlev dan Trump Jr diketahui terjalin baru-baru ini. Juru bicara Trump Jr menyampaikan kepada ProPublica bahwa keduanya pertama kali bertemu melalui seorang teman dalam komunitas berburu, sebelum akhirnya makin akrab karena kesamaan minat pada olahraga tinju dan aktivitas luar ruang. hal ini dibenarkan oleh bagian kehumasan Kremlev, namun menepis tuduhan adanya pembahasan materi politik di antara keduanya.
Bettina Anderson, menantu Presiden Donald Trump, mengonfirmasi bahwa Kremlev menyelenggarakan perayaan selama dua malam setelah pernikahan mereka.
Ia menggambarkan fasilitas tersebut sebagai "sebuah hadiah pernikahan yang luar biasa dan murah hati" dari seorang sahabat. Dalam kesempatan yang sama ia membantah keras segala spekulasi implikasi politik di belakangnya.
Melalui akun Instagram miliknya, ia mengungkapkan rasa bahagianya atas acara tersebut.
"Itu adalah segalanya yang kami impikan dan bahkan lebih dari itu," tulisnya.
Baca Juga
Momen Akrab Prabowo Bersama Modi, Putin, dan Xi Jinping Jelang KTT BRICS
Pihak Trump Jr dan istrinya menegaskan bahwa prosesi pernikahan itu sendiri merupakan acara keluarga yang bersifat pribadi. Perayaan di Bahama disebut sebagai bentuk kado pascanikah yang terpisah dari acara inti. Donald Trump Jr turut membagikan kesan mengenai kemeriahan acara tersebut saat berbicara dalam siaran podcast miliknya.
"Acara itu benar-benar kecil, hanya dihadiri teman-teman yang sangat dekat. Kami berusaha menjaganya tetap sangat terbatas, dan itu sungguh luar biasa," ujar Trump Jr sebagaimana dikutip oleh ProPublica.
Bettina Anderson menambahkan bahwa rencana perjalanan ke Bahama sebenarnya sudah disusun sebelum pernikahan berlangsung. Dan awalnya dirancang sebagai liburan akhir pekan bersama para sahabat. Ia menegaskan kembali tidak adanya motif politik di balik acara tersebut.
"TIDAK ADA KONSPIRASI, TIDAK ADA MISTERI," tegas Bettina Anderson.
Presiden Donald Trump, yang tidak menghadiri acara pernikahan maupun perayaan di Bahama, mengaku tidak pernah mendengar nama Umar Kremlev.
Baca Juga
Soroti Unifikasi Irlandia, Donald Trump Sebut Penyatuan Wilayah Sebagai Hal Fantastis
Menurut laporan Wall Street Journal, ia menegaskan bahwa pebisnis Rusia tersebut sama sekali tidak membiayai acara pernikahan putranya.
Kendati demikian, sorotan tetap berdatangan. Dalah satunya dari mantan pejabat FBI, Frank Montoya Jr., yang pernah memegang posisi senior di bidang kontra-intelijen.
Montoya memperingatkan bahwa penerimaan pembayaran dalam jumlah sebesar itu berpotensi memicu ekspektasi timbal balik di masa depan. Ia menjelaskan bahwa para konglomerat Rusia terkadang dapat beroperasi secara sejalan dengan pemerintah Rusia, meskipun ia menekankan belum diketahui apakah hal tersebut berlaku dalam kasus Kremlev.
Menurut laporan ProPublica, Montoya menilai langkah menerima pendanaan tersebut membuat Trump Jr rentan terhadap pertanyaan mengenai potensi pengaruh asing, serta menganggap tindakan tersebut tidak tepat dilakukan oleh seorang putra presiden.
