Wapres AS JD Vance Tunjukkan Sinyal Kuat Jadi Pewaris Kepemimpinan Donald Trump
Poin Penting
|
DALLAS, Investortrust.id — Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menyampaikan pesan jelas bahwa dirinya siap menjadi penerus kepemimpinan Donald Trump.
Saat menutup konvensi paruh waktu Partai Republik di Dallas pada Kamis (10/9/2026) malam, Vance membawakan pidato berapi-api yang diwarnai klaim keberhasilan berlebihan, kecaman terhadap Partai Demokrat sebagai orang-orang gila, hingga penolakan agresif terhadap seorang demonstran yang mengibarkan bendera Meksiko.
Kemunculan Vance di atas panggung disambut gemuruh sorakan "JD, JD" dari para pendukung, yang menjadi sambutan paling meriah setelah Trump sepanjang konvensi dua hari tersebut.
Beberapa peserta bahkan berteriak agar dirinya menjadi calon presiden pada 2028. Vance menanggapi antusiasme pendukungnya dengan tersenyum sembari menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah menyelesaikan urusan pada November ini, baru kemudian memikirkan langkah berikutnya.
Dalam pidatonya, Vance mengulas kembali keluhan Partai Republik dan mengadopsi sikap keras Trump terkait isu imigrasi. Ia menyampaikan kepada massa gerakan Make America Great Again (MAGA) bahwa dua tahun lalu masyarakat lelah dituduh rasis hanya karena menyadari negara menjadi lebih kotor, lebih miskin, kurang aman, dan kurang sejahtera.
Suasana arena semakin memanas ketika Vance merespons seorang pengunjuk rasa yang sempat menyela pidatonya sambil membawa bendera Meksiko. Vance dengan nada tegas melemparkan gertakan dengan mengatakan, "Nah, temanku, jika kamu sangat mencintai Meksiko, bawa bokongmu ke sana, saya yang akan belikan tiket pesawatnya." Pernyataan tersebut disambut sorak-sorai riuh dari para hadirin.
Langkah politis ini menuntut Vance untuk lebih berhati-hati. Ia harus menyajikan argumen bagi basis pendukung Republik tanpa terlalu banyak keluar dari bayang-bayang Trump yang sensitif.
Selalu Memuji Trump
Sepanjang pidato, Vance memuji Trump sebagai sosok paling tangguh dalam politik Amerika, sembari beberapa kali berhenti untuk menerima tepuk tangan meriah dari kerumunan.
Vance juga membawa narasi personal dengan mengungkit kelahiran anak keempatnya, menyatakan bahwa dirinya melihat masa depan negara melalui mata putranya serta hak kelahiran bagi warga Amerika terbaru ini. Sembari menyerang kelompok radikal Demokrat yang dituduhnya ingin menghancurkan keluarga inti Amerika, Vance berteriak agar mereka menjauh dari anak-anak.
Pidato tersebut seperti dilansir The Guardian, dirancang secara khusus untuk menyatukan kelompok setia MAGA dengan cara menyerang hak-hak transgender, mengagungkan pentingnya manufaktur Amerika dan kebebasan beragama, serta menuduh Demokrat semakin menggila.
Baca Juga
Harga Minyak Melonjak 4% Setelah Vance Sebut Iran Abaikan Tuntutan AS
Vance juga menunjukkan kecenderungan menggunakan pernyataan tanpa dasar ala Trump, dengan mengeklaim bahwa beberapa anggota Demokrat di New York bersorak atas pembantaian warga Yahudi pada 7 Oktober, serta menyebut generasi baru Demokrat ingin mencabut anggaran kepolisian dan menghapus perbatasan.
Selain itu, Vance meraih apresiasi tinggi saat memuji Charlie Kirk, aktivis sayap kanan yang terbunuh di Utah tepat satu tahun lalu. Vance mengutip dedikasi Kirk dan menyebutnya bukan sekadar pria hebat, melainkan pria baik, sembari meminta para pemilih yang ragu agar tidak meninggalkan partai hanya karena perbedaan kebijakan.
Meski tidak menyinggung isu perang Iran secara langsung, keterkaitannya dengan konflik yang tidak populer tersebut berpotensi menjadi tantangan politik bagi Vance menuju 2028.
Vance hanya membuat referensi tersirat dengan mengutip sikap Kirk yang membenci perang, lalu memohon kepada pemilih agar tidak menyerahkan negara kepada sekelompok orang gila hanya karena perbedaan pandangan kebijakan di beberapa poin.
Hasil jajak pendapat menunjukkan Vance menjadi pilihan favorit di antara pemilih primer Republik, dengan 43% menginginkannya menjadi kandidat pada 2028. Posisi ini mengungguli Menteri Luar Negeri Marco Rubio yang meraih 21% dan Donald Trump Jr dengan 7%.
Meskipun demikian, Vance bukan satu-satunya tokoh yang tampil menonjol di Dallas. Menteri Kesehatan Robert F Kennedy Jr yang beralih partai untuk mendukung Trump pada 2024 turut memuji presiden dan menyerang Partai Demokrat. Senator Texas Ted Cruz juga mendapat sambutan hangat saat menuduh Demokrat membenci umat Kristen, Yahudi, kapitalisme, konstitusi, dan Amerika.
Berbeda dengan Rubio dan Cruz yang pernah menjadi rival Trump pada 2016 serta mendapat kecaman publik, Vance tidak pernah menarik kemarahan Trump. Vance mengakhiri pidatonya dengan berteriak di tengah gemuruh tepuk tangan bahwa Trump adalah presiden terbesar, sebelum menyerahkan panggung kepada bosnya untuk menutup rangkaian konvensi.
