Presiden Prabowo: RI Siap Tingkatkan Dukungan Pangan bagi Dunia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia siap meningkatkan kontribusi bagi ketahanan pangan dunia seiring dengan penguatan kapasitas produksi pangan nasional.
Berdasarkan keterangan Sekretariat Presiden yang diterima di Jakarta, Minggu, Prabowo menyampaikan hal tersebut dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India.
"Selama bertahun-tahun, Indonesia merupakan importir terbesar biji-bijian, beras, dan jagung. Kini, kita telah menjadi eksportir dan akan mampu meningkatkan dukungan untuk seluruh dunia," kata Prabowo.
Menurut Presiden, transformasi tersebut menunjukkan bagaimana keterbatasan dapat diubah menjadi kapasitas melalui pembangunan dan penguatan kemampuan nasional.
Prabowo meyakini potensi serupa juga dimiliki negara-negara BRICS apabila kekuatan masing-masing dapat dihubungkan dan dioptimalkan secara bersama.
Baca Juga
Indonesia Dorong Penguatan Tata Kelola Global serta Reformasi Sistem Multilateral di KTT BRICS 2026
Menurut dia, berbagai tantangan global yang saling berkaitan tidak seharusnya hanya dipandang sebagai hambatan, tetapi dapat diubah menjadi peluang melalui penguatan kerja sama.
"Bersama-sama kita dapat mengubah tantangan-tantangan yang saling terkait ini menjadi peluang untuk investasi yang lebih besar, industri yang lebih kuat, dan lebih banyak lapangan kerja serta peluang yang lebih baik bagi rakyat kita. Pertumbuhan yang menjangkau jutaan rakyat kita akan membuat bangsa kita lebih tangguh," tuturnya.
Prabowo menilai ketangguhan suatu negara berkaitan erat dengan sejauh mana pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan masyarakat secara luas. Karena itu, pembangunan inklusif dan inovasi menjadi elemen penting dalam meningkatkan kapasitas bersama.
Dalam konteks BRICS, Prabowo mengatakan negara-negara anggota memiliki sumber daya, kapasitas produksi, dan kekuatan ekonomi yang saling melengkapi sehingga dapat dioptimalkan untuk menciptakan nilai tambah yang lebih besar.
"BRICS sudah menjadi rantai pasokan. Tugas kita adalah menghubungkan dan mengoptimalkannya sehingga kekuatan yang ada ini dapat menjadi sumber nilai yang lebih besar bagi kita semua," katanya.
Prabowo kemudian menawarkan industrialisasi bersama sebagai salah satu langkah konkret untuk mengoptimalkan sumber daya dan kapasitas negara-negara anggota BRICS.
"Oleh karena itu, izinkan saya menawarkan sesuatu yang konkret. Mari kita melakukan industrialisasi bersama dan mari kita optimalkan sumber daya dan kapasitas yang kita miliki bersama," kata Prabowo. (ant)
