Hadirkan Fitur ‘Auto Order’ di Tengah Volatilitas Pasar, BRIDS Raih Penghargaan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Di tengah volatilitas pasar saham, PT BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menghadirkan fitur Auto Order melalui aplikasi investasi digital BRIGHTS. Berkat inovasi tersebut, BRIDS meraih Anugerah Khusus kategori Produk dan Model Bisnis dalam ajang IDX Channel Anugerah Inovasi Indonesia (ICAII) 2026.
Fitur Auto Order memungkinkan investor mengatur pembelian maupun penjualan saham secara otomatis berdasarkan parameter dan target harga yang telah ditentukan sebelumnya. Melalui fitur ini, investor dapat menjalankan strategi transaksi secara lebih terukur tanpa harus terus-menerus memantau pergerakan harga saham secara manual.
“Penghargaan ICAII 2026 merupakan apresiasi atas komitmen perseroan dalam menghadirkan inovasi yang berangkat dari kebutuhan dan tantangan investor di pasar modal Indonesia,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama BRIDS, Fifi Virgantria dalam keterangan resmi, Rabu (9/9/2026).
Fifi mengungkapkan, kehadiran fitur tersebut menjadi semakin relevan ketika pergerakan pasar berlangsung cepat dan berfluktuasi. Investor tidak hanya dituntut mampu membaca kondisi pasar, tetapi juga menjaga disiplin agar keputusan transaksi tetap sesuai dengan strategi yang telah direncanakan.
Baca Juga
Akses Pendidikan Tinggi Baru 31,45%, BRIDS Perkuat Beasiswa bagi Mahasiswa Kurang Mampu
Volatilitas pasar itu, menurut Fifi, tecermin pada pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada Juni 2026, IHSG terkoreksi 7,90% secara bulanan, sebelum berbalik menguat 10,51% pada Juli 2026. Perubahan yang cukup tajam dalam waktu singkat ini menunjukkan tantangan yang dihadapi investor dalam menentukan momentum transaksi.
Fifi Virgantria menjelaskan, di tengah kondisi tersebut, otomatisasi dapat membantu investor menjalankan instruksi berdasarkan parameter yang telah ditetapkan.
“Ketika kondisi yang dipersyaratkan terpenuhi, sistem akan mengeksekusi transaksi sesuai instruksi investor sehingga keputusan tidak harus dilakukan secara spontan ketika harga bergerak,” ujar dia.
Kebutuhan terhadap layanan investasi yang lebih terstruktur, kata Fifi, juga tumbuh seiring meningkatnya jumlah investor saham di Indonesia. Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per Juli 2026 menunjukkan, jumlah investor saham telah menembus 10 juta lebih, meningkat sekitar 35,56% dibandingkan 7,4 juta investor pada periode sama 2025.
Dia menambahkan, pertumbuhan jumlah investor tersebut berjalan beriringan dengan semakin tingginya pemanfaatan layanan investasi digital. Pada Agustus 2025 hingga Juli 2026, aplikasi BRIGHTS mencatatkan total nilai transaksi saham Rp115,66 triliun, atau rata-rata sekitar Rp484 miliar per bulan.
Menurut Fifi, nilai transaksi tertinggi tercatat pada Mei 2026, mencapai Rp1,4 triliun. BRIGHTS membukukan rata-rata 34.930 nasabah aktif sepanjang periode tersebut. Aktivitas transaksi tertinggi pada Januari 2026 sebanyak 53.472 transaksi.
“Pertumbuhan aktivitas tersebut memperlihatkan semakin pentingnya platform digital dalam mendukung kegiatan perdagangan dan investasi saham,” tutur dia.
Lebih Disiplin dan Konsisten
Fifi Virgantria mengemukakan, bagi BRIDS, perkembangan ini sekaligus mendorong perseroan untuk menghadirkan layanan yang tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga membantu investor menerapkan strategi secara lebih disiplin dan konsisten.
Dia menegaskan, BRIDS tidak hanya mengejar volume, tetapi juga fokus pada bagaimana menghadirkan solusi yang dapat membantu investor membangun pola investasi yang lebih disiplin dan berkelanjutan.
“Melalui fitur Auto Order, kami ingin membantu investor berinvestasi secara lebih cerdas dan terencana, bukan sekadar meningkatkan frekuensi transaksi,” tandas dia.
Fifi mengatakan, pengembangan inovasi tersebut tidak semata-mata diarahkan untuk meningkatkan aktivitas transaksi, tetapi juga untuk memberikan nilai tambah bagi investor dan mendorong peningkatan kualitas basis investor pasar modal Indonesia.
“Ke depan, selain mendukung pertumbuhan bisnis, kami berharap inovasi ini juga dapat berkontribusi terhadap peta jalan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mencapai 50 juta investor dalam lima tahun, dengan kualitas investor yang semakin baik dan berkelanjutan,” papar dia.
Fifi menjelaskan, secara fungsional, Auto Order membantu investor mengeksekusi strategi berdasarkan parameter yang telah ditentukan. Investor tetap memiliki kendali dalam menetapkan harga dan kondisi transaksi, sementara sistem membantu menjalankan instruksi ketika parameter tersebut terpenuhi.
Baca Juga
Perkuat Peran Riset dalam Pendalaman Pasar Modal, BRIDS Raih Pengakuan Global
Dia menuturkan, melalui mekanisme tersebut, fitur Auto Order dapat menjadi salah satu sarana untuk membantu investor lebih konsisten menjalankan rencana transaksi, terutama ketika pasar bergerak cepat.
“Namun, otomatisasi tidak menghilangkan kebutuhan investor untuk memahami risiko dan menentukan strategi investasi sesuai tujuan serta profil risikonya,” ucap dia.
Ke depan, kata dia, BRIDS akan terus mengembangkan inovasi berdasarkan kebutuhan investor sekaligus mendukung perluasan akses masyarakat terhadap pasar modal Indonesia.
Sebagai bagian dari ekosistem BRI Group, BRIDS berkomitmen menghadirkan layanan investasi yang semakin mudah, fleksibel, dan relevan melalui pemanfaatan teknologi serta jaringan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
