Prabowo Akan Hadiri Forum Ekonomi di Rusia dan Bertemu Putin
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) di Vladivostok, Rusia pada awal September 2026. Dalam kunjungan kenegaraan itu, Prabowo juga diagendakan menggelar pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Dikutip dari kantor berita Sputnik, kabar mengenai kunjungan kenegaraan Prabowo ke Rusia itu disampaikan penasihat utama Presiden Putin, Yury Ushakov . Dikatakan, Prabowo bakal menjadi tamu utama dalam EEF pada 3 September 2026. Kemudian, di sela-sela agenda tersebut bakal melalukan pertemuan dengan Putin.
"Kali ini, Presiden Indonesia Bapak Subianto menjadi tamu utama Eastern Economic Forum ke-11," kata Ushakov dikutip dari Sputnik, Senin (31/8/2026).
Baca Juga
Momen Akrab Prabowo dan Putin, Bertukar Cinderamata hingga Antar Kepulangan
Dijelaskan, Putin akan melakukan pembicaraan dengan mitranya dari Indonesia di sela-sela forum tersebut pada 3 September.
Selain Prabowo terdapat sejumlah petinggi negara lain yang dijadwalkan akan menghadiri EEF. Beberapa di antaranya Wakil Perdana Menteri China Ding Xuexiang, Perdana Menteri Mongolia Nyam-Osoryn Uchral, dan Wakil Presiden Myanmar Nyo Saw.
Sebelumnya, Putin mengatakan menantikan pertemuan dengan Prabowo di Vladivostok, Rusia, pada awal September 2026. Hal itu diungkapkan Putin saat mengirimkan ucapan Selamat HUT ke-81 RI yang diunggah situs resmi Pemerintah Rusia.
“Dan, tentu saja, saya menantikan pertemuan kita di Vladivostok pada awal September,” kata Putin dalam unggahan tersebut
Dalam pesan tersebut, Putin menyebutkan hubungan antara Moskow dan Jakarta telah berkembang, sebagaimana dibuktikan oleh kontak produktif antara kedua negara.
Menurut Putin, Rusia akan melanjutkan upaya bersama untuk lebih memperluas kemitraan yang saling menguntungkan - baik secara bilateral maupun dalam kerangka kerja BRICS, Dialog Rusia-ASEAN, dan format internasional lainnya.
Sejak menjabat, Prabowo tercatat sudah tiga kali bertemu dengan Putin di Rusia. Pertama, Prabowo bertemu Putin di Istana Konstantinovsky, Rusia pada Juni 2025. Selanjutnya, kedua pemimpin kembali bertemu di Istana Kremlin, Rusia pada Desember 2025. Pertemuan ketiga terjadi pada April 2026.
Dalam pertemuan terakhir itu, Prabowo menekankan pentingnya hubungan RI-Rusia yang makin intensif dalam beberapa bulan terakhir. Prabowo menyampaikan komunikasi antara kedua negara menunjukkan perkembangan yang produktif dan saling menguntungkan.
"Saya sudah jumpa dengan banyak delegasi dari Rusia di Jakarta, dan juga di Moskow baru saja saya ketemu beberapa pejabat dari Rusia, dan beberapa perusahaan dari Rusia. Saya sangat berterima kasih karena perbicaraannya sangat produktif," ucap Prabowo.
Kepala Negara juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Rusia terhadap berbagai kepentingan strategis Indonesia, termasuk dalam proses aksesi Indonesia ke kelompok ekonomi global BRICS. Menurut Prabowo, dukungan tersebut menjadi faktor penting dalam memperkuat posisi Indonesia di tingkat internasional.
“Dalam beberapa hal yang sangat penting bagi Indonesia, Presiden Putin mendukung dan memberi dukungan kepada keperluan-keperluan Indonesia,” lanjut Presiden Prabowo.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengungkapkan sejumlah kesepakatan kerja sama yang telah dibahas sebelumnya kini menunjukkan kemajuan signifikan di berbagai sektor.
“Hampir semua bidang yang kita sepakati beberapa bulan yang lalu mengalami kemajuan yang pesat. Ada satu-dua yang perlu kita percepat, saya akan segera menangani sendiri,” tegasnya.
Baca Juga
Hadapi Dinamika Geopolitik, Prabowo dan Putin Perkuat Arah Baru Kemitraan RI–Rusia
Selain membahas kerja sama bilateral, Prabowo menekankan pentingnya konsultasi strategis dengan Rusia dalam menghadapi perubahan geopolitik global yang berlangsung cepat. Indonesia memandang Rusia sebagai mitra penting yang memiliki peran konstruktif dalam menjaga stabilitas di tengah ketidakpastian dunia.
“Saya juga datang untuk konsultasi, karena situasi geopolitik dunia mengalami perkembangan dan perubahan yang sangat cepat. Kami memandang bahwa Rusia telah berperan sangat positif dalam menghadapi kondisi geopolitik yang penuh ketidakpastian ini,” ucap Presiden Prabowo.
