RI-Mesir Sepakat Eksplorasi Perjanjian Dagang demi Genjot Investasi Kedua Negara
Poin Penting
|
JAIPUR, Investortrust.id -- Indonesia dan Mesir menyepakati untuk mengeksplorasi pembentukan perjanjian dagang demi meningkatkan perdagangan dan investasi kedua negara. Komitmen tersebut diperkuat melalui Pernyataan Bersama tentang Kemitraan Strategis antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Arab Mesir.
Pernyataan bersama yang memperkuat kemungkinan penjajakan perjanjian ekonomi bilateral ini ditandatangani oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Republik Arab Mesir Abdel Fattah El-Sisi pada 12 April 2025.
Sebagai langkah konkret untuk menindaklanjuti komitmen tersebut, Menteri Perdagangan RI Budi Santoso mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Investasi dan Perdagangan Luar Negeri Mesir Mohamed Farid Saleh di Jaipur, India, pada Jumat, 7 Agustus 2026. Pertemuan yang berlangsung di sela-sela rangkaian Pertemuan Para Menteri Perdagangan BRICS ini berfokus pada upaya penguatan kerja sama perdagangan melalui usulan untuk memulai perundingan ekonomi bilateral dalam skema Preferential Trade Agreement (PTA) dan Free Trade Agreement (FTA).
Dalam kesempatan tersebut, Mendag Busan didampingi oleh Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Johni Martha, mendorong agar Pertemuan ke-2 Komite Perdagangan Bersama atau Joint Trade Committee (JTC) Indonesia dan Mesir dapat terlaksana pada tahun ini. Penjadwalan ulang ini dirasa penting untuk mempercepat realisasi kerja sama perdagangan.
Pascapertemuan, Mendag Busan mengungkapkan bahwa pihak Indonesia sangat mengapresiasi telah terlaksananya pertemuan perdana JTC Indonesia dan Mesir pada 2024 lalu. Pihaknya berharap komitmen perdagangan dan investasi kedua negara dapat makin diperkuat dengan segera dimulainya perundingan dalam skema PTA dan FTA, sehingga untuk mempercepat proses itu Indonesia mendorong agar pertemuan JTC kedua dapat dijadwalkan pada 2026.
Selain itu, Mendag turut mengusulkan opsi komunikasi melalui diskusi secara daring sebagai pilihan efektif untuk mempercepat pembahasan berbagai tindak lanjut kerja sama perdagangan kedua negara.
Baca Juga
Prabowo Disambut Presiden Mesir di Lokasi KTT Perdamaian Gaza
Sebelum pertemuan di India ini terlaksana, Indonesia sebenarnya telah mengambil langkah proaktif dengan menyampaikan Terms of Reference (TOR) kepada Mesir pada 10 Oktober 2025, yang kemudian diikuti dengan usulan peluncuran perundingan beserta draf Joint Ministerial Statement pada 4 November 2025.
Merespons langkah proaktif tersebut, Menteri Mohamed menyambut baik dan ikut mendorong untuk segera menjadwalkan Pertemuan ke-2 JTC. Ia juga mendukung penuh dimulainya perundingan dengan melibatkan sektor swasta secara aktif.
Menteri Mohamed menyatakan bahwa pihak Mesir sangat terbuka dengan pendekatan pada perjanjian dagang dan tidak keberatan jika Indonesia ingin melakukan persiapan secara bertahap sebelum memulai perundingan dengan skema PTA dan FTA. Ia menambahkan bahwa kedua negara bisa melakukan perundingan Indonesia-Egypt PTA dan Indonesia-Egypt FTA secara paralel serta melibatkan sektor swasta untuk mempercepat proses ini. Guna memperkuat kemitraan strategis tersebut, Menteri Mohamed turut menyampaikan sejumlah usulan kerja sama baru, di antaranya pembentukan usaha patungan atau joint venture di sektor industri pakaian jadi (ready-made garments) serta penyelenggaraan pertemuan daring khusus untuk menjembatani perdagangan pada sektor pertanian.
Hubungan Dagang yang Solid
Hubungan dagang antara kedua negara selama ini menunjukkan performa yang solid, di mana Mesir saat ini menempati posisi ke-24 sebagai negara tujuan ekspor Indonesia dan berada di posisi ke-40 sebagai asal impor bagi Indonesia.
Sepanjang periode Januari hingga Juni 2026, total nilai perdagangan antara Indonesia dan Mesir telah tercatat sebesar US$ 1,74 miliar, dengan rincian nilai ekspor Indonesia ke Mesir mencapai US$ 1,09 miliar sedangkan nilai impor Indonesia dari Mesir sebesar US$ 647,70 juta. Kinerja positif ini melanjutkan tren dari tahun sebelumnya, di mana pada tahun 2025 total perdagangan kedua negara tercatat sebesar US$ 2,38 miliar dengan tren pertumbuhan sebesar 6,16% dalam lima tahun terakhir dari periode 2021 hingga 2025.
Pada tahun tersebut, ekspor Indonesia ke Mesir mendominasi sebesar US$ 1,94 miliar sementara impor dari Mesir hanya sebesar US$ 439,8 juta, sehingga menempatkan Indonesia pada posisi surplus sebesar US$ 1,50 miliar terhadap Mesir.
Adapun produk ekspor utama Indonesia ke Mesir didominasi oleh lemak dan minyak hewan atau nabati, kopi, teh, rempah-rempah, mesin atau peralatan listrik, bahan kimia anorganik, serta aluminium, sedangkan komoditas yang diimpor Indonesia dari Mesir meliputi pupuk, garam, belerang, kapur, buah-buahan, sayuran, serta bijih, kerak, dan abu logam.

