Kokoh di Puncak Wall Street, Apple Sentuh Kapitalisasi Pasar US$ 5 Triliun
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Apple mencatat sejarah baru di Wall Street setelah untuk pertama kalinya menyentuh kapitalisasi pasar sebesar US$5 triliun. Apple sudah menyalip Nvidia sebagai perusahaan publik dengan nilai pasar terbesar di dunia.
Baca Juga
Rotasi Saham Ubah Arah Wall Street, Nasdaq Merah, Dow Melesat Lebih dari 500 Poin
Pada perdagangan di Wall Street Selasa (28/7/2026), saham produsen iPhone tersebut sempat menyentuh level tertinggi US$342,89 per saham sebelum kemudian terpangkas. Pada penutupan perdagangan, saham Apple berakhir di US$340,08 sehingga nilai kapitalisasi pasarnya berada sedikit di bawah ambang US$5 triliun.
Kinerja saham Apple sepanjang tahun ini sangat impresif dengan kenaikan sekitar 25%, jauh melampaui sebagian besar perusahaan teknologi raksasa lainnya.
Momentum penguatan tersebut muncul menjelang laporan keuangan kuartalan Apple yang akan diumumkan pada Kamis. Laporan tersebut juga menjadi konferensi pendapatan terakhir Tim Cook sebagai CEO sebelum tongkat estafet kepemimpinan diserahkan kepada John Ternus mulai 1 September.
Uniknya, reli saham Apple terjadi ketika perusahaan justru mempertahankan belanja modal (capital expenditure/capex) pada tingkat relatif rendah. Berbeda dengan Alphabet, Amazon, Meta Platforms, dan Microsoft yang menggelontorkan ratusan miliar dolar untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI), Apple memilih pendekatan yang lebih efisien dengan memanfaatkan layanan cloud serta teknologi AI milik Google.
Tahun lalu, strategi tersebut sempat menuai keraguan karena investor menilai Apple tertinggal dalam perlombaan AI, terutama setelah peluncuran Siri generasi baru beberapa kali tertunda. Siri versi terbaru dijadwalkan hadir bersamaan dengan peluncuran iPhone generasi terbaru pada musim gugur tahun ini.
Namun, sentimen pasar kini berbalik. Investor mulai mengkhawatirkan besarnya belanja AI yang dilakukan perusahaan teknologi lain karena berpotensi meningkatkan utang dan menekan arus kas tanpa kepastian tingkat pengembalian investasi yang memadai.
Persaingan nilai pasar antara Apple dan Nvidia pun mencerminkan perdebatan tersebut. Nvidia sebelumnya menjadi perusahaan pertama yang menembus kapitalisasi pasar US$5 triliun pada Oktober lalu berkat dominasinya di pasar chip AI. Namun sepanjang tahun ini saham Nvidia hanya naik sekitar 6%, jauh di bawah kinerja Apple.
Baca Juga
Wall Street 'Mixed' di Tengah Konflik AS-Iran, Nasdaq Anjlok, Dow Menguat Ditopang Saham Apple
Kenaikan saham Apple juga tetap berlanjut meskipun perusahaan telah menaikkan harga sejumlah produknya akibat kelangkaan memori global.
Pada Selasa, Apple memperkenalkan program Upgrade yang memungkinkan pelanggan di Amerika Serikat menyewa iPhone dan berbagai perangkat Apple lainnya tanpa harus membeli secara langsung. Sebelumnya, perusahaan juga telah menaikkan harga MacBook dan iPad sebagai langkah resmi pertama untuk meneruskan kenaikan biaya memori dan penyimpanan kepada konsumen, setelah Tim Cook menyatakan kenaikan biaya tersebut tidak lagi dapat dihindari.
