Wall Street Ditutup Bervariasi, Dow dan S&P 500 Menguat di Tengah Penurunan Harga Minyak
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Bursa saham Amerika Serikat ditutup bervariasi pada perdagangan Senin waktu AS atau Selasa (28/7/2026) WIB. Indeks Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 menguat di tengah penurunan harga minyak yang memberikan sentimen positif bagi pasar.
Dow Jones naik 262,83 poin atau 0,51% menjadi 52.210,08. Indeks S&P 500 bertambah tipis 0,02% ke level 7.413,18, sedangkan Nasdaq Composite turun 0,18% menjadi 24.932,08.
Baca Juga
Konflik AS-Iran Mereda, Minyak Brent Anjlok di Bawah US$ 90 per Barel
Sentimen positif datang dari meredanya konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong harga minyak dunia jatuh tajam. Brent ditutup turun 8,7% menjadi US$88,36 per barel, sedangkan WTI melemah 7,5% menjadi US$82,61 per barel.
Meski demikian, sektor teknologi, khususnya saham semikonduktor, masih berada di bawah tekanan.
ETF VanEck Semiconductor (SMH) memperpanjang pelemahan setelah sebelumnya juga terkoreksi tajam. Saham AMD turun sekitar 5%, Teradyne merosot 4%, sementara Micron Technology kehilangan sekitar 2%.
Pada awal perdagangan, saham-saham chip sempat menguat menyusul sukses penawaran saham perdana (IPO) perusahaan semikonduktor asal China, CXMT, di Bursa Shanghai. Namun optimisme tersebut tidak bertahan lama.
Menurut Thomas Martin, Senior Portfolio Manager Globalt Investments, investor masih dihantui ketidakpastian mengenai perkembangan perusahaan teknologi China.
"Ada begitu banyak ketidakpastian terkait perusahaan-perusahaan China. Persaingan semakin ketat dan kemajuan teknologi berlangsung sangat cepat di pasar yang sudah sangat kompetitif," ujarnya kepada CNBC.
Tekanan terhadap sektor chip semakin besar setelah The Information melaporkan bahwa China mulai mengembangkan mesin litografi deep ultraviolet (DUV), teknologi penting dalam produksi semikonduktor.
Laporan tersebut memukul saham perusahaan Belanda ASML yang selama ini mendominasi pasar mesin litografi. Saham ASML yang diperdagangkan di Amerika Serikat turun hampir 6%.
Martin juga menilai investor mulai melakukan reposisi portofolio karena muncul kekhawatiran bahwa euforia investasi kecerdasan buatan (AI) mulai mereda setelah reli besar pada paruh pertama tahun ini.
"Ada ketidakpastian yang sangat besar di sektor teknologi. Investor sedang mempertimbangkan kembali apakah mereka perlu memindahkan sebagian investasinya ke sektor lain," katanya.
Pekan ini diperkirakan menjadi salah satu periode menentukan bagi pasar saham. Investor akan mencermati laporan keuangan Amazon, Apple, Meta Platforms, dan Microsoft untuk mengukur apakah belanja besar-besaran di sektor AI masih mampu menghasilkan pertumbuhan laba.
Baca Juga
Pejabat The Fed Dorong Kenaikan Suku Bunga ‘Moderat’, Lorie Logan: Inflasi Belum Terkendali
Selain itu, perhatian pasar juga tertuju pada keputusan suku bunga Federal Reserve yang akan diumumkan Rabu. Konsensus pasar masih memperkirakan bank sentral akan menaikkan suku bunga pada September. Namun, berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar mulai memperhitungkan peluang yang cukup besar bahwa The Fed dapat menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin lebih cepat, bahkan pada pertemuan pekan ini.
