Malaysia Siap Produksi Vaksin Manusia Pertama di 2028 demi Kurangi Impor
Poin Penting
|
KUALA LUMPUR, Investortrust.id -- Sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada vaksin impor, Pemerintah Malaysia menargetkan dapat memproduksi vaksin manusia pertamanya pada tahun 2028. Vaksin pertama yang akan diproduksi di dalam negeri adalah 13-valent pneumococcal conjugate atau yang dikenal sebagai PCV13.
Vaksin tersebut diberikan melalui suntikan untuk melindungi tubuh dari 13 strain bakteri Streptococcus pneumoniae, sekaligus mencegah penyakit berat seperti pneumonia, meningitis, sepsis, infeksi darah, hingga infeksi telinga dan sinus.
Menteri Sains, Teknologi, dan Inovasi Malaysia, Chang Lih Kang, dalam wawancaranya dengan The Stars, dan dikutip CNA News, Sabtu (25/7/2026), menyampaikan bahwa vaksin PCV13 diproduksi melalui skema transfer teknologi. Proyek ini dijalankan melalui kerja sama dengan sebuah perusahaan asal China dan diproduksi secara lokal oleh perusahaan farmasi Malaysia, Pharmaniaga Bhd.
Langkah ini merupakan upaya meningkatkan kesiapsiagaan negara dalam menghadapi krisis kesehatan di masa depan.
Pengalaman pandemi Covid-19 telah menunjukkan risiko besar apabila suatu negara tidak memiliki kemampuan domestik dalam menguasai teknologi esensial seperti pembuatan vaksin. Target awal pemerintah untuk mengembangkan vaksin ini secara lokal sebenarnya berada pada tahun 2030, namun kini diperkirakan dapat dicapai lebih cepat pada tahun 2028.
Baca Juga
Saat ini, Malaysia masih sangat bergantung pada pasokan vaksin impor yang didatangkan dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Belgia, Korea Selatan, Jepang, Prancis, Thailand, India, hingga Indonesia.
Berdasarkan laporan Bank Dunia, Malaysia bahkan harus mengeluarkan biaya sekitar US$ 275,4 juta pada tahun 2022 hanya untuk mengimpor vaksin manusia.
Di Malaysia, vaksin PCV13 impor saat ini diberikan secara gratis di seluruh klinik kesehatan pemerintah bagi anak-anak yang lahir pada atau setelah 1 Januari 2020.
Sementara itu, untuk kategori dewasa, biaya untuk vaksin yang sama berkisar antara RM550 hingga RM650 (setara dengan Rp2.409.000 hingga Rp2.847.000).
Selain mengembangkan vaksin PCV13, Chang juga mengungkapkan bahwa Malaysia tengah bekerja untuk mengembangkan vaksin heksavalen bagi anak-anak. Vaksin ini menggabungkan enam jenis vaksin dalam satu dosis tunggal guna melindungi anak-anak dari penyakit difteri, tetanus, pertusis, polio, Haemophilus influenzae tipe B, dan hepatitis B.
Vaksin impor heksavalen ini sendiri umumnya diberikan kepada bayi pada usia dua, tiga, lima, dan 18 bulan, serta tersedia secara gratis di klinik kesehatan pemerintah Malaysia.
