Perekrut Model Kasus Jeffrey Epstein Daniel Siad Ditemukan Tewas di Paris
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- Perekrut model asal Prancis, Daniel Siad, yang tengah berada di bawah penyelidikan atas pekerjaannya bersama mendiang pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein, ditemukan tewas di kediamannya di dekat Paris pada hari Senin (20/7/2026).
Jasad pria berusia 69 tahun tersebut ditemukan di rumahnya yang terletak di Colombes, sebuah kawasan pinggiran kota Paris.
Pernyataan resmi mengenai penemuan jasad tersebut disampaikan oleh Marie-Céline Lawrysz selaku Wakil Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Yudisial Nanterre.
Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa pemeriksaan otopsi akan segera dilakukan untuk memastikan penyebab pasti dari kematian Siad.
Sebelum ditemukan meninggal dunia, Siad dikenal sebagai pencari bakat model yang bekerja bersama Epstein dalam merekrut para perempuan melalui berbagai perjalanannya di seluruh dunia.
Kepala Jaksa Paris menyampaikan kepada CNN bahwa penyelidikan pidana di Paris saat ini sedang meninjau keterkaitan Epstein dengan industri pemodelan, dan pekerjaan Siad menjadi bagian dari investigasi tersebut. Selain terseret dalam kasus Epstein, seorang model juga pernah mengajukan tuduhan pemerkosaan terhadap Siad atas peristiwa yang terjadi saat ia bekerja di Prancis pada tahun 1990, namun tuduhan tersebut secara tegas dibantah oleh Siad.
Di dalam industri pemodelan, Siad merupakan sosok yang dikenal dan bekerja sebagai pramubakti berbasis komisi untuk Jean-Luc Brunel, pendiri agensi pemodelan terkemuka MC2 Model Management.
Brunel sendiri dituduh melakukan perekrutan dan perdagangan seksual model untuk Epstein, termasuk terhadap Virginia Guiffre yang kemudian menulis buku mengenai pengalamannya sebagai korban Epstein.
Baca Juga
Kisah Persahabatan Warren Buffett dan Bill Gates di Tengah Badai Kasus Epstein
Rangkaian kasus ini sebelumnya telah memakan korban jiwa, di mana Brunel meninggal karena bunuh diri di penjara pada tahun 2022 saat menunggu persidangan atas tuduhan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur dan pelecehan seksual, sementara Epstein juga meninggal karena bunuh diri pada tahun 2019 ketika menunggu persidangan atas tuduhan perdagangan seksual.
Sebelum kematiannya, Siad sempat memberikan tanggapan tertulis melalui surel kepada The Guardian pada bulan Februari. Dalam pernyataan tersebut, ia menyatakan keyakinannya bahwa ia hanya mencari para perempuan untuk sesi seleksi model yang sah di Paris.
Siad menuliskan, "Dia memiliki apartemen besar tempat dia biasa mengorganisasi semua pertemuannya, termasuk seleksi untuk model yang saya rekrut, untuk Victoria's Secret dan MC2." Lebih lanjut, Siad menambahkan, "Waktu seleksi tidak akan berlangsung lebih dari 10 menit. Saya selalu meninggalkan tempat itu bersama para model dengan segera."
Awal tahun ini, Siad juga menyampaikan kepada France TV bahwa Epstein telah menyalahgunakan kepercayaannya. Ia menegaskan tidak berada dalam posisi untuk mengetahui bahwa pria tersebut berbahaya.
Mengenai hubungannya dengan para model, Siad menegaskan dalam wawancara televisi Prancis bahwa hubungannya selalu bersifat profesional. "Seiring berjalannya waktu, orang menemukan bahwa individu ini melakukan kekejaman; beruntung, saya tidak pernah mengenalkannya kepada anak di bawah umur atau bukan anak di bawah umur yang dilecehkan. Saya tidak memiliki alasan untuk menyalahkan diri sendiri," tuturnya seperti dikutip UPI, Rabu (23/7/2026).
Meski Siad membantah keterlibatannya dalam tindakan ilegal, dokumen kasus Epstein yang dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat menunjukkan bahwa komunikasi surel antara Siad dan Epstein terjadi secara intensif. Berdasarkan laporan CNN, Epstein bahkan membayar Siad hingga puluhan ribu dolar. Dalam salah satu surel, Siad menulis pesan kepada Epstein, "Gadis Prancis yang manis di Marrakesh ... Dia mengatakan akan senang bertemu dengan Anda."
Selain merekrut model, Siad menyebutkan bahwa Epstein pernah memintanya untuk mencarikan seorang asisten. Pada surel tahun 2018, Siad menulis bahwa ia sedang mencari "asisten muda yang berpenampilan menarik" untuk Epstein. Dalam pesan lainnya, Siad mengirimkan foto seorang perempuan dan menggambarkan sosok tersebut sebagai pribadi yang "sangat sopan" serta memiliki potensi untuk menjadi model atau asisten. Namun, Epstein membalas pesan tersebut secara singkat dengan menuliskan, "Terlalu tua."
Dalam wawancara terbaru dengan CNN, Siad mengaku tetap menganggap Epstein sebagai sosok yang profesional, bahkan setelah Epstein dipidana atas kejahatan seksual pada tahun 2008. Siad menuturkan bahwa Epstein telah meyakinkannya bahwa ia telah membayar hukuman atas kejahatannya dan berjanji bahwa kejadian buruk tidak akan pernah terjadi pada siapa pun yang direkomendasikan oleh Siad.
"Saya memercayainya dan percaya bahwa orang ini adalah seorang profesional," kata Siad kepada CNN. Ia menuntaskan pernyataannya dengan menegaskan, "Saya tidak pernah mendengar apa pun dari siapa pun yang saya perkenalkan kepadanya yang kembali kepada saya dan mengatakan bahwa mereka mengalami situasi buruk. Saya percaya orang ini adalah seorang profesional."
