Resmi Jadi PM Inggris, Andy Burnham Janjikan Perubahan Terbesar dalam 40 Tahun
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id - Andy Burnham resmi memulai masa jabatannya sebagai Perdana Menteri Inggris dengan menjanjikan untuk "mengembalikan harapan" bagi rakyat Britania Raya. Dalam langkah pertamanya, Burnham menunjuk tokoh senior Partai Buruh, John Healey, sebagai Menteri Keuangan (Chancellor), sekaligus melakukan perombakan besar kabinet.
Baca Juga
Dalam pidato perdananya di Downing Street, Senin (20/7/2026) waktu London, Burnham mengatakan pemerintahannya akan menghadirkan "perubahan terbesar dalam 40 tahun terakhir" bagi politik Inggris. Ia berjanji meluncurkan "Rencana Baru untuk Inggris" (New Plan for Britain) berdurasi 10 tahun sebelum akhir tahun ini sebagai peta jalan pembangunan nasional.
Menurut Burnham, pemerintah juga akan segera mengumumkan berbagai kebijakan dalam pekan ini untuk memberikan ruang bernapas bagi masyarakat yang masih menghadapi tekanan biaya hidup. Ia menegaskan setiap program tersebut akan disertai dengan penjelasan mengenai sumber pembiayaannya.
Seiring pergantian kepemimpinan, Burnham merombak kabinet dengan mencopot sejumlah loyalis mantan Perdana Menteri Sir Keir Starmer. Rachel Reeves diberhentikan dari posisi Menteri Keuangan, David Lammy dicopot sebagai Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Kehakiman, sementara Steve Reed kehilangan jabatan Menteri Komunitas.
Sebagai penggantinya, Burnham menunjuk John Healey sebagai Menteri Keuangan. Healey sebelumnya mengundurkan diri dari pemerintahan Starmer setelah berselisih mengenai besaran anggaran pertahanan.
Penunjukan Healey dinilai strategis mengingat Burnham berkomitmen mempertahankan target belanja pertahanan Inggris. Tantangan terbesar Healey adalah mencari tambahan anggaran tanpa melanggar aturan fiskal pemerintah.
Baca Juga
Healey mengatakan dirinya dan Burnham akan bekerja secara terpadu untuk menjaga disiplin fiskal sekaligus menyediakan bantalan terhadap ketidakpastian ekonomi serta membantu menekan biaya hidup masyarakat.
Perombakan kabinet juga membawa Ed Miliband berpindah dari Menteri Energi menjadi Menteri Luar Negeri, menggantikan Yvette Cooper yang kini menjabat Menteri Kesehatan. Miliband menyebut penunjukan tersebut sebagai kehormatan terbesar dalam hidupnya, mengikuti jejak sang kakak, David Miliband, yang pernah menjabat posisi serupa pada 2007–2010.
Shabana Mahmood tetap dipercaya sebagai Menteri Dalam Negeri. Sementara itu, Louise Haigh ditunjuk sebagai First Secretary of State, Chancellor of the Duchy of Lancaster, sekaligus Menteri Kantor Kabinet yang bertugas mengoordinasikan jalannya pemerintahan.
Angela Rayner kembali masuk kabinet sebagai Menteri Perumahan setelah sebelumnya mengundurkan diri pada September 2025 akibat mengakui kekurangan pembayaran bea materai atas pembelian apartemennya di Hove.
Di sektor pertahanan, Burnham menunjuk mantan Menteri Kesehatan Wes Streeting sebagai Menteri Pertahanan.
Sementara itu, pemimpin Partai Konservatif Kemi Badenoch menyampaikan ucapan selamat kepada Burnham, namun menilai pemimpin baru tersebut belum memiliki rencana pemerintahan yang jelas.
“Inggris membutuhkan pemimpin yang berani mengambil keputusan sulit, bukan sekadar berusaha menyenangkan semua pihak,” tegas Badenoch, dikutip dari BBC, Selasa (21/7/2026). Ia juga mengkritik Burnham karena berjanji membatalkan sejumlah kebijakan era Margaret Thatcher.
