Aksi Jual Saham Teknologi Tekan Wall Street, Dow Merosot Lebih dari 100 Poin
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Kamis waktu AS atau Jumat (17/7/2026) WIB. Aksi jual di sektor teknologi dan semikonduktor menutupi sentimen positif dari musim laporan keuangan emiten.
Indeks S&P 500 turun 0,51% ke level 7.533,77, sedangkan Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi anjlok 1,47% menjadi 25.881,95. Dow Jones Industrial Average turun 105,67 poin atau 0,20% dan berakhir di 52.552,97.
Baca Juga
Wall Street Menguat Dipimpin Saham Big Tech, Data Inflasi AS Dongkrak Optimisme Pasar
Tekanan terbesar datang dari sektor semikonduktor setelah Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) menaikkan proyeksi belanja modal tahunannya menjadi US$60 miliar hingga US$64 miliar, lebih tinggi dibanding proyeksi sebelumnya sebesar US$52 miliar hingga US$56 miliar. Meskipun perusahaan membukukan laba kuartal II yang melampaui ekspektasi, sahamnya tetap turun lebih dari 2%.
Indeks VanEck Semiconductor ETF (SMH) merosot hampir 4%, dipimpin penurunan lebih dari 5% pada saham Arm Holdings. Saham Micron Technology, Advanced Micro Devices (AMD), dan Broadcom juga masing-masing melemah lebih dari 5%. Sementara saham SK Hynix yang diperdagangkan di Amerika Serikat anjlok lebih dari 13%.
Di sektor teknologi, Alphabet turun lebih dari 4% setelah muncul laporan bahwa perusahaan menunda peluncuran model kecerdasan buatan terbarunya, Gemini 3.5 Pro. Saham Meta Platforms, Nvidia, dan Amazon juga ikut ditutup di zona merah.
Meski pasar saham melemah, musim laporan keuangan kuartal II sejauh ini masih menunjukkan hasil yang menggembirakan. Dari 40 perusahaan anggota S&P 500 yang telah merilis kinerja keuangan, lebih dari 87% berhasil membukukan laba di atas ekspektasi analis Wall Street.
Bank-bank besar Amerika Serikat yang lebih dahulu melaporkan kinerja juga mencatat hasil yang melampaui perkiraan, memberikan sinyal bahwa aktivitas ekonomi masih relatif kuat.
"Secara keseluruhan, pasar masih cukup kuat jika melihat pertumbuhan laba perusahaan di berbagai kelompok kapitalisasi pasar," ujar Kepala Strategi Investasi Madison Investments, Patrick Ryan, dilansir CNBC.
Baca Juga
Data ekonomi terbaru turut menunjukkan ketahanan konsumen Amerika Serikat di tengah tekanan inflasi. Klaim tunjangan pengangguran untuk pekan yang berakhir 11 Juli tercatat sebanyak 208.000, lebih rendah dibanding perkiraan ekonom sebesar 218.000. Sementara itu, penjualan ritel naik 0,2% pada Juni, sesuai dengan ekspektasi pasar.
Meski indikator ekonomi masih solid, investor memilih merealisasikan keuntungan pada saham-saham teknologi berkapitalisasi besar setelah reli yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir, sehingga menyeret mayoritas indeks utama Wall Street ke zona negatif.
