Goldman Sachs, JPMorgan, hingga Morgan Stanley Perketat Aturan Karyawan soal Taruhan di Pasar Prediksi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Sejumlah bank besar di Wall Street memperketat aturan etik bagi karyawannya dengan membatasi hingga melarang partisipasi dalam pasar prediksi (prediction markets) yang terkait dengan peristiwa politik dan pasar keuangan. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah konflik kepentingan dan penyalahgunaan informasi nonpublik.
Berdasarkan informasi dari sejumlah sumber yang mengetahui kebijakan tersebut, Goldman Sachs, JPMorgan Chase, Morgan Stanley, dan Bank of America (BofA) telah memasukkan ketentuan mengenai aktivitas di pasar prediksi ke dalam kode etik internal masing-masing.
Dilansir dari Reuters, Minggu (12/7/2026) Goldman Sachs, misalnya, melalui memo internal terbaru melarang karyawan berpartisipasi dalam kontrak berbasis peristiwa yang berkaitan dengan pasar keuangan maupun politik apabila berpotensi menimbulkan konflik kepentingan, baik terhadap bank, nasabah, maupun industri keuangan secara keseluruhan.
Sementara itu, JPMorgan Chase menegaskan bahwa kebijakan larangan perdagangan berdasarkan informasi material yang belum dipublikasikan juga mencakup aktivitas taruhan di pasar prediksi. Morgan Stanley juga telah memasukkan aturan terkait pasar prediksi dalam kode etik karyawan, meski tidak mengungkapkan rincian kebijakannya.
Baca Juga
Wall Street Menguat, Optimisme AI Kembali Dorong Saham Teknologi
Di sisi lain, Bank of America memperbarui pedoman internalnya dengan memperjelas larangan perdagangan kontrak pasar prediksi tertentu, termasuk yang berkaitan dengan peristiwa korporasi, kondisi makroekonomi, dan sektor jasa keuangan. Juru bicara bank tersebut mengonfirmasi adanya pembaruan kebijakan untuk memberikan penjelasan yang lebih eksplisit mengenai aktivitas yang dilarang.
Pasar prediksi merupakan platform yang memungkinkan pengguna memperdagangkan kontrak berdasarkan hasil suatu peristiwa, seperti pemilu, kondisi ekonomi, olahraga, maupun cuaca. Platform seperti Kalshi dan Polymarket mengalami pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun terakhir, seiring meningkatnya minat investor terhadap instrumen berbasis prediksi.
Namun, ekspansi pasar tersebut juga memicu perhatian regulator, terutama terkait potensi penyalahgunaan informasi orang dalam dan konflik kepentingan di kalangan pelaku industri keuangan.
Baca Juga
Wall Street Menguat Didorong Saham Chip dan Turunnya Harga Minyak
Menurut laporan Bloomberg yang mengutip sumber terkait pelanggaran terhadap kebijakan internal tersebut dapat berujung pada tindakan disipliner, termasuk pemutusan hubungan kerja dan kewajiban menyerahkan keuntungan yang diperoleh dari transaksi yang dilarang.
Meski demikian, pembatasan tersebut umumnya tidak berlaku bagi kontrak pasar prediksi yang berkaitan dengan olahraga maupun hiburan.
