Simak Wejangan Penting JP Morgan dan Goldman Sachs Soal Halving Bitcoin !
JAKARTA, investortrust.id -- Dunia finansial tengah tertuju pada peristiwa besar di industri kripto, yakni halving Bitcoin. Halving Bitcoin diperkirakan akan terjadi pada Jumat (19/4/2024) malam ini atau Sabtu (20/4/2024) dini hari. Dua raksasa keuangan global JP Morgan Chase dan Goldman Sachs memberikan pandangan penting prospek pasca-halving.
Sebagai salah satu momen paling penting dalam sejarah Bitcoin, halving ini memotong reward bagi para penambang Bitcoin menjadi setengah dari sebelumnya. Ini bukan hanya sebuah peristiwa teknis, tetapi juga simbol dari ketahanan jaringan Bitcoin dan keteguhan komunitasnya.
Para pengamat telah memberikan beragam prediksi tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. Namun, sorotan khusus jatuh pada pendapat dari institusi raksasa keuangan global seperti JP Morgan Chase & Co dan Goldman Sachs Group Inc.
Dua nama ini, yang sebelumnya mungkin meragukan atau bahkan menolak Bitcoin, sekarang memberikan pernyataan penting tentang masa depan mata uang digital ini.
Dikutip dari Coindesk, Jumat (19/4/2024) Bitcoin (BTC) telah menunjukkan penguatan yang signifikan sepanjang tahun ini.
Namun, analis JP Morgan memperingatkan bahwa sebagian dari reli yang biasanya terjadi setelah halving Bitcoin mungkin sudah terjadi lebih awal. Hal ini tercermin dari pelemahan saham-saham perusahaan penambangan Bitcoin menjelang halving.
Menurut laporan riset JP Morgan, total kapitalisasi pasar dari 14 perusahaan penambangan Bitcoin yang terdaftar di bursa AS turun 28% atau sebesar US$ 5,8 miliar, menjadi US$ 14,2 miliar, dari 31 Maret hingga 15 April. Semua saham perusahaan tersebut berkinerja lebih buruk dibandingkan Bitcoin dan kehilangan setidaknya 20% dari nilainya.
Pelemahan saham-saham perusahaan penambangan Bitcoin ini terjadi meskipun harga Bitcoin sendiri telah menguat 43% year to date dan 130% dalam enam bulan terakhir. JP Morgan mencatat bahwa hal ini menunjukkan sebagian dari reli yang biasanya terjadi setelah halving Bitcoin telah terjadi lebih awal.
JP Morgan memperkirakan bahwa halving Bitcoin akan meningkatkan volatilitas dan volume perdagangan baik di pasar Bitcoin maupun saham-saham perusahaan penambangan Bitcoin.
“Dengan halving Bitcoin yang sudah di depan mata, kami memperkirakan peningkatan volatilitas dan volume perdagangan baik di Bitcoin maupun saham-saham perusahaan penambangan,” ujar Analis JP Morgan, Reginald Smith dan Charles Pearce.
Baca Juga
Halving Bitcoin Sebentar Lagi, Apa yang Akan Terjadi Setelahnya?
Sementara raksasa perbankan investasi Goldman Sachs memperingatkan kliennya agar tidak terlalu banyak membaca siklus halving di masa lalu.
“Secara historis, tiga halving sebelumnya disertai dengan apresiasi harga BTC setelah halving, meskipun waktu yang dibutuhkan untuk mencapai titik tertinggi sepanjang masa berbeda secara signifikan. Kehati-hatian harus diambil terhadap ekstrapolasi siklus masa lalu dan dampak halving, mengingat masing-masing kondisi makro yang berlaku," kata tim Pendapatan Tetap, Mata Uang dan Komoditas (FICC) dan Ekuitas Goldman.
Menurut Goldman, penurunan separuh BTC adalah pengingat psikologis bagi investor akan terbatasnya pasokan BTC dan prospek jangka menengah bergantung pada penggunaan ETF.
Baca Juga
Sambut Bitcoin Halving, Akademi Crypto Sukses Gelar Event Crypto Terbesar Dunia

