Prabowo Terima Tony Blair di Kertanegara, Bahas Perkembangan Strategis Global
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menerima mantan Perdana Menteri (PM) Inggris, Tony Blair di kediaman pribadinya di Kertanegara, Jakarta, Senin (6/7/2026) malam. Pertemuan tersebut berlangsung seusai Presiden Prabowo mengantarkan keberangkatan Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong dan menjemput PM India Narendra Modi di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, pertemuan Prabowo dan Tony Blair yang telah berkawan lama berlangsung hangat dan menjadi momen bernostalgia.
“Pertemuan tersebut berlangsung hangat di kediaman pribadinya di Kertanegara, Jakarta. Pertemuan antara dua kawan lama ini menjadi momen penting untuk bernostalgia sekaligus bersilaturahmi,” kata Seskab Teddy dalam keterangannya, Selasa (7/7/2026).
Baca Juga
Gelar Upacara Kenegaraan, Prabowo Sambut PM India Narendra Modi di Istana Merdeka
Selain mempererat silaturahmi, Seskab Teddy menyampaikan pertemuan tersebut juga dimanfaatkan kedua tokoh untuk saling bertukar pandangan. Termasuk mengenai perkembangan isu global.
“Dalam kesempatan tersebut, keduanya juga saling berbagi pandangan mengenai berbagai perkembangan strategis global,” katanya.
Tony Blair merupakan salah satu tokoh dunia yang memiliki pengalaman panjang dalam kepemimpinan global. Tony Blair pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris Raya selama tiga periode berturut-turut, mulai dari tahun 1997 hingga 2007.
Pertemuan antara Presiden Prabowo dan Tony Blair mencerminkan komitmen pemerintah untuk terus membangun komunikasi dengan para pemimpin dan tokoh internasional. Melalui pertemuan Prabowo dan Tony Blair ini, Indonesia dapat memperluas jejaring kerja sama serta meningkatkan posisi di kancah internasional.
Baca Juga
Kemenkomdigi Gandeng Tony Blair Institute Percepat Program 9 Juta Talenta Digital
“Melalui pertemuan strategis seperti ini, pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat hubungan dengan berbagai pemimpin dan tokoh internasional guna meningkatkan posisi serta daya saing Indonesia di kancah global,” katanya.
