Manfaatkan Berkah Pajak Semikonduktor, Korea Selatan Bentuk “Future Fund”
Poin Penting
|
SEOUL, Investortrust.id -- Pemerintah Korea Selatan berencana mendirikan lembaga dana masa depan (Future Fund) khusus yang bersumber dari tambahan pendapatan pajak hasil lonjakan industri semikonduktor.
Langkah strategis ini digelar demi mendanai berbagai sektor penggerak pertumbuhan baru, memberikan dukungan nyata bagi generasi muda, serta memperkuat berbagai upaya dalam mengatasi masalah pelebaran jurang kesenjangan sosial yang kian melebar di negara tersebut.
Dalam sebuah pertemuan antara pemerintah dan partai berkuasa, Partai Demokrat, Kepala Staf Kepresidenan Kang Hoon-sik menyampaikan bahwa pemerintahann Presiden Lee Jae Myung akan memanfaatkan dana yang dinamakan "Future Response Fund" tersebut. Dana ini nantinya bakal dialokasikan secara terukur untuk membantu pembiayaan sejumlah proyek investasi nasional skala besar, sekaligus memperkokoh daya saing jangka panjang Negeri Gingseng ini di kancah internasional.
"Di titik kritis yang akan menentukan masa depan Korea Selatan, kita tidak boleh menyia-nyiakan tambahan pendapatan pajak yang dihasilkan oleh lonjakan semikonduktor dan faktor lainnya," ujar Kang Hoon-sik saat memberikan penegasan mengenai urgensi pemanfaatan momentum ekonomi seperti dikutip CAN News, Minggu (5/7/2026).
Lebih lanjut, Kang Hoon-sik menjelaskan bahwa dana masa depan tersebut bakal dioptimalkan untuk menyokong tiga "mega proyek" utama yang tengah digodok oleh pemerintah.
Selain dicanangkan untuk menciptakan basis pertumbuhan baru, dana ini juga diproyeksikan sebagai instrumen responsif dalam menghadapi fenomena polarisasi ekonomi “kurva K" (K-Shaped), sekaligus menyediakan bantuan perumahan, modal usaha rintisan, hingga peluang kerja bagi masyarakat yang berada di rentang usia 20-an dan 30-an tahun.
Baca Juga
Sambil Santap Chimaek di Seoul, CEO Nvidia dan Bos SK Group Korea Matangkan Rencana Kolaborasi Chip
Polarisasi ekonomi K Shaped merupakan fenomena ketika pertumbuhan ekonomi suatu negara tidak dirasakan secara merata oleh masyarakatnya.
Ia menyebut proposal pembentukan dana ini sebagai sebuah batu penjuru yang penting demi merealisasikan target besar Presiden Lee Jae Myung, yaitu memosisikan Korea Selatan agar menjadi negara yang tidak dapat digantikan di tingkat global. Terkait hal tersebut, dirinya mendesak adanya koordinasi yang solid antara jajaran eksekutif pemerintah dan partai yang berkuasa agar regulasi ini dapat bergerak cepat di tingkat parlemen.
Pernyataan dari pihak kepresidenan ini mencuat hanya berselang beberapa hari setelah Presiden Lee Jae Myung meluncurkan tiga proyek industri skala besar di seluruh penjuru negeri yang berpusat pada sektor semikonduktor, kecerdasan artifisial (AI), serta pembangunan pusat data terpadu (data center).
Proyek raksasa ini didukung penuh oleh rencana investasi bernilai ratusan miliar dolar yang digelontorkan secara kolaboratif oleh Samsung Electronics, SK Hynix, serta sejumlah lembaga kedinasan milik pemerintah.
Melalui penerapan strategi nasional tersebut, Korea Selatan berambisi kuat untuk memperkokoh dominasi global mereka dalam industri chip dan ekosistem terkait AI. Di samping itu, proyek ini juga membawa misi pemerataan ekonomi demi mendorong geliat pertumbuhan daerah di luar kawasan metropolitan Seoul yang selama ini dinilai terlalu padat.
Sejalan dengan agenda besar tersebut, Perdana Menteri Han Sung-sook menyatakan bahwa rangkaian proyek ini berpotensi besar untuk menjelma menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang baru apabila pemerintah, partai penguasa, dan sektor swasta dapat bekerja secara sinergis sebagai satu tim yang utuh. Ia menggambarkan peta jalan ini sebagai strategi jangka panjang 30 tahun ke depan yang mengintegrasikan sektor semikonduktor, AI, pusat data, hingga kecerdasan artifisial, demikian diberitakan ChannelNewsAsia.
