Lowongan Kerja AS Turun Tajam, Hanya Bertambah 57.000 pada Juni
Poin Penting
|
WASHINGTON, investortrust.id — Pertumbuhan lapangan kerja Amerika Serikat melambat drastis pada Juni, menandakan pasar tenaga kerja mulai kehilangan momentum setelah bertahan cukup kuat sepanjang tahun. Data tersebut sekaligus memperkuat keyakinan investor bahwa Federal Reserve belum memiliki alasan mendesak untuk kembali menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.
Baca Juga
Payroll AS Lampaui Ekspektasi, tapi Sinyal Pelemahan Ekonomi Mulai Membayangi
Biro Statistik Tenaga Kerja (Bureau of Labor Statistics/BLS), Kamis (2/7/2026), melaporkan bahwa nonfarm payrolls hanya bertambah 57.000 pekerjaan selama Juni setelah disesuaikan secara musiman.
Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan tambahan 129.000 pekerjaan pada Mei—yang juga direvisi turun—serta berada di bawah konsensus ekonom yang disurvei Dow Jones sebesar 115.000.
Meski demikian, tingkat pengangguran justru turun menjadi 4,2% dari 4,3%, sedikit lebih tinggi dibandingkan level 4,1% pada periode yang sama tahun lalu.
Penurunan tingkat pengangguran itu bukan sepenuhnya mencerminkan kondisi pasar tenaga kerja yang lebih kuat. Penyebab utamanya adalah merosotnya tingkat partisipasi angkatan kerja sebesar 0,3 poin persentase menjadi 61,5%, level terendah sejak Maret 2021.
Survei rumah tangga BLS menunjukkan jumlah penduduk yang bekerja menyusut sekitar 507.000 orang selama Juni. Ukuran pengangguran yang lebih luas - mencakup pekerja paruh waktu karena alasan ekonomi dan mereka yang putus asa mencari pekerjaan - turun menjadi 7,9% dari 8,1%.
Revisi Data
Laporan terbaru juga memperlihatkan revisi signifikan terhadap data bulan-bulan sebelumnya.
Pertambahan pekerjaan Mei dipangkas sebanyak 43.000, sedangkan April direvisi turun 31.000 menjadi 148.000. Revisi tersebut memperlihatkan bahwa laju penciptaan lapangan kerja selama beberapa bulan terakhir sebenarnya lebih lemah dibandingkan perkiraan sebelumnya.
Di sisi pendapatan, upah rata-rata per jam naik 0,3% dibanding bulan sebelumnya dan meningkat 3,5% secara tahunan, sesuai ekspektasi pasar.
Ditopang Sektor Jasa
Kontributor terbesar penciptaan lapangan kerja berasal dari sektor jasa profesional dan bisnis yang menambah 36.000 pekerjaan.
Sektor bantuan sosial menciptakan 25.000 pekerjaan baru, sementara layanan kesehatan bertambah 22.000, meski pertumbuhannya lebih lambat dibandingkan tren historis.
Pemerintah menambah sekitar 8.000 tenaga kerja. Sebaliknya, sektor rekreasi dan perhotelan kehilangan 61.000 pekerjaan. BLS menyebut pelemahan tersebut disebabkan perekrutan musiman yang lebih rendah dari biasanya. Sebelumnya, sejumlah analis memperkirakan penyelenggaraan Piala Dunia akan memberikan tambahan sekitar 40.000 pekerjaan.
Kebijakan Suku Bunga
Data tenaga kerja yang lebih lemah segera memengaruhi pasar keuangan. Kontrak berjangka saham AS menguat, sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah turun. Yield Treasury tenor dua tahun, yang sensitif terhadap kebijakan moneter, turun sekitar 3,5 basis poin menjadi 4,13%.
Baca Juga
Sinyal The Fed Guncang Pasar, Ini 5 Pesan Penting dari Rapat Perdana Era Kevin Warsh
Kepala Strategi Global Principal Asset Management, Seema Shah, mengatakan perlambatan payroll menggugurkan narasi bahwa pasar tenaga kerja kembali menguat.
"Perlambatan pertumbuhan payroll memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve tidak berada di bawah tekanan untuk kembali memperketat kebijakan moneternya," ujarnya, seperti dikutip CNBC.
Sementara itu, Ketua Federal Reserve Kevin Warsh sehari sebelumnya masih menggambarkan kondisi pasar tenaga kerja "stabil" sembari menegaskan prioritas bank sentral tetap membawa inflasi kembali ke target 2%.
Inflasi masih bertahan di atas target tersebut dalam beberapa tahun terakhir, dipengaruhi kenaikan harga energi akibat konflik Iran serta dampak kebijakan tarif impor.
Ekonom Senior Jefferies, Thomas Simons, menilai laporan ini cukup ideal bagi The Fed. "Pertumbuhan pekerjaan masih cukup untuk menjaga tingkat pengangguran tetap stabil dan kenaikan upah tidak menunjukkan percepatan. Tidak ada alasan mendesak bagi The Fed untuk segera menaikkan suku bunga," katanya.
Pelaku pasar kini memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga sepanjang musim panas. Berdasarkan CME FedWatch, kemungkinan kenaikan suku bunga pada September praktis menghilang, sementara peluang kenaikan pada Oktober juga mulai berkurang.
Di sisi lain, klaim awal tunjangan pengangguran turun tipis menjadi 215.000 pada pekan yang berakhir 27 Juni, lebih rendah dari perkiraan pasar sebesar 220.000, menunjukkan pasar tenaga kerja belum mengalami pelemahan yang ekstrem.
