Jual Alat Pertahanan ke Taiwan, China Sanksi 5 Produsen Produk Militer AS
JAKARTA, Investortrust.id - China akan memberlakukan sanksi terhadap lima manufaktur militer AS sebagai respons terhadap penjualan senjata kepada Taiwan, demikian disampaikan juru bicara kementerian luar negeri China, Minggu (7/1/2024).
Selama ini langkah penjualan senjata AS kepada Taiwan sering menjadi sumber masalah antara Washington dan Beijing. China menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, dan klaim ini ditolak oleh pemerintah Taiwan.
Sanksi dilansir pemerintah China menjelang pemilihan presiden dan parlemen Taiwan pada 13 Januari. Bagi pemerintah China daratan, pemilu pada pekan depan dianggap sebagai pilihan antara perang dan perdamaian oleh Taiwan.
Sebelumnya diberitakan bahwa Departemen Luar Negeri AS pada Desember 2023 lalu telah menyetujui penjualan peralatan pertahanan senilai US$300 juta untuk membantu memelihara sistem informasi taktis Taiwan.
Juru bicara China tersebut dalam sebuah pernyataan menyebutkan bahwa penjualan senjata terbaru "secara serius akan merusak kedaulatan dan kepentingan keamanan China, sangat membahayakan perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan," demikian seperti dilansir Channelnewsasia.com.
Perusahaan yang akan dikenai sanksi oleh China adalah BAE Systems Land and Armaments, Alliant Techsystems Operations, AeroVironment, Viasat, dan Data Link Solutions.
China akan membekukan aset perusahaan-perusahaan tersebut dan melarang individu atau organisasi di China untuk terlibat dengan mereka, demikian kata sang juru bicara.
Sementara itu Kedutaan Besar AS di Beijing belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

