Top! S&P 500 Kembali Pecahkan Rekor ‘All Time High’
NEW YORK, Investortrust.id – Pasar saham Amerika Serikat (AS) menguat pada penutupan Kamis waktu AS atau Jumat (26/01/2024).
Baca Juga
Wall Street Mayoritas Menguat, Reli Saham Teknologi Dorong S&P 500 Cetak Rekor Tertinggi Baru
Indeks S&P 500 naik untuk hari keenam berturut-turut di tengah kemerosotan sajam Tesla, namun terbantu data PDB yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Indeks S&P 500 naik 0,53% menjadi 4,894.16, meraih rekor penutupan sepanjang masa lainnya. Dow Jones Industrial Average bertambah 242,74 poin, atau 0,64%, menjadi 38.049,13. Nasdaq Composite naik hanya 0,18% menjadi 15.510,50, terbebani oleh anjloknya saham Tesla.
Meskipun kenaikannya tidak terlalu besar pada hari Kamis, Nasdaq yang sarat teknologi telah mengungguli minggu ini, diperkirakan berakhir naik 1,3%. S&P 500 telah naik 1,1%, sedangkan blue-chip Dow naik 0,5% pada minggu ini.
Baik S&P 500 dan Nasdaq berakhir lebih tinggi selama enam hari perdagangan terakhir. Indeks acuan S&P 500 ditutup pada rekor tertinggi selama lima sesi berturut-turut, rekor terpanjang sejak November 2021.
Data produk domestik bruto menunjukkan ekonomi AS tumbuh sebesar 3,3% pada kuartal keempat. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan ekspektasi 2% dari para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones, yang menggarisbawahi berlanjutnya ketahanan ekonomi meskipun ada kenaikan suku bunga dari Federal Reserve.
Baca Juga
Laporan hari Kamis juga mencakup data yang menggembirakan mengenai inflasi. Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi mencatat kenaikan triwulanan sebesar 2% ketika tidak termasuk makanan dan energi, yang merupakan ukuran inti yang disukai The Fed ketika menilai inflasi. Inflasi umum hanya meningkat 1,7%.
“Itu adalah gabungan data yang sangat sehat,” kata Kevin Gordon, ahli strategi investasi senior di Charles Schwab, seperti dikutip CNBC internasional. Ia mengibaratkan, ini mendekati nirwana bagi The Fed dalam mencari pertumbuhan non-inflasi.
Namun, aksi jual di Tesla, favorit investor ritel, membebani pasar. Sahamnya anjlok lebih dari 12% setelah pembuat kendaraan listrik itu membukukan hasil kuartal keempat yang mengecewakan dan memperingatkan pertumbuhan volume kendaraan yang lebih rendah pada tahun 2024.
Di sisi lain, IBM melonjak lebih dari 9% setelah perusahaan teknologi tersebut membukukan laba yang disesuaikan dan pendapatan yang mengalahkan prediksi analis.
Lebih dari seperlima perusahaan S&P 500 telah melaporkan keuangan pada musim pendapatan ini, menurut FactSet. Hampir 74% di antaranya telah melampaui ekspektasi Wall Street, menurut data perusahaan.
Baca Juga
Saham Teknologi Topang Wall Street, Indeks S&P 500 Kembali Tembus Rekor

