Warga China Ini Jadi Warga Asing Pemilik Lahan Terbesar di AS
JAKARTA, Investortrust.id - Seorang warga negara China yang memulai kerajaan bisnisnya dari sebuah game online belakangan melesat menjadi salah satu pemilik lahan di AS terluas, dengan status pemilik lahan non residen AS.
Adalah Chen Tianqiao, kini tercatat memiliki 80.127 hektare lahan hutan di Oregon, menjadikannya pemilik properti terbesar ke-82 di negeri Paman Sam, berdasarkan peringkat terbaru yang dibuat Land Report dan dikutip Bloomberg, Rabu (10/1/2024). Ia hanya kalah dari keluarga Irving dari Kanada yang berada di peringkat ke-6 dalam daftar Land Report dengan lahan hutan yang dimiliki seluas 1,2 juta hektare di Maine.
Chen, yang kini berusia 50 tahun, memperoleh lahan tersebut dari Fidelity National Financial Ventures seharga US$85 juta pada tahun 2015. Catatan pajak Oregon bulan lalu mengungkapkan nama pemilik atas nama Shanda Asset Management, sama dengan namagrup usaha milik Chen yang berbasis di Singapura.
Kepemilikan warga asing atas tanah AS yang utamanya untuk lahan pertanian sejauh ini telah menjadi isu politik yang sensitif dalam beberapa tahun terakhir. Menurut data Departemen Pertanian AS yang terbaru, sekitar 40 juta hektare tanah pertanian Amerika kini dimiliki oleh warga non-AS pada tahun 2021. Jika dilihat dari sisi asal negara warga asing pemilik lahan, pemilik asal China sejatinya hanya mengambil porsi 0,03% dari seluruh tanah pertanian AS.
Sebelumnya diberitakan beberapa anggota parlemen telah mendorong aturan nasional yang membatasi investasi asing dalam kepemilikan properti pertanian Amerika. Senat AS pada bulan Juli 2023 lalu memutuskan untuk melarang penjualan tanah pertanian kepada orang atau entitas dari China, Rusia, Iran, dan Korea Utara. Namun keputusan tersebut akhirnya tidak ditandatangani menjadi undang-undang, karena hampir separuh dari seluruh negara bagian sudah menetapkan batasan bagi kepemilikan asing.
Chen diri adalah penduduk asli Provinsi Zhejiang. Ia mendirikan perusahaan game online Shanda Interactive pada tahun 1999. Berikutnya dalam waktu lima tahun perusahaan tersebut berkembang menjadi salah satu perusahaan internet terbesar di China dan terdaftar di bursa Nasdaq di AS. Chen selanjutnya membuat perusahaan go private pada tahun 2012, dan memindahkan markas besar grup dari China ke Singapura.
Investasinya Shanda Interactive mencakup ekuitas publik dan swasta, modal ventura, dan real estat.
Sekadar catatan saja, pemilik tanah terbesar di AS adalah keluarga Emmerson, pemilik kerajaan hutan Sierra Pacific Industries, diikuti oleh miliarder John Malone, Ted Turner, dan Stan Kroenke.

