Elon Musk Cetak Sejarah! Kekayaan US$ 1,1 Triliun Setara 7,3 Kali Market Cap BEI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Elon Musk mencatat sejarah baru sebagai orang pertama di dunia yang memiliki kekayaan lebih dari US$ 1,1 triliun pada 12 Juni, setelah perusahaan antariksa SpaceX resmi melantai di bursa saham.
Nilai kekayaan Elon Musk tersebut setara dengan 7,33 kali nilai kapitalisasi pasar (market cap) Bursa Efek Indonesia (BEI) bernilai US$ 150 miliar. Nilai kekayaan tersebut juga setara dengan 4,7 kali APBN Indonesia tahun 2026 berkisar US$ 232,89 miliar.
Berdasarkan data penutupan perdagangan saham Nasdaq, saham SpaceX melonjak 19% pada penutupan perdagangan Jumat (12/6/2026) waktu setempat. Hal ini mendorong valuasi perusahaan mencapai sekitar US$ 2,1 triliun. Dilansir CNBC, saham dengan kode SPCX itu dibuka pada harga US$ 150 per saham setelah sebelumnya ditawarkan kepada investor pada harga IPO saham sebesar US$135. Musk diketahui memiliki sekitar 38% saham perusahaan tersebut, termasuk opsi kepemilikan saham.
Baca Juga
Debut IPO Terbesar Global, SpaceX Melesat 19% di Hari Pertama Perdagangan
Lonjakan valuasi SpaceX menjadi faktor utama yang mendorong kekayaan Musk menembus level US$ 1,1 triliun atau bertambah US$ 61,2 miliar dalam sehari berdasarkan data Forbes.
Nilai kekakyaan Elon Musk jauh di atas Larry Page, pendiri Google dan orang terkaya dua di dunia, dengan nilai kekayaan US$ 294,1 miliar dan Sergey Brin, pendiri Google, dengan nilai kekayaan hanya US$ 271,3 miliar.
Selama ini, sebagian besar kekayaan Musk berasal dari kepemilikannya di SpaceX dan produsen mobil listrik Tesla. Musk merupakan salah satu pendiri tujuh perusahaan, termasuk Tesla, SpaceX, dan perusahaan kecerdasan buatan xAI.
SpaceX didirikan pada 2002 dan pada Februari lalu mengakuisisi xAI dalam transaksi yang memberikan valuasi gabungan perusahaan sebesar US$1,25 triliun. Sebelumnya, platform media sosial Twitter yang diakuisisi Musk pada 2022 telah digabungkan ke dalam xAI hampir setahun sebelum transaksi tersebut.
Baca Juga
Saham Big Caps Mengamuk, IHSG Catat Kenaikan Mingguan Tertinggi di Dunia
Selain SpaceX, Musk juga memiliki sekitar 10% saham Tesla, perusahaan yang pertama kali didukungnya pada 2004 dan dipimpinnya sebagai Chief Executive Officer (CEO) sejak 2008. Ia juga memiliki opsi untuk menambah kepemilikan sekitar 8% saham Tesla.
Di luar SpaceX dan Tesla, Musk masih memiliki kepemilikan di sejumlah perusahaan teknologi lainnya yang didirikannya, termasuk perusahaan terowongan bawah tanah The Boring Company dan perusahaan implan otak Neuralink.
Dengan pencapaian tersebut, Musk menjadi individu pertama yang berhasil menembus tonggak kekayaan US$1 triliun, didorong oleh lonjakan valuasi bisnis teknologi, antariksa, kecerdasan buatan, dan kendaraan listrik yang berada di bawah kendalinya
