Hasina Dipastikan Kembali Menangkan Pemilu Bangladesh
JAKARTA, Investortrust.id – Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina dipastikan mampu mengamankan masa jabatan keempatnya secara berturut-turut sebagai perdana menteri pasca kemenangan secara absolut akibat langkah boikot oleh partai politik rivalnya di pemilu yang berlangsung Minggu (7/1/2024).
Pada hasil survey yang sebagian mulai dilansir Senin (8/1/2024), Partai Liga Awami berhasil memenangkan 165 kursi dari 224 kursi yang diperebutkan pada pemilu kemarin. Sementara itu sisa kursi lainnya belum diumumkan secara tidak resmi oleh Komisi Pemilihan Umum setempat.
Sementara itu rival utama Liga Awami, Partai Nasionalis Bangladesh (Bangladesh Nationalist Party/BNP), menetapkan Langkah boikot pada pemilu tahun ini setelah Hasina menolak permintaan mereka untuk mengundurkan diri, dan memperkenankan otoritas netral untuk menjadi penyelenggara pemilu. BNP pernah menjadi peserta pemilu pada pemilihan tahun 2018, namun mulai melakukan boikot pada tahun 2014.
BNP menggelar mogok kerja selama dua hari di seluruh negeri pada Minggu, mendesak masyarakat untuk mengabaikan pemilu.
Atas langkah boikot tersebut, Hasina selaku incumbent menuduh pihak oposisi telah mendorong aksi protes anti pemerintah yang telah mengguncang Dhaka sejak Oktober 2023 silam, dan menewaskan sedikitnya 14 orang.
Sejauh ini masyarakat Bangladesh memang mengabaikan pemilu pada hari Minggu yang diisi oleh aksi kekerasan. Akibatnya hanya 40% dari masyarakat yang berpartisipasi pada pemilu tahun ini. Ketua Komisi Pemilu Bangladesh Kazi Habibul Awal membandingkan dengan partisipasi publik pada pemilu sebesar 80% di tahun 2018.
Baca Juga
4 Tewas Akibat Kebakaran Kereta di Bangladesh, Diduga Kuat Hasil Sabotase
Selama ini Hasina dinilai telah mampu membangkitkan perekonomian Bangladesh lewat fokus pengembangan di industri garmen. Namun di sisi lain ia juga dipandang otoriter, pelanggar HAM, dan memberangus kebebasan berbicara.
Sementara itu perekonomian Bangladesh perlahan mengalami penurunan pascaperang Rusia – Ukraina yang mendorong peningkatan impor bahan bakar dan produk pangan. Kondisi tersebut memaksa Bangladesh meminta bail out dari Dana Moneter Internasional (IMF) untuk utang sebesar US$4,7 miliar, demikian dilaporkan Reuters.

