Pasar AS Mayoritas Menguat, Saham Teknologi Dongkrak Wall Street
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Bursa saham Amerika Serikat (AS) mayoritas menguat pada perdagangan Senin waktu AS atau Selasa (9/6/2026) WIB. Indeks S&P 500 dan Nasdaq berhasil menguat setelah sektor semikonduktor bangkit dari aksi jual besar-besaran yang mengguncang pasar pada akhir pekan lalu.
Indeks S&P 500 naik 0,30% ke 7.405,73, sedangkan Nasdaq Composite menguat 0,86% menjadi 25.929,66. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average turun tipis 80,77 poin atau 0,16% ke level 50.786,01.
Baca Juga
Saham Teknologi di Wall Street Berguguran, Nasdaq Terjun Bebas, Dow Anjlok Hampir 700 Poin
Kebangkitan pasar dipimpin oleh saham-saham teknologi, khususnya produsen chip yang sebelumnya mengalami koreksi tajam. Saham Micron Technology melonjak hampir 10% setelah anjlok 13% pada Jumat lalu. Penguatan juga terjadi pada saham Nvidia dan Broadcom yang menjadi motor utama reli kecerdasan buatan (AI) sepanjang tahun ini.
Pada Jumat sebelumnya, Nasdaq sempat merosot 4,2%, penurunan harian terbesar sejak April 2025, akibat aksi ambil untung investor yang khawatir valuasi saham semikonduktor telah terlalu mahal di tengah ketidakpastian ekonomi global.
ETF sektor semikonduktor iShares Semiconductor ETF bahkan bangkit hampir 6% pada Senin setelah sebelumnya anjlok 10%, yang merupakan penurunan harian terburuk dalam lebih dari enam tahun.
Sentimen negatif dari Wall Street sempat menjalar ke Asia. Indeks Kospi Korea Selatan merosot lebih dari 8%, sementara Nikkei 225 Jepang turun 3,85%. Bursa Eropa juga ditutup sedikit lebih rendah.
Selain faktor teknologi, investor juga mencermati perkembangan konflik Timur Tengah. Ketegangan kembali meningkat setelah Iran meluncurkan serangan rudal ke Israel sebagai respons atas kebijakan AS dan operasi Israel di Lebanon.
Baca Juga
Iran Hentikan Serangan ke Israel, Gejolak Harga Minyak Mereda
Israel kemudian melakukan serangan balasan terhadap sistem pertahanan strategis Iran. Namun pasar mulai tenang setelah Presiden Donald Trump menyatakan kedua negara tengah mengupayakan gencatan senjata dan proses negosiasi masih berlangsung.
Kementerian Luar Negeri Iran selanjutnya mengumumkan bahwa operasi militernya terhadap Israel telah dihentikan, meskipun Teheran memperingatkan serangan dapat kembali dilakukan apabila Israel melanjutkan operasi di Lebanon.
Perkembangan tersebut membantu meredakan kekhawatiran investor. Harga minyak yang sempat melonjak tajam akhirnya bergerak turun dari level tertinggi intraday meskipun masih ditutup menguat.
Direktur Investasi U.S. Bank Asset Management, William Northey, mengatakan pasar saat ini terus menimbang antara risiko geopolitik dan kekuatan fundamental ekonomi Amerika Serikat.
Menurut dia, ketahanan konsumsi masyarakat, belanja modal perusahaan, dan kinerja laba korporasi sejauh ini masih lebih dominan dibanding dampak konflik Timur Tengah terhadap sentimen pasar.
“Fundamental yang kuat yang ada di AS – berdasarkan kekuatan konsumen, pengeluaran modal, siklus pendapatan perusahaan – sebagian besar telah mengimbangi risiko yang terkait dengan konflik Timur Tengah,” beber Northey, seperti dikutip CNBC.
Namun Northey mengingatkan bahwa apabila konflik berlangsung lebih lama, risiko inflasi energi dapat meningkat dan mulai mengganggu aktivitas ekonomi global.
Dalam beberapa hari mendatang, perhatian investor akan tertuju pada rilis data inflasi AS yang menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Selain itu, pasar juga menantikan debut publik perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, yang dijadwalkan berlangsung Jumat dan diperkirakan menjadi salah satu penawaran saham terbesar dalam sejarah Wall Street.
Kepala Strategi Pasar Ritholtz Wealth Management, Callie Cox, mengatakan IPO raksasa sering kali menjadi indikator penting sentimen pasar. Menurutnya, investor kini menghadapi pertanyaan besar apakah antusiasme terhadap AI masih mampu mendorong reli pasar lebih lanjut atau justru menandai fase puncak euforia yang biasanya muncul menjelang perubahan siklus pasar.

