Mantan CEO Naver, Han Seong-sook Ditunjuk Jadi Perdana Menteri Korea Selatan
Poin Penting
|
SEOUL, Investortrust.id – Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung secara resmi menunjuk Han Seong-sook sebagai perdana menteri baru. Penunjukan Menteri Usaha Kecil, Menengah (UKM), dan Startup tersebut diumumkan langsung oleh pihak Istana Kepresidenan atau Blue House pada Minggu (7/6/2026). Jika nantinya berhasil mendapatkan persetujuan dari parlemen, Han akan mengukir sejarah baru sebagai perdana menteri perempuan pertama di Korea Selatan dalam dua dekade terakhir.
Kepala Staf Kepresidenan Korea Selatan, Kang Hoon-sik, dalam sebuah taklimat media menyampaikan bahwa Han Seong-sook merupakan sosok yang ideal untuk menakhodai agenda besar negara. Mantan Chief Executive Officer (CEO) dari raksasa internet Korea Selatan, Naver, tersebut memang diproyeksikan untuk memimpin transformasi kecerdasan buatan (AI) di seantero negeri.
Latar belakangnya yang kuat di industri teknologi dan pemerintahan dinilai menjadi modal besar dalam menghadapi tantangan modern.
Pemerintah optimistis bahwa penunjukan ini akan membawa dampak positif yang merata bagi seluruh lapisan ekonomi. Terkait hal tersebut, Kang Hoon-sik menjelaskan visi strategis di balik keputusan presiden ini. "Han akan mampu mengubah pertumbuhan ekonomi Korea Selatan, yang didorong oleh lonjakan sektor semikonduktor dan peningkatan ekspor, menjadi pertumbuhan inklusif yang menjangkau semua orang, termasuk usaha kecil dan menengah," ujar Kang dikutip ChannelNewsAsia.
Langkah berani ini diambil di tengah situasi dunia yang penuh dengan ketidakpastian.
Presiden Lee Jae Myung menegaskan bahwa kapabilitas Han sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas domestik sekaligus bersaing di kancah global. Kang Hoon-sik menambahkan bahwa Presiden Lee telah "menilai nominasi Han sebagai orang yang tepat untuk bertanggung jawab atas pertumbuhan dan mata pencaharian masyarakat pada saat negara menghadapi transisi strategis utama yang didorong oleh inovasi AI dan krisis global yang kompleks".
Momentum pengumuman nominasi ini sendiri terjadi tepat setelah partai pimpinan Presiden Lee meraih kemenangan besar dan mendominasi pemilihan lokal pada hari Rabu lalu. Kendati demikian, pencapaian tersebut sedikit ternoda karena Partai Demokrat yang mengusung pemerintah harus menelan kekalahan dari pihak oposisi dalam perebutan kursi Wali Kota Seoul yang sangat bergengsi.
Di sisi lain, pelaksanaan pesta demokrasi lokal tersebut juga sempat memicu kontroversi nasional akibat terjadinya kekurangan surat suara yang berdampak pada 50 tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh negeri. Insiden teknis yang krusial ini berbuntut panjang hingga memicu pengunduran diri dari ketua badan pengawas pemilu negara sebagai bentuk pertanggungjawaban publik.
Baca Juga
Saran Ekonom untuk PT DSI: Tiru Profesionalisme China-Korea, Hindari Model Monopoli Afrika
Meskipun pencalonan Han Seong-sook masih harus melewati mekanisme pemungutan suara dan persetujuan di parlemen, proses konfirmasi diprediksi akan berjalan mulus. Hal ini dikarenakan partai penguasa saat ini memegang mayoritas kursi di Majelis Nasional yang beranggotakan 300 orang, dengan catatan tidak ada skandal etika berat atau masalah personal yang muncul selama proses uji kelayakan.
Apabila proses verifikasi berjalan lancar dan Han resmi dikonfirmasi oleh parlemen, perempuan berusia 58 tahun ini akan tercatat sebagai wanita kedua dalam sejarah Korea Selatan yang berhasil menduduki posisi perdana menteri. Sosok perdana menteri perempuan pertama di negara tersebut dipegang oleh Han Myeong-sook yang menjabat pada periode tahun 2006 hingga 2007 silam.
Sementara itu, suksesi kepemimpinan ini juga membuka jalan bagi dinamika politik baru di internal partai penguasa. Perdana Menteri yang saat ini tengah menjabat dan akan segera purnatugas, Kim Min-seok, secara luas diperkirakan akan langsung mengalihkan fokusnya untuk maju bertarung dalam bursa pemilihan kursi ketua umum Partai Demokrat yang sedang berkuasa.

