Bursa Asia Menguat meski Dibayangi Ketegangan Geopolitik Timteng, Nikkei 225 Jepang Tembus Rekor
Poin Penting
|
TOKYO, investortrust.id – Pasar saham Asia-Pasifik dibuka menguat pada perdagangan Rabu (3/6/2026), meskipun ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih membayangi pasar global. Bursa Jepang memimpin dan mencatatkan rekor tertinggi baru.
Baca Juga
Bursa Eropa 'Rebound', Investor Cermati Geopolitik Timur Tengah dan Ukraina
Dikutip dari CNBC, indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,91%, sedangkan indeks Topix bertambah 0,93%. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 menguat 0,32%.
Sebaliknya, kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong bergerak lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya, sementara pasar Korea Selatan tutup karena hari libur nasional.
Kinerja positif tersebut menunjukkan investor masih memilih fokus pada prospek ekonomi dan pendapatan perusahaan dibandingkan risiko geopolitik yang terus berkembang.
Konflik Iran
Perhatian pasar tetap tertuju pada perkembangan konflik Iran.
Dalam kesaksiannya di hadapan Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS, Menteri Luar Negeri Marco Rubio menuduh Iran telah memasang ranjau di sebagian besar wilayah Selat Hormuz.
“Mereka menyerang kapal-kapal komersial dan telah menanam ranjau di sebagian besar Hormuz, yang merupakan perairan internasional,” kata Rubio.
Pernyataan itu menjadi penampilan pertamanya di Kongres sejak pecahnya perang Iran pada 28 Februari lalu.
Seorang pejabat Gedung Putih juga mengatakan Pentagon telah menghancurkan puluhan ranjau serta lebih dari 40 kapal penebar ranjau milik Iran.
Tuduhan tersebut memperkuat kekhawatiran bahwa jalur perdagangan energi global belum akan kembali normal dalam waktu dekat.
Pasar Energi Tetap Waspada
Sebelum perang pecah, sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz. Karena itu, setiap perkembangan di wilayah tersebut langsung memengaruhi harga energi global.
Kontrak minyak WTI untuk pengiriman Juni naik 1,16% menjadi US$94,92 per barel, sementara Brent bertahan di sekitar US$96 per barel.
Meski harga energi masih tinggi, investor saham tampaknya percaya bahwa konflik tidak akan berkembang menjadi perang regional yang lebih luas dalam waktu dekat.
Efek Wall Street
Sentimen positif Asia juga mendapat dukungan dari Wall Street yang kembali mencetak sejarah pada perdagangan Selasa.
Indeks S&P 500 naik 0,13% dan ditutup di atas level 7.600 untuk pertama kalinya. Dow Jones menguat 228,91 poin, sedangkan Nasdaq Composite naik tipis 0,03%.
Baca Juga
Wall Street Pecah Rekor Lagi, Dow Melonjak Lebih 200 Poin, S&P 500 Tembus 7.600 Pertama Kali
Reli tersebut terutama didorong optimisme terhadap sektor kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor yang terus menjadi motor utama pasar saham global.
Meski demikian, analis memperingatkan bahwa ketidakpastian mengenai negosiasi AS-Iran dan masa depan Selat Hormuz tetap menjadi risiko terbesar yang dapat memicu gejolak baru di pasar keuangan dunia dalam beberapa pekan mendatang.

