Saham Teknologi Meroket, Wall Street Pesta Rekor Lagi
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham Amerika Serikat (AS) kembali mencetak rekor baru pada perdagangan Kamis waktu AS atau Jumat (29/5/2026) WIB, dipimpin reli saham teknologi setelah optimisme terhadap sektor kecerdasan buatan (AI) kembali menguat.
Indeks S&P 500 naik 0,58% menjadi 7.563,63, sedangkan Nasdaq Composite melonjak 0,91% ke level 26.917,47. Keduanya juga sempat menyentuh rekor intraday tertinggi sepanjang sejarah. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average ditutup naik tipis 0,05% di level 50.668,97.
Baca Juga
Wall Street Menguat, Dow Melonjak Hampir 200 Poin dan Tembus Rekor Baru
Penguatan pasar dipimpin saham teknologi, terutama setelah perusahaan komputasi awan Snowflake memberikan proyeksi pendapatan yang lebih kuat dari perkiraan analis.
Saham Snowflake melonjak 36,5%, menjadi kenaikan harian terbesar sepanjang sejarah perusahaan. Lonjakan tersebut dipicu panduan pendapatan kuartal kedua yang optimistis, hasil kinerja yang melampaui ekspektasi, serta rencana belanja US$6 miliar untuk layanan Amazon Web Services selama lima tahun.
Reli Snowflake ikut mengangkat saham-saham perangkat lunak perusahaan lainnya. ETF sektor software teknologi IGV naik 2,8%, sementara saham Sandisk menguat 3,3%.
Saham perusahaan semikonduktor juga melonjak. Qualcomm naik 4,2% dan Advanced Micro Devices (AMD) menguat 4,6%, mempertegas kembalinya sentimen positif terhadap sektor AI dan chip.
Pasar semakin menguat setelah Axios melaporkan bahwa negosiator AS dan Iran menyepakati nota kesepahaman selama 60 hari guna memperpanjang gencatan senjata dan melanjutkan pembahasan program nuklir Iran.
Meski demikian, laporan itu menyebut Presiden Donald Trump belum memberikan persetujuan final terhadap kesepakatan tersebut.
David Wagner, Head of Equities Aptus Capital Advisors, mengatakan pasar memang sudah memperkirakan adanya nota kesepahaman sementara antara Washington dan Teheran.
“Pasar telah mengantisipasi adanya memorandum of understanding. Saham sektor discretionary kemungkinan menjadi reaksi awal yang mendorong pasar lebih tinggi,” ujarnya, seperti dikutip CNBC.
Baca Juga
Harga minyak sempat turun dari level tertinggi harian setelah laporan tersebut muncul. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik tipis 0,3% menjadi US$88,90 per barel, sedangkan Brent turun 0,6% ke US$93,71 per barel.
Sebelumnya harga minyak sempat melonjak setelah Garda Revolusi Iran mengklaim menyerang pangkalan udara AS, menyusul serangan militer baru Washington terhadap fasilitas militer Iran.
Sentimen positif pasar juga diperkuat data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan. Departemen Perdagangan AS melaporkan indeks PCE naik 0,4% pada April, lebih rendah dibanding ekspektasi ekonom sebesar 0,5%.
Meski inflasi tahunan masih bertahan di level 3,8% — jauh di atas target Federal Reserve sebesar 2% — perlambatan inflasi bulanan memberi harapan bahwa tekanan harga mulai mereda.

