Produsen Baterai EV Kurangi Pasokan Bikin Saham Tesla Anjlok 5%
JAKARTA, Investortrust.id - Harga saham Tesla turun sekitar 5% pada perdagangan Senin (30/10/2023) menyusul pemasok utamanya Panasonic Holdings, mengumumkan bahwa mereka telah mengurangi produksi baterai mobil di kuartal III-2023. Pengurangan pasokan baterai memperbesar kekhawatiran akan terjadi perlambatan penjualan kendaraan listrik (EV) global.
Panasonic mengatakan produksinya terganggu oleh penurunan permintaan untuk EV kelas atas di Amerika Utara. Tampaknya pernyataan CEO Tesla, Elon Musk, awal Oktober yang menyebut biaya pinjaman yang lebih tinggi dalam jangka panjang akan berdampak pada permintaan kendaraan, termasuk kendaraan listrik.
Baca Juga
Lupakan Tesla yang Mahal, Mobil Listrik Terlaris di Jepang Ini Patut Dilirik
"Peringatan Panasonic tentang melemahnya permintaan mobil Model S dan Model X dari Tesla membuat banyak orang khawatir bahwa prospek ekonomi global mungkin lebih buruk daripada yang diperkirakan," kata Edward Moya, analis pasar senior di Oanda dilansir Reuters, Selasa (31/10/2023).
Sementara itu pada hari Senin (30/10/2023), General Motors mencapai kesepakatan pendahuluan dengan serikat pekerja United Auto Workers, mengikuti kesepakatan yang telah dicapai oleh Ford Motor dan pemilik Chrysler, Stellantis, yang bisa mengakhiri aksi mogok kerja, yang oleh beberapa analis dikatakan sejatinya bisa memberikan keuntungan bagi Tesla.
Sejak aksi mogok UAW dimulai, saham Tesla telah turun sebesar 34%, dibandingkan dengan penurunan saham Ford Motor dan General Motors masing-masing sebesar 30% hingga 33%. Sementara itu saham Stellantis terkerek sebesar 33%.
Baca Juga
Pendapatan Tesla Inc Tak Sesuai Harapan, Sinyal Buruk Bagi Produsen EV Dunia
Investor Tesla, Gary Black, mengaitkan pelemahan saham Tesla dengan proyeksi suram dari produsen chip Onsemi.
"ON menjual kepada pemain otomotif dengan lebih dari 50% pangsa penjualan EV global, termasuk 4 dari 5 produsen EV teratas di China," kata dia dalam posting di platform media sosial pada hari Senin.
CEO Onsemi, Hassane El-Khoury, mengatakan bahwa klien teratas perusahaan di Eropa sedang berupaya menghabiskan inventory mereka, sehingga pihaknya memprediksi akan muncul risiko yang besar terhadap peningkatan permintaan otomotif, diperparah suku bunga yang tinggi.
Melemahnya permintaan diprediksi menimbulkan tekanan pada margin kotor Tesla. Angka tersebut menyusut menjadi 17,9% antara Juli dan September dari 25,1% pada tahun 2022 akibat langkah diskon harga oleh Tesla. Langkah diskon juga memicu perang harga di pasar utama global seperti China.

