Bagikan

Optimalkan I-EAEU FTA, Menko Airlangga Jajaki Kerja Sama Industri Alat Berat di Belarus

Poin Penting

Menko Airlangga jajaki kerja sama alat berat dan pertanian dengan tiga industri utama Belarus.
Optimalisasi Indonesia–EAEU FTA untuk dukung modernisasi pertanian dan ketahanan pangan nasional.
Penjajakan transfer teknologi dan penggunaan baterai nikel Indonesia untuk unit tambang berkelanjutan.

MINKS, Investortrust.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, melakukan kunjungan kerja strategis ke Minsk, Belarus, guna menjajaki potensi kerja sama industri utama serta mengoptimalkan implementasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (Indonesia–EAEU FTA).

Kunjungan yang berlangsung pada Kamis (14/05/2026) ini merupakan bagian dari rangkaian Pertemuan Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 RI–Belarus yang memfokuskan pada bidang perdagangan, ekonomi, dan teknik. Langkah ini dinilai krusial untuk memetakan barang strategis di kawasan Eurasia yang dapat mendukung kebutuhan industri nasional Indonesia.

Didampingi Wakil Menteri Industri Belarus, Leonid Ryzkovsky, Menko Airlangga meninjau tiga perusahaan manufaktur raksasa, yakni Minsk Tractor Works (MTZ), MAZ (Minsk Automobile Plant), dan BelAZ Holding Management Company.

Ketiga industri tersebut memiliki keunggulan global dalam produksi alat berat, kendaraan komersial, hingga teknologi mekanisasi pertanian modern. Penjajakan ini secara spesifik diarahkan untuk mendukung Asta Cita Presiden dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui modernisasi alat pertanian yang efisien.

Baca Juga

Pimpin Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-14, Menko Airlangga Dorong Tindak Lanjut Kerja Sama Sektor Prioritas Indonesia-Rusia

Saat mengunjungi MTZ, Menko Airlangga meninjau teknologi traktor yang berpotensi mendukung pengembangan food estate serta peningkatan produktivitas pertanian nasional Indonesia. Pihak MTZ memberikan jaminan bahwa mesin produksi mereka dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik pemesan, serta menawarkan program pelatihan dan transfer teknologi. Selain itu, kunjungan ke MAZ difokuskan pada peluang kerja sama kendaraan komersial dan bus rendah emisi melalui skema local assembly dan transfer teknologi.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengunjungi fasilitas produksi alat berat milik BelAZ Holding Management Company di Minsk, Belarus dalam kunjungannya ke negara tersebut, Kamis (14/5/2026). Foto: Ekon.go.id

Di sektor pertambangan, diskusi dengan BelAZ Holding Company mencakup penguatan rantai pasok alat berat, termasuk potensi penggunaan ban kendaraan berat berbasis karet alam (natural rubber) dari Indonesia. Menko Airlangga juga membahas pemanfaatan baterai nikel pada truk pertambangan untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan.

Mengingat Indonesia mengekspor sekitar 800 juta ton batu bara setiap tahun, kebutuhan akan unit dump truck yang efisien dan berkelanjutan menjadi prioritas utama pemerintah.

“Kami melihat perusahaan-perusahaan Belarus berpengalaman dalam memproduksi berbagai macam produk alat berat, terutama yang dapat memperkuat industrialisasi, mekanisasi pertanian modern, serta pengembangan industri alat berat di Indonesia,” ujar Menko Airlangga dalam pernyataan resminya , Jumat (15/5/2026).

Sebagai tindak lanjut, kedua negara sepakat untuk meningkatkan komunikasi antar-pelaku industri serta melakukan pemetaan kebutuhan secara bersama agar solusi yang ditawarkan sesuai dengan kondisi di lapangan. Kunjungan ini sekaligus menjadi langkah persiapan penting menyambut rencana kunjungan Presiden Belarus ke Indonesia di masa mendatang.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024