Gedung Putih Tolak Ekspansi AI Mythos Milik Anthropic
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Gedung Putih menolak rencana Anthropic untuk memperluas akses model kecerdasan buatan (AI) canggih Mythos ke puluhan organisasi baru. Langkah ini berpotensi memperlambat distribusi salah satu model AI yang dinilai mampu menjebol keamanan hingga berisiko dimanfaatkan untuk serangan siber skala besar.
Anthropic sebelumnya mengusulkan penambahan akses bagi sekitar 70 perusahaan dan organisasi. Jika disetujui, total pengguna Mythos akan meningkat menjadi sekitar 120 entitas.
Dilansir dari Wall Street Jurnal, Jumat (1/5/2026), pejabat pemerintahan The White House menolak proposal tersebut. "Kekhawatiran utama berkaitan dengan risiko keamanan nasional serta potensi keterbatasan kapasitas komputasi yang dapat mengganggu penggunaan oleh lembaga pemerintah," tulis laporan tersebut.
Mythos menjadi perhatian khusus pemerintah AS karena kemampuannya dalam mendeteksi dan mengeksploitasi kerentanan perangkat lunak. Dalam beberapa pekan terakhir, kemampuan tersebut memicu kewaspadaan di kalangan lembaga pemerintah maupun perusahaan swasta.
Baca Juga
Valuasi Anthropic Tembus US$380 Miliar, Claude Mythos Picu Kekhawatiran Global
Di sisi lain, hubungan antara Anthropic dan pemerintah AS juga kian memanas. Perselisihan sebelumnya terkait penggunaan teknologi AI oleh militer AS, bahkan berujung pada proses hukum di dua pengadilan terpisah.
Saat ini, Anthropic telah memberikan akses Mythos kepada sekitar 50 perusahaan dan operator infrastruktur kritis. Perusahaan belum memiliki rencana untuk meluncurkan model tersebut secara publik, meski sejumlah lembaga pemerintah telah menggunakannya.
Juru bicara Anthropic menegaskan diskusi dengan pemerintah masih berlangsung secara konstruktif. Perusahaan juga membantah keterbatasan kapasitas komputasi menjadi hambatan utama dalam ekspansi layanan.
Sebelumnya, kekhawatiran terhadap Mythos semakin meningkat setelah Anthropic pekan lalu mengungkap penyelidikan atas dugaan akses tidak sah ke model tersebut. Insiden ini menambah kecemasan industri terhadap potensi ledakan eksploitasi celah keamanan berbasis AI.
Sejumlah pakar keamanan siber menilai Mythos dapat merevolusi deteksi bug. Namun, kemampuan itu juga berpotensi memperbesar risiko serangan jika jatuh ke tangan yang salah.

