Konflik Timteng Dorong Inflasi Eropa, ECB Pilih Tahan Suku Bunga
Poin Penting
|
FRANKFURT, investortrust.id - Bank sentral Eropa European Central Bank (ECB) memutuskan menahan suku bunga dalam pertemuan April, meskipun inflasi di kawasan euro melonjak akibat kenaikan harga energi yang dipicu konflik Iran.
Dewan Gubernur ECB mempertahankan suku bunga deposit di level 2%, sambil menegaskan komitmen untuk menjaga inflasi tetap berada di target 2% dalam jangka menengah.
Baca Juga
Dibayangi Ketidakpastian Global, ECB Pertahankan Suku Bunga untuk Kelima Kali Berturut-turut
Dalam pernyataannya, Kamis (30/4/2026), ECB mengakui bahwa risiko inflasi meningkat, sementara risiko terhadap pertumbuhan ekonomi juga memburuk.
Data terbaru menunjukkan inflasi zona euro naik menjadi 3% pada April, didorong oleh lonjakan harga energi. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi melambat tajam, hanya mencapai 0,1% pada kuartal pertama.
Presiden ECB Christine Lagarde mengatakan bahwa prospek ekonomi masih sangat tidak pasti dan sangat bergantung pada durasi serta dampak konflik di Timur Tengah terhadap pasar energi dan rantai pasok global.
“Semakin lama perang berlangsung dan harga energi tetap tinggi, semakin besar dampaknya terhadap inflasi dan ekonomi secara keseluruhan,” ujarnya, dikutip CNBC.
Baca Juga
BOE Tahan Suku Bunga di 3,75, Waspadai Lonjakan Inflasi Akibat Perang Iran
Meski permintaan domestik masih menjadi penopang utama pertumbuhan, ECB mengakui bahwa kepercayaan konsumen melemah dan tekanan eksternal meningkat.
ECB menegaskan akan mengambil pendekatan berbasis data dan tidak mengunci arah kebijakan tertentu. Namun sejumlah ekonom memperkirakan bank sentral berpotensi menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Juni.
Ekonom Mark Wall dari Deutsche Bank menilai ECB masih menunjukkan ketenangan, namun kekhawatiran meningkat seiring berlanjutnya konflik.
Sementara itu, ekonom Yael Selfin dari KPMG melihat kemungkinan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat, mengingat tekanan inflasi yang terus meningkat.

