Kucuran Kredit Zona Euro Tetap Lemah di September 2023
JAKARTA, Investortrust.id – Kucuran pinjaman perbankan di negara-negara zona Euro di bulan September 2023 tercatat stagnan di level yang rendah. Hal ini mengkonfirmasi pandangan bahwa dampak yang signifikan dari tingkat suku bunga tinggi terhadap ekonomi. Bagi bank sentral Uni Eropa (European Central Bank/ECB), ini merupakan tanda bahwa kebijakan moneter ketat yang berjalan dengan baik.
Seiring dengan data ekonomi dan kucuran kredit perbankan yang lemah, pertemuan dewan gubernur bank sentral ECB Kamis 26 Oktober 2023 besok kemungkinan akan mengarah ke kebijakan yang cenderung lebih dovish.
Baca Juga
Kredit Perbankan Tumbuh, Uang Beredar Tembus Rp 8.363,2 Triliun per Agustus
Laju pertumbuhan kucuran kredit bank dari tahun ke tahun (year on year) di zona Euro tampak melemah pada bulan September, dengan penurunan dari 0,7% menjadi 0,2% untuk korporasi non-keuangan dan dari 1,0% menjadi 0,8% untuk pinjaman rumah tangga.
Namun, sebagian besar penurunan disebabkan oleh efek dasar, karena sejatinya pinjaman masih cukup kuat pada bulan September 2022. Efek dasar adalah fenomena di mana perbandingan antara data saat ini dengan data dari periode sebelumnya terpengaruh oleh tingkat aktivitas yang tinggi atau kebalikannya.
Artinya, pemberian pinjaman perbankan yang cukup kuat di bulan September 2022, bisa menciptakan dasar yang baik untuk pertumbuhan periode berikutnya. Ketika dibandingkan dengan pertumbuhan pemberian pinjaman pada bulan September 2023, maka pertumbuhan di September tahun ini bisa terlihat lebih rendah, meskipun sebenarnya kucuran kredit masih terjadi, dan tidak ada penurunan drastis.
Baca Juga
Data bulanan juga menunjukkan gambaran yang stagnan sejak kuartal keempat tahun lalu, dan September 2023 tidak terkecuali.
“Tidak ada tanda-tanda penurunan drastis dalam kucuran kredit seperti yang terjadi pada tahun 2008, tetapi atmosfir kucuran kredit saat ini telah menggambarkan penurunan investasi di sektor properti dan juga melambatnya investasi di sektor lainnya saat ini. Ini adalah tanda jelas bahwa kebijakan moneter berdampak seperti yang diinginkan bank sentral,” demikian analisis yang dipaparkan ekonom lembaga finansial ING yang dipublikasi Rabu (25/10/2023).
Survei kucuran kredit yang dilansir ECB untuk kuartal ketiga yang dirilis Selasa (24/10/2023) menunjukkan gambaran bahwa permintaan pinjaman lebih lemah dari yang diperkirakan, dan standar kredit juga digambarkan lebih ketat dari yang diproyeksikan.
Prediksi untuk kuartal IV-2023 menunjukkan bahwa permintaan pinjaman terus melemah, yang berarti bahwa dapat diperkirakan tren penurunan pemberian pinjaman akan berlanjut selama beberapa bulan ke depan.

