Reli Wall Street Terhenti, Saham Chip Anjlok Terseret Sentimen OpenAI
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Wall Street ditutup melemah pada Selasa waktu AS atau Rabu (29/4/2026). Indeks utama terkoreksi dari rekor tertinggi, dipicu tekanan pada saham teknologi dan lonjakan harga minyak di tengah ketidakpastian geopolitik.
Indeks S&P 500 turun 0,49% ke 7.138,80, sementara Nasdaq Composite merosot 0,9% ke 24.663,80. Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,05% menjadi 49.141,93.
Baca Juga
Wall Street Kembali Cetak Rekor Baru Meski Ketegangan AS-Iran Masih Membayangi
Tekanan utama datang dari sektor semikonduktor setelah laporan mengenai melemahnya pertumbuhan OpenAI. Menurut laporan Wall Street Journal, OpenAI baru-baru ini mengalami pertumbuhan pendapatan dan pengguna baru yang berada di bawah targetnya sendiri. Laporan tersebut menambahkan bahwa CFO Sarah Friar mengatakan kepada manajemen bahwa ia khawatir OpenAI mungkin tidak dapat membayar kontrak komputasi di masa mendatang jika pendapatan utamanya tidak berkembang cukup cepat.
Saham-saham perusahaan chip turun setelah laporan tersebut, dengan VanEck Semiconductor ETF (SMH) merosot sekitar 3%. Nvidia kehilangan lebih dari 1%, sementara Broadcom turun lebih dari 4%. Advanced Micro Devices turun lebih dari 3%, sementara Oracle turun sekitar 4%.
"Hanya ada sedikit aksi ambil untung karena kehati-hatian menjelang apa yang akan mereka dengar besok dari laporan pendapatan dari sebagian besar perusahaan Magnificent Seven,” kata Stephen Kolano, CIO Integrated Partners, seperti dikutip CNBC.
Laporan pendapatan utama akan segera dirilis di pasar saham minggu ini, dengan lima dari tujuh raksasa teknologi "Magnificent Seven" dijadwalkan untuk melaporkan hasilnya. Alphabet, Amazon, Meta Platforms, dan Microsoft akan melaporkan hasilnya pada hari Rabu, sementara hasil Apple dijadwalkan pada hari Kamis.
Di sisi lain, Coca-Cola melonjak hampir 4% setelah melaporkan kinerja keuangan yang melampaui ekspektasi, menahan penurunan lebih dalam pada Dow Jones.
Pasar juga dibayangi ketegangan geopolitik setelah negosiasi damai AS-Iran kembali menemui jalan buntu. Meski demikian, Gedung Putih mengonfirmasi adanya diskusi terkait proposal Iran untuk membuka Selat Hormuz.
Baca Juga
Harga minyak kembali melonjak. WTI naik lebih dari 3% ke US$99,93 per barel. Minyak Brent menguat 2,8% ke US$111,26 per barel.
Investor kini menanti laporan keuangan raksasa teknologi, termasuk Alphabet, Amazon, Meta Platforms, Microsoft, dan Apple, yang akan menjadi penentu arah pasar selanjutnya.

