Menlu Iran ke Moskow, Jalan Damai Semakin Menjauh dari Washington
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id — Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dijadwalkan bertolak ke Moskow dan diperkirakan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin (27/04/2026) ini. Langkah ini setelah pembicaraan damai Iran-AS kembali mandek dan Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana pengiriman utusannya ke Pakistan.
CNN dalam laporan langsungnya yang diperbarui Minggu (26/04/2026) pukul 19.52 EDT atau Senin, 27 April 2026 pukul 06.52 WIB, menyebut, kunjungan Araghchi ke Rusia dilakukan setelah ia lebih dulu menemui mediator penting di Pakistan dan Oman. Dalam pernyataannya, Araghchi mempertanyakan keseriusan Washington dalam diplomasi setelah Trump membatalkan kunjungan utusan AS ke Islamabad.
Informasi senada dilaporkan Al Jazeera pada Minggu (26/04/2026) bahwa Araghchi meninggalkan Pakistan menuju Rusia untuk pembicaraan lanjutan dengan pejabat senior di Moskow. The Straits Times juga melaporkan Araghchi dijadwalkan bertemu Putin pada Senin (27/4/2026), setelah sebelumnya singgah di Oman dan dua kali mengunjungi Islamabad dalam 48 jam.
Di Washington, Trump mengatakan pembicaraan dapat dilanjutkan melalui telepon setelah Iran menolak bertemu langsung dengan negosiator Amerika. “Kalau mereka ingin bicara, mereka bisa datang kepada kami, atau menelepon kami,” kata Trump, seraya mengklaim perang akan “segera berakhir”.
Baca Juga
Iran Tolak Negosiasi, Trump Batalkan Utusan, Keduanya Pilih Medan Perang
Namun, di lapangan, kebuntuan diplomasi terjadi bersamaan dengan tersendatnya pelayaran di Selat Hormuz. Reuters melaporkan pada Minggu (26/04/2026), Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Trump membahas “kebutuhan mendesak” untuk memulihkan arus pelayaran di Selat Hormuz karena dampaknya terhadap ekonomi global dan biaya hidup.
Pasar langsung merespons ketegangan tersebut. Reuters melaporkan harga Brent melonjak lebih dari 2% ke US$ 107,97 per barel setelah pembicaraan AS-Iran mandek dan Selat Hormuz tetap terganggu. Futures indeks saham AS juga melemah, mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap eskalasi geopolitik dan risiko pasokan energi global.
Baca Juga
AS-Iran Jajaki Terobosan Diplomatik Baru, Trump Utus 2 Tokoh Kunci ke Pakistan
Sebelum menuju Moskow, Araghchi bertemu Sultan Oman Haitham bin Tariq di Muscat pada Minggu (26/4/2026) untuk membahas keamanan kawasan Teluk, Selat Hormuz, dan upaya diplomatik meredakan ketegangan Iran-AS. Reuters mencatat, Oman kembali memainkan peran sebagai kanal diplomasi penting di tengah absennya pembicaraan langsung Washington-Teheran.
Di sisi lain, tekanan juga meningkat di Lebanon. CNN melaporkan gencatan senjata rapuh Israel-Hezbollah berada di bawah tekanan setelah kedua pihak kembali meningkatkan serangan. Reuters pada Minggu (26/4/2026) melaporkan serangan Israel menewaskan 14 orang di Lebanon, termasuk perempuan dan anak-anak, setelah militer Israel memerintahkan evakuasi tujuh desa di Lebanon selatan dengan alasan pelanggaran gencatan senjata oleh Hezbollah.
Dengan demikian, perjalanan Araghchi ke Moskow menjadi lebih dari sekadar lawatan diplomatik. Kunjungan itu menunjukkan Teheran kini semakin mengandalkan jalur Rusia, Oman, dan Pakistan ketika kanal langsung dengan Washington tersumbat. Pada saat yang sama, Selat Hormuz tetap menjadi titik tekan ekonomi global, sementara Lebanon memperlihatkan bahwa gencatan senjata regional masih jauh dari kokoh.

