Wall Street Cetak Rekor Baru di Tengah Perpanjangan Gencatan Senjata AS-Iran
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Pasar saham Amerika Serikat kembali mencetak rekor baru pada Rabu waktu AS atau Kamis (23/4/2026), didorong oleh perpanjangan gencatan senjata antara Washington dan Teheran serta kinerja laba perusahaan yang solid.
Indeks S&P 500 naik 1,05% ke level 7.137,90, sedangkan Nasdaq Composite melonjak 1,64% ke 24.657,57. Nasdaq juga mencapai rekor tertinggi intraday dalam sesi perdagangan. Adapun Dow Jones Industrial Average menguat 0,69% atau 340 poin ke 49.490,03.
Baca Juga
Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, Sebut Pemerintahan Teheran “Terpecah”
Reli pasar terjadi setelah Presiden Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran, dengan alasan pemerintah Teheran sedang dalam kondisi “terpecah”.
Namun, ketidakpastian masih tinggi. Iran dilaporkan menolak melanjutkan perundingan, bahkan menyebut dialog dengan AS sebagai “sia-sia”. Ketegangan meningkat setelah angkatan laut Iran menyita dua kapal kontainer di Selat Hormuz.
Harga minyak pun melonjak, dengan Brent menembus $100 per barel—menambah kompleksitas bagi investor global.
Baca Juga
Selat Hormuz Membara di Tengah Tersumbatnya Jalan Damai AS–Iran
Ben Fulton, CEO WEBs Investments, seperti dilansir CNBC, meyakini bahwa investor mulai mengabaikan perkembangan di Timur Tengah. Memang, saham AS akan lebih mudah bergerak naik daripada pasar internasional, terutama mengingat dorongan yang diharapkan dari laporan kinerja perusahaan.
“Seminggu yang lalu, saya katakan, risikonya ada di sisi atas. Pasar bergerak begitu banyak sehingga sekarang saya melihat dan katakan, risikonya ada di sisi bawah,” ujar Fulton dalam wawancara.
Meski demikian, pasar AS tetap tangguh. Investor mulai mengalihkan fokus dari geopolitik ke fundamental, terutama musim laporan keuangan yang kuat.
Saham Boeing naik 5,5% setelah melaporkan kerugian yang lebih kecil dari perkiraan.
Sementara itu, GE Vernova melonjak hampir 14% berkat pendapatan yang melampaui ekspektasi.
Data FactSet menunjukkan lebih dari 80% perusahaan dalam S&P 500 yang telah merilis laporan keuangan sejauh ini berhasil melampaui proyeksi analis, memperkuat optimisme pasar.
Meski reli berlanjut, sebagian analis mulai mengingatkan risiko koreksi jangka pendek seiring valuasi yang semakin tinggi.

