The New CIA Tentukan Masa Depan Dunia
JAKARTA, Investortrust — Mencuat sebagai organisasi regional paling sukses di dunia, ASEAN bersama China dan India akan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi di kawasan Indo-Pacific. Tingginya laju pertumbuhan ekonomi China dan India akan berdampak positif terhadap ASEAN. Dalam sepuluh tahun akan datang, China, India, dan ASEAN (CIA) akan menjadi penggerak ekonomi di kawasan Indo-Pacific.
“The New CIA akan bertumbuh sangat pesat dalam sepuluh tahun ke depan,” kata Kishore Mahbubani, peneliti dan pengamat ekonomi-politik kawasan dari Asia Research Institute, National University of Singapore pada diskusi yang diadakan Indonesian Business Council (IBC) di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (06/09/2023).
Pada jamuan makan siang dalam rangkaian acara ASEAN-Indo-Pacific Forum (AIPF) 2023, mantan diplomat Singapura itu mengakui, ASEAN merupakan organisasi regional tersukses dibandingkan dengan organisasi sejenis di berbagai belahan dunia. Sedang China dan India adalah dua negara dengan penduduk terbesar di dunia, yang bakal mencetak laju pertumbuhan ekonomi tinggi dalam sepuluh tahun ke depan.
“CIA bukanlah Central Intelligence Agency, melainkan singkatan dari kawasan China, India, dan ASEAN,” ujar Mahbubani. Ada sejumlah negara kuat di kawasan Indo-Pacific, yakni Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan. Tapi, new CIA bakal menjadi penentu pertumbuhan ekonomi Indo-Pacific ke depan sekaligus penentu stabilitas politik.
Sebagai organisasi kawasan paling solid di dunia, demikian Mahbubani, ASEAN bisa menjadi penyeimbang di wilayah Indo-Pacific. Dalam perebutan pengaruh yang kemungkinan dilakukan AS dan China, ASEAN dengan independensinya bisa menjadi faktor penyeimbang yang berpengaruh.
Hadir pada diskusi ini, antara lain, CEO IBC Sofyan Djalil, COO IBC William Sabandar, Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid, para pengusaha, profesional, diplomat, dan pemimpin media. Mahbubani dikenal luas sebagai penulis berkualitas. Karyanya, antara lain, Can Asians Think?, Beyond The Age of Innocence: Rebuilding Trust between America and the World, dan The New Asian Hemisphere: The Irresistible Shift of Global Power to the East.
Didirikan 8 Agustus 1967 di Bangkok oleh lima negara —-Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand—The Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) atau Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara kini terdiri atas 10 anggota, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Kamboja. Pada akhir Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN 2022, Timor Leste secara prinsip diterima sebagai anggota ke-11 ASEAN.
Pada KTT ASEAN ke-43 yang berlangsung di Jakarta, 5-7 September 2023, PM Timor Leste Xanana Gusmao menghadiri penuh semua rangkaian acara. Mantan pemimpin Fretelin itu termasuk pemimpin yang paling dikejar pers.
ASEAN Solid
Mahbubani menyebutkan sejumlah organisasi kawasan yang kurang solid dan memberikan kontribusi kepada anggota. Di Asia selatan ada South Asian for Regional Cooperation (SAARC) atau Asosiasi Kerja Sama Asia Selatan yang beranggotakan delapan negara, yakni India, Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka, Nepal, Maldewa, Bhutan, dan Afganistan. “Tapi, apa yang kita lihat saat ini dari organisasi ini?” tanyanya.
Di Timur Tengah, kata Mahbubani, ada sejumlah organisasi, di antaranya The Gulf Cooperation Council (GCC), Dewan Kerja Sama Teluk. Persatuan politik dan ekonomi negara-negara Timur Tengah yang berbatasan dengan Teluk Persia ini terdiri atas enam negara, yakni Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Tapi, organisasi tidak menunjukkan kerja sama yang baik seperti ASEAN.
Mahbubani juga menyebutkan MERCOSUR (Mercado Común del Sur), sebuah kerja sama ekonomi negara-negara Amerika Selatan yang didirikan oleh Argentina, Brasil, Paraguay, dan Uruguay tahun 1991. Organisasi ini tidak berjalan sesuai rencana awal.
“Kita juga tahu ada Uni Eropa (UE), sebuah kerja sama politik dan ekonomi 27 negara anggota. UE bertujuan mendorong kerja sama ekonomi dan mencegah konflik antarnegara anggota yang membahayakan masa depan bersama. Tapi, kita tahu ada Brexit. Inggris, sebuah negara berpengaruh di Eropa, memilih keluar dari UE,” jelas Mahbubani.
Baca Juga
Ada juga North American Free Trade Agreement (NAFTA) yang didirikan tahun 1994 untuk menghilangkan hambatan tarif dan nontarif antara tiga negara selama 15 tahun, yakni Kanda, AS, dan Meksiko. Mulai 1 Juli 2020, NAFTA berganti The United States-Mexico-Canada Agreement (UMSCA). Adanya negara yang lebih dominan menyebabkan organisasi ini tidak berjalan baik.
ASEAN adalah kawasan heterogen, dilihat dari etnis, agama, dan politik. “Berbagai etnis ada di ASEAN. Begitu pula agama dan politik,” jelas Mahbubani.
Dengan 679,69 juta penduduk atau 8% dari total penduduk dunia, ASEAN adalah pasar yang besar. Ditambah China dan India, total penduduk tiga kawasan ini mencapai 3,68 miliar atau 44% dari total penduduk dunia.
| Laju pertumbuhan ekonomi anggota ASEAN-5. (Infografis: Investortrust/Fernando Sihotang) |
ASEAN tercatat sebagai kawasan yang mengalami pemulihan ekonomi paling cepat pascapandemi Covid-19 dibandingkan kawasan lainnya. Pada tahun 2023, ekonomi ASEAN bertumbuh 4,6% dan pada tahun 2024 mencapai 4,9%. Pada periode yang sama, laju pertumbuhan ekonomi dunia naik dari 2,7% ke 2,9%, India meningkat dari 6,1% ke 7%, dan Indonesia dari 4,7% ke 5,1%. Sedangkan laju pertumbuhan ekonomi China turun dari 5,4% tahun 2023 ke 5,1% tahun 2024.
Pada KTT ASEAN ke-43 di Jakarta dicanangkan kawasan ASEAN sebagai world’s engine of sustainable growth. ASEAN bertekad menjadi tujuan investasi dunia, kawasan yang lebih banyak mengekspor dibanding impor, kawasan yang mengembangkan ekonomi digital dan ekonomi hijau, serta kawasan ekonomi yang ditopang oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai pelaku utama ekonomi. (en)

