Panen di Akhir Tahun AKR Corporindo (AKR)
JAKARTA, investortrust.id – Kinerja yang akseleratif diprediksi bakal diraih PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menjelang tutup tahun. AKR bakal panen karena mampu menjaga pertumbuhan laba bersih pada kuartal terakhir tahun ini. Optimisme tersebut didukung oleh ekspektasi kenaikan permintaan bahan bakar minyak (BBM) dan bahan kimia.
Kinerja AKRA juga akan ditopang oleh tingginya permintaan lahan industri milik perseroan. Apalagi penjualan lahan industri menghasilkan margin keuntungan besar, sehingga berimbas positif terhadap pertumbuhan laba bersih.
Analis Mandiri Sekuritas Henry Tedja dan Adrian Joezer mengatakan, AKR Corporindo menunjukkan potensi pertumbuhan kinerja keuangan yang lebih pesat pada kuartal terakhir tahun ini. Hal ini didukung oleh ekspektasi peningkatan permintaan bahan bakar minyak (BBM) sejalan dengan peningkatan aktivitas pertambangan pada kuartal terakhir tahun ini.
Dengan tren pertumbuhan tersebut diharapkan target laba bersih AKRA mencapai 14-16%, menjadi sekitar Rp 2,6-2,8 triliun sepanjang tahun 2023. Pertumbuhan ini dimungkinkan karena kenaikan volume penjualan bahan bakar minyak (BBM).
“Pertumbuhan ini diharapkan datang dari peningkatan aktivitas pertambangan pada kuartal terakhir tahun ini, sehingga berpotensi menaikkan kontribusi segmen bisnis trading and distribution business,” terangnya.
Selain peningkatan permintaan BBM, kata Hendry dan Adrian, permintaan bahan kimia diharapkan tetap bertumbuh sejalan dengan kenaikan permintaan dari smelter. Hal ini tentu akan berimbas terhadap peningkatan rata-rata harga jual bahan kimia.
Proyeksi berlanjutnya pertumbuhan laba bersih AKR Corporindo, menurut analisis Mandiri Sekuritas, didukung ekspektasi penjualan lahan industri JIIPE (Java Integrated Industrial and Ports Estate) milik perseroan. Sebagiamana diketahui sebagian besar penjualan lahan industri JIIPE kemungkinan dicatatkan pada kuartal terakhir tahun ini.
Berbagai faktor tersebut mendorong Mandiri Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham AKRA dengan target harga Rp 1.700. Target harga tersebut juga menggambarkan perkiraan penjualan lahan industri seluas 75 hektare (ha).
Margin Pulih
Sementara itu, analis CGS CIMB Sekuritas Bob Setiadi dan Genie Purnamasari memberikan pandangan positif terhadap keberhasilan AKR Corporindo (AKRA) dalam mempertahankan peningkatan laba bersih, seiring dengan kenaikan margin keuntungan. Berdasarkan data, gross margin perseroan meningkat menjadi 10,5% pada kuartal III-2023 (yoy).
Laba bersih periode berjalan AKR Corporindo (AKRA) meningkat menjadi Rp 1,81 triliun hingga September 2023, dibandingkan pencapaian periode sama tahun lalu Rp 1,50 triliun. Padahal, pendapatan perseroan turun dari Rp 34,58 triliun menjadi Rp 29,97 triliun sampai kuartal III-2023.
“Realisasi laba bersih senilai Rp 1,74 triliun hingga September 2023 telah merefleksikan 70% dari target tahun ini. Sedangkan realisasi tersebut merefleksikan 64% dari target konsensus,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, Senin (30/10/2023).
CGS CIMB Sekuritas juga optimistis terhadap peningkatan penjualan BBM sebanyak 2,8-2,9 juta kilo liter tahun ini. Sedangkan volume penjualan bahan kimia sebanyak 1,7 juta ton. Begitu juga dengan penjualan lahan industri diharapkan mencapai target 70-75 hektare tahun ini.
Berbagai faktor tersebut mendorong CGS CIMB Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi add saham dengan target harga Rp 1.650. Target tersebut mempertimbangkan proyeksi kenaikan laba bersih menjadi Rp 2,47 triliun tahun 2023, dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 2,40 triliun.
Sementara itu, analis Samuel Sekuritas Indonesia Laurencia Hiemas dan Muhammad Farras Farhan menyoroti keberhasilan perseroan mendongkrak pendapatan pada kuartal III-2023, dibandingkan kuartal sebelumnya.
Samuel Sekuritas juga memberikan pandangan positif terhadap peningkatan kontribusi penjualan lahan industri terhadap total laba kotor perseroan tahun ini. Penjualan lahan industri menjadi penyelamat perseroan di tengah penurunan rata-rata harga penjualan BBM dan bahan kimia.
Terkait kinerja keuangan sampai akhir tahun, Samuel Sekuritas optimistis terus bertumbuh. Hal itu terlihat pada indikasi peningkatan kinerja dari kuartal ke kuartal, yang tercermin juga dari rilis kinerja keuangan pada kuartal III-2023. “AKRA berhasil membukukan peningkatan pendapatan kuartalan yang signifikan pada kuartal III. Hal tersebut menunjukkan bahwa AKRA berada di jalur yang tepat untuk mencatatkan kinerja yang solid,” terangnya.
Tak hanya itu, Samuel Sekuritas mengungkapkan, AKR Corporindo juga menunjukkan potensi peningkatan penjualan minyak bumi ke perusahaan pertambangan dan smelter pada kuartal terakhir bersamaan dengan harga MOPS yang lebih stabil. “AKRA juga sudah membagikan dividen interim lebih dari 60% perolehan laba bersih2023 dengan dividend yield sebesar 5%. Hal ini menjadikan saham AKRA menarik untuk strategi berbasis dividen,” tulis Laurencia.
Berbagai faktor tersebut mendorong Samuel Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham AKRA dengan target harga Rp 1.900. Target harga tersebut mempertimbangkan perkiraan PE tahun 2024 sekitar 12,2 kali. “Kami yakin AKRA akan mempertahankan momentum pertumbuhan dan mampu untuk menghadapi tantangan makro ekonomi,” demikian Samuel Sekuritas.
Samuel Sekuritas menargetkan kenaikan laba bersih menjadi Rp 2,66 triliun tahun 2023, dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 2,40 triliun.
Saham AKRA pada 30 Oktober 2023 ditutup di level Rp 1.450, atau meningkat 3,57% sepanjang tahun berjalan (ytd), dengan market cap sebesar Rp 29,31 triliun.
Prospek Saham AKRA
Mandiri Sekuritas
Rekomendasi : buy
Target harga : Rp 1.700
CGS CIMB Sekuritas
Rekomendasi : buy
Target harga : Rp 1.650
Samuel Sekuritas Indonesia
Rekomendasi : buy
Target harga : Rp 1.900
Ekspansif
PT AKR Corporindo Tbk adalah perusahaan logistik dan rantai pasokan terkemuka yang bergerak di bidang perdagangan dan distribusi untuk bahan bakar minyak (BBM) dan kimia dasar. Dengan jaringan sarana transportasi, pelabuhan, dan penyimpanan curah cair dan kering yang luas. Ada empat lini bisnis utama, yaitu perdagangan dan distribusi BBM dan bahan kimia dasar, jasa logistik, kawasan industri dan pelabuhan terintegrasi, serta manufaktur dan lainnya.
Bursa Efek Indonesia menambahkan AKR Corporindo (AKRA) ke IDX30, berlaku pada 1 Agustus 2023 hingga Januari 2024. IDX30 adalah indeks yang mencakup 30 saham yang dipilih beberapa kriteria, seperti kapitalisasi pasar, likuiditas, kondisi fundamental perusahaan, prospek pertumbuhan perusahaan, serta kriteria lainnya yang ditinjau setiap enam bulan.
AKRA yang listing di Bursa pada 1994 kini telah menjadi bagian dari indeks ESG ternama seperti IDX LQ45 Low Carbon Leaders, ESG Quality 45 IDX, IDX ESG leaders Index, dan ESG Sector Leaders IDX KEHATI.
PT AKR Corporindo Tbk memulai bisnisnya di Surabaya sebagai usaha perdagangan bahan kimia dasar yang dirintis oleh wirausahawan setempat, Soegiarto Adikoesoemo pada 1960-an. AKR kemudian berkembang menjadi salah satu distributor swasta terkemuka untuk bahan kimia dasar, bahan bakar minyak (BBM), logistik, dan solusi rantai pasokan di Indonesia. Soegiarto kemudian membentuk PT Aneka Kimia Raya pada 28 November 1977, dan memindahkan kantor pusatnya ke Jakarta pada tahun 1985.
PT AKR Corporindo Tbk pada 2005 menjadi perusahaan nasional pertama yang beroperasi di bisnis BBM nonsubsidi. Setelah itu, AKR memperoleh kepercayaan dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) untuk mendistribusikan BBM bersubsidi sejak 2010. AKR kini telah memiliki tangki penyimpanan dan terminal di 15 pelabuhan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dengan total kapasitas mencapai 820.400 KL. AKR juga memiliki armada logistik yang lengkap meliputi kapal dan truk pengiriman BBM dan kimia dasar, serta telah melayani lebih dari 2.000 perusahaan dan industri di seluruh Indonesia.
AKR Corporindo tergolong perusahaan yang ekspansif dan berkembang pesat. Pada 2011, AKR bersama Royal Vopak mendirikan terminal independen penyimpanan BBM terbesar bernama PT Jakarta Tank Terminal (JTT) di Pelabuhan Tanjung Priok. AKR telah memperkenalkan sistem teknologi inovatif yang mampu memonitor dan mengendalikan pergerakan kargo, persediaan, serta distribusi BBM industri dan bersubsidi. Dengan sistem IT ini, data mengenai pengiriman ke pelanggan industri dan data pengisian bahan bakar kendaraan di SPBU dapat dipantau dan dilaporkan secara tepat waktu.
AKR juga telah mengoperasikan lebih dari 130 SPBU bermerek AKR yang menjual diesel dan bensin berkualitas tinggi untuk kendaraan bermotor dan nelayan di pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi. Bisnis yang dimulai pada 2017 ini merupakan sinergi dengan BP Global.
Di sektor kimia dasar, AKR memasok dari produsen kelas dunia seperti Asahimas kimia (bagian dari Asahi Glass, Jepang), Solvay Eropa, dan Amerika Serikat, dan melayani berbagai industri di sektor rayon, tekstil, consumer goods, alumina, kimia, dan industri sabun-detergen.
Beberapa anak usaha AKR seperti PT AKR Sea Transport Indonesia, beroperasi pada bidang logistik laut untuk distribusi bahan bakar, sedangkan PT AKR Transportasi Indonesia mengoperasikan lebih dari 300 armada truk.
Perseroan juga mengembangkan kawasan industri dan pelabuhan terintegrasi bernama Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur sejak tahun 2013. JIIPE memiliki konsep kawasan industri yang terintegrasi dengan pelabuhan laut dalam.
Pada pertengahan 2021, JIIPE memperoleh status sebagai Kawasan Ekonomi Khusus untuk sektor Teknologi dan Manufaktur. Dengan menyandang nama KEK JIIPE Gresik, kawasan ini menjadi salah satu proyek strategis nasional yang ditujukan untuk mengurangi biaya logistik, mendorong daya saing industri nasional, dan menarik investasi.
Dengan area 3.000 ha, JIIPE terdiri atas kawasan industri, permukiman, logistik, tempat rekreasi, dan pelabuhan. Alokasinya, 1.761 ha untuk kawasan industri, 400 ha untuk pelabuhan, dan 800 ha untuk permukiman. Dengan 4 dermaga dan area berlabuh seluas 6.200 meter, JIIPE dapat menampung kapal berkapasitas sampai 100.000 DWT.
Pada kuartal III-2021, AKR menjajaki distribusi energi yang lebih bersih dan terbarukan bersama PT Bayu Buana Gemilang (BBG), dengan membentuk perusahaan patungan PT Berkah Buana Energi (BBE). (Hari Gunarto)

