Tiga Faktor Akan Jaga Kekuatan Performa Keuangan Indosat (ISAT)
JAKARTA, investortrust.id – PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) diprediksi mampu mempertahankan pertumbuhan kinerja keuangan kuat pada paruh kedua tahun ini. Pertumbuhan kinerja didukung oleh tiga faktor utama, yaitu kenaikan harga paket data, ekspansi besar di luar Jawa, dan tren peningkatan permintaan data jelang pemilu.
Berlanjutnya pertumbuhan kinerja juga terlihat pada keberhasilan perseroan mencetak kenaikan pendapatan menjadi Rp 24,67 triliun pada semester I-2023, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 22,52 triliun. Sedangkan laba periode berjalan turun dari Rp 3,56 triliun menjadi Rp 2,04 triliun akibat lompatan beban dari Rp 16,42 triliun menjadi Rp 19,90 triliun.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Niko Margaronis mengatakan, Indosat berpotensi menjadi operator telekomunikasi dengan tingkat pertumbuhan keuntungan paling pesat, seiring dengan ekspektasi peningkatan margin keuntungan yang lebih cemerlang.
Proyeksi pertumbuhan margin keuntungan perseroan yang lebih pesat, dibandingkan rata-rata sektor telekomunikasi ditunjukkan ketiga faktor berikut. Pertama, Indosat agresif meningkatan penetrasi pasar di luar Jawa melalui peningkatan kualitas jaringan yang lebih baik.
Kedua, Indosat masih menyisakan belanja modal (capex) yang belum terpakai sepanjang semester I-2023. Dana tersebut siap digelontorkan pada paruh kedua tahun ini, sehingga tingkat pertumbuhan kinerja diharapkan lebih baik.
Faktor ketiga, kata Niko, Indosat menaikkan harga paket telekomunikasi untuk seluruh produk. Meski demikian, perseroan memang tetap memberikan promo guna menarik lebih banyak pelanggan.
Niko menambahkan, Indosat telah menaikkan harga sejumlah paket telekomunikasi kurun waktu Juli dan Agustus. Meski demikian, paket promo tersebut tetap diterapkan sebagai edukasi bagi pengguna sebelum harga resmi diterapkan. Dampak kenaikan data tersebut diharapkan mulai terlihat pada kuartal IV-2023.
Ekspektasi pertumbuhan lebih pesat pada paruh kedua juga didukung tingkat persaingan industri telekomunikasi yang kian kendur. Diprediksi seluruh emiten telekomunikasi akan mencatatkan pertumbuhan pada kuartal III-2023 dan diharapkan berlanjut pada kuartal IV-2024.
“Pertumbuhan sektor telekomunikasi, termasuk Indosat, juga didukung pesta demokrasi yang diharapkan menaikkan belanja paket data seluruh operator telekomunikasi. Hal ini diharapkan mendongkrak pertumbuhan belanja data mencapai 12% tahun depan,” kata Niko.
Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi overweight saham sektor telekomunikasi. Sedangkan saham ISAT dipertahankan beli dengan target harga Rp 11.100.
Target harga tersebut merefleksikan perkiraan PE ratio tahun 2023 sekitar 25,7 kali dan tahun 2024 diperkirakan turun menjadi 23,3 kali.
Persaingan Mereda
Pandangan positif terhadap Indosat (ISAT) juga diberikan analis Samuel Sekuritas, Brandon Boedhiman dan Jonathan Guyadi. Menurut mereka, keputusan Indosat menaikkan harga paket seluruh produk telekomunikasinya akan berdampak terhadap margin keuntungan. Meskipun perseroan kemudian menurunkan harga paket dengan ARPU tinggi pada Agustus tahun ini.
“Terlepas dari sikap agresif yang diambil oleh beberapa pemain, kami percaya bahwa perang harga tidak akan terjadi lagi, karena industri ini sudah semakin matang,” demikian riset mereka yang diterbitkan beberapa hari lalu.
Tak hanya itu, Samuel Sekuritas menyebutkan, seluruh emiten sektor telekomunikasi akan mendapatkan berkah dari peningkatan permintaan layanan data yang lebih tinggi selama periode menjelang dan pelaksanaan pemilu. Kondisi tersebut memberikan ruang yang besar bagi operator untuk meraup keuntungan.
Brandon dan Jonathan menambahkan, operator telekomunikasi akan tetap mempertahankan fokus untuk meningkatkan ARPU pelanggan, dibandingkan dengan peningkatan kompetisi. Sedangkan pasar FTTH dan FMC diprediksi tetap ketat dalam beberapa waktu ke depan, karena pasar yang masih terbatas.
Berbagai faktor tersebut mendorong Samuel Sekuritas untuk mempertahankan overweight saham sektor telekomunikasi. Sedangkan saham Indosat (ISAT) direkomendasikan beli dengan target harga Rp 11.500. Target tersebut merefleksikan perkiraan PBV sekitar 2,7 kali tahun 2023 dan sekitar 2,4 kali pada 2024.
Prospek Saham ISAT
Samuel Sekuritas Indonesia
Rekomendasi : buy
Target harga : Rp 11.500
BRI Danareksa Sekuritas
Rekomendasi : buy
Target harga : Rp 11.100
Akselerasi Integrasi Jaringan
Sementara itu Indosat Ooredoo Hutchison (IDX: ISAT atau IOH) menorehkan performa keuangan cukup solid pada semester I-2023. Indosat kembali mencatatkan laba bersih di sepuluh kuartal berturut-turut dan pendapatan yang terus bertumbuh di lima semester terakhir.
Menurut Presiden Direktur & CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, Indosat mencatatkan total pendapatan Rp 24,7 triliun pada semester I-2023 atau meningkat 10% dibanding tahun lalu (year-on-year/ yoy). Pertumbuhan pendapatan yang kuat tersebut dikontribusi oleh kinerja positif dari semua lini bisnis perusahaan.
Pendapatan seluler naik 8,4%. Pendapatan Multimedia, Data Communication, and Internet (MIDI) tumbuh 15,7% serta layanan telekomunikasi tetap melonjak 25,9% (yoy). Pertumbuhan kinerja top-line yang solid tersebut mampu menghasilkan peningkatan EBITDA yang kuat sebesar 24% menjadi Rp 11,4 triliun, dengan marjin EBITDA mencapai 46,1%. Adapun laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai sebesar Rp 1,9 triliun.
“Kami senang dapat melaporkan hasil kinerja perusahaan selama semester I tahun 2023 dengan hasil yang positif. Pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh karyawan yang didukung oleh para mitra dan pemegang saham kami, dalam mencapai tujuan bersama yaitu memberdayakan Indonesia,” kata Vikram dalam penjelasannya akhir Juli lalu.
Vikram menyatakan, akselerasi integrasi jaringan dengan teknologi Multi Operator Core Network (MOCN) mulai menunjukkan hasilnya. Indosat mencatat pertumbuhan total pelanggan berkualitas sebesar 4% atau 3,8 juta (yoy) menjadi 100 juta dengan peningkatan pendapatan rata-rata per pengguna (Average Revenue Per User, ARPU) menjadi Rp 35.800 pada kuartal kedua.
Kemudian, trafik data meningkat sebesar 16,8% atau lebih dari 7.000 petabyte. Seluruh peningkatan layanan tersebut ditopang oleh lebih dari 215 ribu total BTS pada semester I-2023 yang meningkat 8,5% (yoy), dimana 167 ribu di antaranya merupakan BTS 4G.
“Percepatan integrasi MOCN yang dikombinasikan dengan strategi Go-to-Market yang tepat, membawa kami pada jalur yang tepat dalam memberikan pengalaman terbaik kepada seluruh pelanggan. IOH ingin terus menjadi kolaborator utama dalam mempercepat transformasi digital Indonesia untuk membuka peluang tanpa batas dan memaksimalkan potensi yang ada di masyarakat,” tegas Vikram.
PT Indosat yang didirikan pada 1967 dalam perjalanannya diakuisisi oleh Singapore Technologies & Telemedia pada 2022. Tahun 2008, kembali berubah kepemilikan setelah diakuisisi oleh Oeredoo, yang semula bernama Qatar Telecom. Tahun 2022, Indosat Ooredoo kemudian merger dengan PT Hutchison 3 Indonesia, dengan menyandang nama baru Indosat Ooredoo Hutchison (IOH).
Indosat dan China Mobile International Limited (CMI), baru-baru ini menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk memanfaatkan kekuatan dan kemampuan masing-masing di bidang komunikasi, data center, dan teknologi infrastruktur. MoU menetapkan kerangka kerja sama untuk berkolaborasi untuk memberikan solusi digital yang inovatif dan kompetitif yang lebih baik melayani kebutuhan pelanggan global. (Hari Gunarto)

