Inilah Visi Tiga Cawapres Versi Tim Sukses
JAKARTA, investortrust.id -- Debat keempat rangkaian Pilpres 2024 atau debat kedua cawapres Minggu (21/01/2024) di JCC Senayan mengusung tema pembangunan berkelanjutan dan lingkungan hidup, energi dan sumber daya alam (SDA), pajak karbon, agraria, serta masyarakat adat dan desa. Masing-masing calon wakil presiden (cawapres) kembali diuji visi dan kapabilitasnya, sekaligus memamerkan program unggulan di sektor-sektor tersebut.
Debat kali ini menjadi rematch antara cawapres 01 Muhaimin Iskandar, cawapres 02 Gibran Rakabuming Raka, serta cawapres 03 Mahfud MD.
Masing-masing tim sukses (timses) pasangan calon (paslon) presiden-wakil presiden membocorkan persiapan dan strategi masing-masing jagoan, termasuk isu-isu yang akan dilontarkan, dalam podcast dengan host Pemimpin Redaksi investortrust.id, Primus Dorimulu, di Gedung The Convergence Indonesia, Kamis (18/01/2024).
Kubu calon presiden (capres) Anies Baswedan dan cawapres Muhaimin Iskandar (Cak Imin) punya misi menerapkan contract farming untuk menggantikan food estate. Program itu dibuat berdasarkan pengalaman Anies saat memimpin DKI Jakarta.
Menurut Co-Captain Timnas Pemenangan Anies-Cak Imin, Sudirman Said, contract farming dikonsepkan seperti koperasi. Sewaktu Anies menjadi Gubernur DKI Jakarta, beras dari wilayah produsen seperti Cilacap, Ngawi, dan Madiun dibeli oleh BUMD di Jakarta. Dengan sistem ini, BUMN mendapat kepastian pasokan, sedangkan petani daerah memperoleh harga jual yang bagus.
Sudirman menyatakan, demokrasi akan lebih hidup jika terjadi kesetaraan bagi seluruh masyarakat Indonesia dan minim kesenjangan. Ada teori bahwa demokrasi akan hidup kalau rata-rata penghasilan rakyat lebih baik, sehingga demokrasi tidak bisa ditukar dengan nasi.
Program lain yang diusung paslon Anies-Imim adalah mengkaji ulang pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) ingin membangun 40 kota setara Jakarta. Sudirman menegaskan, siapapun presiden yang terpilih tidak akan membiarkan proyek yang sudah berlangsung di IKN tiba-tiba mangkrak. Apalagi investasi yang sudah masuk tidak sedikit. ”Tapi, IKN bisa menjadi percontohan program modernisasi kota,” tuturnya.
Mantan Menteri ESDM itu menyebut, keinginan Anies mengoreksi proyek IKN dilandasi pada visi memeratakan pembangunan dan ekonomi di Indonesia dengan tujuan akhir menyediakan kebutuhan untuk masyarakat. "Jadi kita perlu realistis soal IKN. Kalau cukup tenaga bisa dijalankan, tapi kalau tidak ya kita fokus pada kebutuhan rakyat," tuturnya.
Terkait misi Anies membuat 40 kota setara Jakarta, Sudirman menyebut ada 4 kriteria yang menjadi rujukan dan penilaian. Pertama manusianya, tempat hidup, interaksi sosial, dan institusi. Dia mencontohkan sejumlah kota besar yang berpotensi bisa setara Jakarta, seperti Purwokerto dan Balikpapan.
"Seperti kita tahu ada tren Purwokerto menjadi pilihan orang untuk pindah. Karena di sana ada sekolah dan rumah sakit yang bagus, dekat dengan Bandung, Jakarta, dan Yogyakarta, bisa jadi contoh membangun kehidupan baru. Lalu ada Balikpapan yang sekarang hanya perlu 2 jam dengan pesawat terbang sama seperti Pamulang ke Jakarta melalui darat," ucapnya.
Timses Ganjar-Mahfud
Sekretaris Eksekutif Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Heru Dewanto optimistis Mahfud MD dapat menguasai tema perdebatan meskipun membahas perihal isu lingkungan. Salah satunya menyangkut isu environment, social and governance (ESG).
"Kalau kita bicara environmental, social and governance ketiga-tiganya membutuhkan kepastian hukum dan payung hukum. Di situlah peran Pak Mahfud akan sangat instrumental," ungkap Sekretaris Eksekutif TPN Heru Dewanto dalam
Keahlian Mahfud MD sebagai ahli hukum amat membantu untuk dapat menguasai berbagai isu perdebatan. Sebab, aspek hukum ada di semua aspek baik di energi, sustainability living, pangan, dan semua yang menjadi topik debat. Itu sebabnya, TPN optimistis Mahfud akan tampil lebih baik dibandingkan kompetitornya.
Heru Dewanto mengaku, TPN Ganjar-Mahfud memiliki berbagai program strategis yang berkaitan dengan tema perdebatan yakni energi, sumber daya alam, sumber daya manusia, pajak karbon, lingkungan hidup dan agraria, serta masyarakat adat. Visi pasangan Ganjar-Mahfud memiliki visi sangat jelas. Pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja menjadi kesatuan yang tidak dapat dipisahkan oleh pasangan Ganjar-Mahfud.
"Kami menargetkan penciptaan 17 juta lapangan pekerjaan dengan target pertumbuhan ekonomi 7%," tutur Heru, seraya menambahkan bahwa target tersebut akan dicapai dengan memanfaatkan mesin ekonomi baru yang bersumber dari potensi energi, hilirisasi, pangan dan lain-lain.
Tentang isu carbon storage yang sempat menjadi perdebatan antara Gibran dan Mahfud di depat sebelumnya, hingga saat ini masih debatable. Heru Dewanto merujuk pada pernyataan Sekjen PBB bahwa teknologi Carbon Capture Storage (CCS) dan Carbon Capture Utilization Storage CCU) dituding sebagai planet wreckers. Artinya CCS CCUS dianggap sebagai justifikasi pembangunan pembangkit listrik tenaga fosil, termasuk batu bara.
TPN Ganjar-Mahfud pun khawatir dengan adanya CCUS seolah-seolah pembangunan PLTU dan pembangkit berbasis fosil lainnya dapat dilanjutkan. Padahal, sudah ada kebijakan pensiun dini sejumlah pembangkit PLTU dan tidak ada pembangunan PLTU baru.
Karena itu, perlu kesepakatan nasional tentang CCS-CCUS yang melibatkan berbagai pihak agar regulasi yang akan diterbitkan sesuai dengan tujuan. Semestinya, kata Heru, CCS dan CCUS hanya dipakai untuk pembangkit listrik yang sudah beroperasi, bukan yang baru.
Timses Prabowo-Mahfud
Anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Drajad Wibowo mengklaim, saat ini semua orang sudah mengetahui kemampuan cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka dalam berdebat. “Tadinya kan banyak orang yang enggak aware. Dulu dia diremehkan, disamsulkan, sekarang orang sudah tahu kemampuan Mas Gibran di dalam berdebat. Bagaimana dia rileks dalam berdebat," katanya.
Salah satu tema yang dipersiapkan Gibran adalah hilirisasi 21 komoditas yang telah menjadi kebijakan pemerintahan Jokowi. Prabowo-Gibran juga bertekad agar pertumbuhan ekonomi mencapai angka 6% pada 2025. Salah satunya, dengan menstimulasi ekonomi rakyat menggunakan dana yang selama ini tidak terkumpul. Dalam hal ini, paslon 02 akan mengalokasikan angaran untuk peningkatan SDM melalui kesehatan, pendidikan, teknologi, dan riset. Karena itu, salah satu program unggulannya adalah makan siang dan susu gratis. Pemerintah menjadi penjamin hasil pangan masyarakat.
"Jadi, uangnya digrojokkan ke ekonomi rakyat, ke petani dan peternak. Harga otomatis terjamin kerena pemerintah jadi off taker. Ibu-ibu akan punya banyak bisnis," katanya.
Strategi lain untuk menggenjot pertumbuhan 6% adalah mengalokasikan anggaran untuk mencapai swasembada pangan, seperti food estate dan penanaman singkong. Prabowo-Gibran juga berjanji memangkas birokrasi perizinan.
Program menarik lain yang diusung tim Prabowo-Gibran adalah pemanfaatan dana dari kasus hukum yang telah inkrah, dengan nilai yang cukup fantastis, sekitar Rp 90 triliun. Banyak pihak yang bersengketa dengan negara yang tidak membayar kewajibannya meski telah diputus oleh Mahkamah Agung (MA).
Itu merupakan salah satu dari enam sumber penerimaan baru yang belum terkoleksi, yang menjadi program prioritas Prabowo-Gibran. Itu terdiri lima potensi penerimaan yang konvensional dan satu yang nonkonvensional. Termasuk di dalamnya ekonomi ilegal, yang tidak membayar pajak dan pungutan lain ke negara.
Dradjad tidak menyebut detail. Dia hanya mencontohkan uji coba yang dilakukan dalam 30 menit dapat mengumpulkan penerimaan Rp 400 miliar. Ada juga potensi penerimaan senilai Rp 116,4 miliar yang akan masuk negara hanya dengan merevisi aturan. Intinya, untuk mewujudkan enam potensi penerimaan itu butuh persyaratan khusus, revisi aturan, dan perbaikan sistem.
Dengan serangkaian program tersebut dan memberdayakan potensi-potensi penerimaan baru, pihaknya sudah membuat simulasi bahwa ekonomi Indonesia bisa tumbuh 7% di 2025.
Dikatakan, belanja negara dapat menjadi trigger bagi perekonomian rumah tangga. Sejumlah program Prabowo-Gibran, terutama program makan siang dan susu gratis membuat masyarakat dapat merasakan langsung belanja negara.
Dradjad juga mengklaim bahwa dari tiga paslon, hanya Prabowo-Gibran yang menjadikan disrupsi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebagai tantangan Indonesia ke depan. Tantangan terkait disrupsi AI tercantum dalam visi-misi Prabowo-Gibran yang diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Dalam visi Prabowo-Gibran, terdapat delapan tantangan strategis yang dihadapi Indonesia dalam lima tahun mendatang. Kedelapan tantangan strategis itu adalahakni perubahan iklim, konflik bersenjata, potensi konflik bersenjata di Laut Natuna Utara, perlambatan ekonomi global, disrupsi AI, ancaman pandemi baru, terbatasnya waktu bonus demografi, dan meningkatnya populasi.
Dalam menghadapi tantangan disrupsi AI, Drajad mengatakan, perlu mitigasi dan adaptasi. Salah satu hal terpenting adalah menyiapkan sumber daya manusia (SDM), terutama di sektor yang tidak bisa diganti oleh AI, misalnya di sektor pangan, hilirisasi, dan banyak lainnya.
Adapun untuk sektor-sektor yang diperkirakan bakal tergantikan oleh AI, Prabowo-Gibran menyiapkan program-program adaptasi, menyiapkan telanta digital dan SDM berbagai lini teknologi, serta investasi di ekonomi digital.
Dradjad menyoroti istilah hilirisasi digital, yang tidak lain adalah pemanfaatan produk hilir dari digital ekonomi. Misalnya, data dari mobile banking dipergunakan untuk membuat produk turunan, seperti unit link dan layanan perbankan lainnya. ***

