Penawaran Umum Berlangsung, Satu Visi (VISI) Tetapkan Harga IPO Rp 120 per Saham
JAKARTA, investortrust.id - Perusahaan percetakan, PT Satu Visi Putra Tbk atau Savitra (VISI) mematok harga penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) sebesar Rp 120 per saham.
Perusahaan yang berbasis di Surabaya, Jawa Timur ini menawarkan sebanyak 615 juta saham baru kepada masyarakat. Adapun masa penawaran umum saham berlangsung sejak 21 Februari 2024 hingga 23 Februari 2024.
Saham tersebut merupakan saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp 25 setiap saham atau sebanyak 20 dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan pasca IPO yang dikeluarkan dari simpanan (portepel) Perseroan.
Dengan harga penawaran Rp 120 per saham VISI berpotensi meraup dana sebesar Rp 73,80 miliar dari aksi korporasi tersebut.
Baca Juga
Aksi korporasi ini dibantu oleh PT Surya Fajar Sekuritas selalu penjamin pelaksana emisi efek. Surya Fajar Sekuritas menyatakan kesanggupan penuh (full commitment) terhadap saham-saham yang tidak terserap oleh masyarakat dalam IPO ini.
Selain penawaran ke publik, Perseroan mengadakan Program Employee Stock Allocation (ESA) dengan jumlah sebanyak 1% saham dari saham yang ditawarkan dalam penawaran umum perdana saham ini, atau maksimal 6,15 juta lembar saham.
Adapun rencana penggunaan dana hasil IPO akan dialokasikan oleh Perseroan sebesar 3,49% dari total dana untuk pembelian armada pengangkutan berupa 1 unit mobil Hino/Ranger FL 280 JW EURO 4 dan 3 unit mobil Hino/Dutro 136 HDX 6.8 EURO 4 yang akan dilakukan dengan pihak ketiga pada kuartal II tahun 2024.
Baca Juga
20 Perusahaan Masuk Daftar IPO, Nilai Emisi Capai Rp 6,76 Triliun
Selebihnya akan digunakan untuk modal kerja yaitu untuk pembelian barang dagang berupa banner, mengingat kebutuhan banner yang meningkat dan merupakan kontribusi terbesar dari penjualan Perseroan.
Berdasarkan data pemegang saham Perseroan per 31 Oktober 2023, komposisi pemegang saham Perseroan terdiri dari David Dwiputra (40 tahun) menguasai 89,43% saham, sedangkan Farrel Yonathan tercatat memegang 8,13%.
Selain itu ada nama Robert Putra Sampurna yang memegang sebesar 2,44%. Ketiga nama tersebut merupakan pengurus Perseroan, di mana David menjabat sebagai direktur utama (dirut) dan Farrel sebagai direktur.
Sementara Robert Putra Sampurna (35 tahun) menjabat komisaris utama (komut) bersama mantan Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia Uriep Budhi Prasetyio yang menjabat sebagai komisaris independen.
‘’Terdapat sifat hubungan kekeluargaan di antara anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris dan pemegang saham Perseroan dapat dijelaskan yaitu David Dwiputra yang merupakan Pemegang Saham dan Direktur Utama Perseroan, juga merupakan pihak terafiliasi dengan Robert Putra Sampurna yang merupakan pemegang saham dan Komisaris Utama yaitu memiliki hubungan saudara kandung,’’ ulas Perseroan.

