Sewindu Membangun Konektivitas Transportasi Berbasis Jalan dan Rel
JAKARTA, investortrust.id - Pembangunan infrastruktur telah menjadi fokus utama pemerintah, sebagai upaya mendongkrak pertumbuhan ekonomi terutama sejak tahun 2014. Dalam dua periode pemerintahan Presiden Joko Widodo tercatat berderet pembangunan proyek infrastruktur sebagai Proyek Strategis Nasional digagas dan direalisasikan.
Proyek-proyek ini termuat di Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 21 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perubahan Daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Beleid ini memayungi 210 proyek dan 12 program infrastruktur dengan total nilai estimasi investasi sebesar Rp 5.746,4 Triliun.
Berdasarkan catatan Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), hingga Juni 2023 telah diselesaikan 158 PSN dengan nilai total investasi sekitar Rp 1.102,6 triliun. Sebagian dari capaian pembangunan proyek infrastruktur tersebut juga dirasakan keberadaannya dalam mengatasi kepadatan jalan lintas Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, Bekasi (Jabodetabek).
Setidaknya ada 15 proyek jalan tol yang menghubungkan daerah Jabodetabek dan enam proyek transportasi berbasis rel dalam PSN yang telah dan sedang diselesaikan pengerjaannya.
Keberadaan jalan tol sebagai penghubung antar daerah Jabodetabek sudah dirasakan dalam beberapa ruas jalan. Pertama, jalan Tol Ciawi - Sukabumi - Ciranjang - Provinsi Jawa Barat. Setelah jalan tol seksi 1 Ciawi - Cigombong sepanjang 15,35 km beroperasi sejak Desember 2018, pada tanggal 4 Agustus 2023, lalu telah terealisasi jalan tol Ciawi - Sukabumi seksi 2 yaitu jalur Cigombong - Cibadak sepanjang 11,90 Km.
Presiden Joko Widodo mengatakan, jika semua proyek seksi terealisasi, keberadaan tol ini akan akan sangat dirasakan bagi pengguna jalan. Perjalanan dari Jakarta ke Sukabumi yang tadinya menghabiskan waktu hingga 5 jam bisa dilalui hanya 2,5 jam saja. "Ini akan mempercepat mobilitas orang, mempercepat mobilitas barang," sambung Jokowi saat peresmian Tol Ciawi – Sukabumi ruas Cigombong yang disiarkan pada akun Youtube Sekretariat Presiden.
Proyek jalan tol Jabotabek lainnya adalah jalan Tol Cengkareng - Batu Ceper - Kunciran sepanjang 14,19km. Jalan beton yang mengeluarkan biaya investasi sekitar Rp 3,5 triliun ini menambah variasi rute yang dapat digunakan untuk menuju Bandara Soekarno-Hatta dan dari Bandara Soekarno-Hatta ke Tangerang.
Berikutnya adalah jalan tol Serpong - Cinere yang berlokasi berlokasi di Provinsi Banten dengan rencana pembangunan 2 Seksi dengan total panjang 10,15 km. Jalan Tol ini adalah salah satu ruas bagian dari Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2 yang diharapkan akan meningkatkan konektivitas wilayah Jabodetabek. Progres pembangunan Jalan Tol Serpong – Cinere terbagi menjadi 2 seksi yaitu Seksi 1: Serpong – Pamulang (6,5 km) and Seksi 2: Pamulang – Cinere (3,65 km).
Adapun konstruksi seluruh segmen Jalan Tol Serpong – Cinere telah selesai, dengan Seksi 1 telah beroperasi sejak April 2021. Sementara itu pembangunan seksi 2 ruas Pamulang-Cinere sepanjang 3,64 km saat ini sudah selesai namun operasionalnya masih harus menunggu selesainya proses konstruksi untuk ruas jalan tol Cinere-Jagorawi seksi 3 (Cinere-Kukusan) yang ditargetkan beroperasi pada tahun 2023.
Tak ketinggalan pembangunan jalan Tol Cinere - Jagorawi (Cijago) yang membentang sepanjang 14,64 km yang terdiri dari 3 (tiga) seksi, yaitu seksi 1 menghubungkan Jagorawi - Raya Bogor sepanjang 3,70 Km telah beroperasi pada Januari 2012, sedangkan seksi 2 menghubungkan Raya Bogor - Kukusan sepanjang 5,50 Km telah beroperasi sejak September 2019.
Untuk seksi 3A Kukusan - Junction Krukut sepanjang 3,50 Km telah beroperasi sejak akhir tahun 2022 lalu. Selanjutnya untuk seksi 3B Junction Krukut - Cinere sepanjang 2,19 km setelah dilakukan Uji Laik Fungsi. Selanjutnya, menunggu dikeluarkannya Sertifikat Laik Operasi dari Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR dengan target dapat dioperasikan pada pertengahan September 2023 oleh Badan Usaha Jalan Tol yaitu PT Translingkar Kita Jaya.
Sementara itu pembangunan jalan Tol Cimanggis - Cibitung dengan total panjang 26,18 kilometer (km) Provinsi Jawa Barat telah diselesaikan untuk pengerjaan 2 seksinya yaitu Seksi 1A Junction Cimanggis-Jatikarya sepanjang 3,17 km telah beroperasi sejak 26 Oktober 2020 dan seksi 2A ruas Jatikarya-Cikeas 3,50 km yang telah dioperasikan sejak fungsional mudik lebaran kemarin. Sementara untuk sisanya seksi 2B ruas Cikeas-Cibitung sepanjang 19,80 km ditargetkan selesai pada Oktober tahun 2023.
Ruas tol berikutnya adalah jalan tol Cibitung - Cilincing yang diharapkan dapat mempercepat mobilitas barang, terutama yang berasal dari kawasan-kawasan industri di Bekasi bagian utara dan kawasan-kawasan logistik di Karawang dan Bekasi menuju pelabuhan yang ada di Jakarta wilayah utara.
Jalan sepanjang 27,2 kilometer merupakan bagian dari JORR 2 dibangun dan dioperasikan oleh PT Cibitung Tanjung Priok Tollways (PT CTP), yang dimiliki oleh PT Akses Pelabuhan Indonesia dan PT Menara Maritim Indonesia.
Selanjutnya jalan Tol Bekasi - Cawang - Kampung Melayu diharapkan dapat menjadi jalur alternatif lalu lintas antara Bekasi dan Jakarta sehingga dapat mengurangi beban pada jalur yang sudah ada. jalan Tol dengan panjang 21,04 km ini tercatat dengan pemegang konsesi adalah PT Kresna Kusuma Dyandra Marga ( KKDM), anak Perusahaan PT Waskita Toll Road (WTR).
Baca Juga
Menkes: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Berkontribusi Kurangi Emisi Karbon
Tol Serpong-Balaraja terbagi menjadi tiga seksi. Seksi I terbagi menjadi dua seksi yakni IA dan IB.Seksi IA BSD-CBD sepanjang 5,15 km telah rampung dan beroperasi pada 2022. Tol ini menghubungkan JORR 3 dengan pusat kota kawasan Bumi Serpong Damai (BSD), menjadi alternatif akses bagi masyarakat menuju BSD hingga nantinya menyatu ke Balaraja. Sementara, untuk Seksi IB CBD-Legok dengan panjang 5,40 km progres pengadaan lahannya mencapai 97,4% dengan realisasi konstruksi 83,3%.
Konstruksi Tol Serpong-Balaraja Seksi IB ditargetkan rampung kuartal IV-2023. Adapun untuk Seksi II Legok-Pasir Barat sepanjang 11,54 km dan Seksi III Pasir Barat-Balaraja sepanjang 18,57 km belum ada progres pembebasan lahan maupun konstruksi. Konstruksi kedua seksi ini ditargetkan rampung setelah 2024. Adapun Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang membangun Tol Serpong-Balaraja ialah PT Trans Bumi Serbaraja.
Selain antar daerah Jabodetabek, PSN juga termasuk di dalamnya 6 ruas tol dalam kota DKI Jakarta yang ditujukan sebagai solusi dalam mengurai kemacetan di dalam kota Jakarta. Ruas tol tersebut adalah Semanan - Sunter (20,23 km), Sunter - Pulogebang (9,44 km), Duri Pulo - Kampung Melayu (12,65 km), Kemayoran - Kampung Melayu (9,6 km), Ulujami - Tanah Abang (8,7 km) dan Pasar Minggu - Kasablanka (9,15 km)
Jalan Tol Kelapa Gading - Pulo Gebang sepanjang 9,29 Km yang dibangun di wilayah perkotaan sudah beroperasi sejak 2021 yang merupakan bagian dari 6 Ruas Tol Dalam Kota DKI Jakarta Seksi A Tahap 1 Semanan - Pulogebang. Sementara itu 2 seksi lainnya yakni Seksi B ruas Semanan - Grogol sepanjang 9,51 Km saat ini sedang dalam tahap pembebasan lahan dengan progres 9,15 persen. Untuk seksi C ruas Grogol - Kelapa Gading sepanjang 12,38 Km saat ini juga sedang dalam tahap pembebasan lahan dengan progres sekitar 4,55%.
Moda Transportasi Berbasis Rel
Tak kalah pesat pembangunan yang dilakukan pemerintah untuk transportasi massal modern berbasis rel. Seperti diketahui pemerintah berencana akan segera mengoperasikan high Speed railway Jakarta - Bandung yang memiliki panjang trase 142,3 km.
Dari laman PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) diketahui bahwa breakthrough tunnel #2 yang dilaksanakan tanggal 17 Juni 2022 menandakan telah tembusnya seluruh tunnel di Proyek Kereta Api Cepat Jakarta - Bandung (13 Tunnel).
PT KCIC pemilik proyek ini merupakan perusahaan patungan antara konsorsium Badan Usaha Milik Negara Indonesia (BUMN) melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan konsorsium perusahaan perkeretaapian Tiongkok melalui Beijing Yawan HSR Co.Ltd, dengan bisnis utama di sektor transportasi publik dengan skema business to business (B2B).
Seberapa cepat high speed railway Jakarta - Bandung melaju? Di sela-sela kunjungan Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang didampingi Menteri Kordinator Bidang Maritim dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (6/9/2023) yang bertujuan untuk meninjau kesiapan moda transportasi ini, rute Stasiun Halim – Stasiun Karawang, dengan kecepatan hingga 350 km/jam kereta ini bisa mengantar hanya dalam waktu 15 menit.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, peresmian kereta cepat akan dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada 1 Oktober 2023. Saat ini pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sudah mencapai 100%.
Baca Juga
TransJakarta dengan Lintasan Terpanjang di Dunia Ini Terus Memodernisasi Diri
Kereta cepat yang dapat mengangkut 600 penumpang sekali jalan ini akan memasang tarif Rp 250.000. “Pada tahun pertama, bisa saja dimulai dengan tarif Rp 250.000. Nanti, perlahan, ketika masyarakat sudah banyak yang mnggunakan, baru dinaikkan,” jelas Budi Karya saat menjajal kereta cepat, Halim-Padalarang bersama para pemimpin redaksi media nasional, termasuk Pemred Investortrust.id Primus Dorimulu, Sabtu, (02/09/2023).
Moda transportasi berikutnya yang menjadi fokus pembangunan dalam PSN adalah penyelenggaraan Kereta Api Ringan/Light Rail Transit (LRT). Untuk tahap pertama pada Senin (28/08/2023) Presiden Joko Widodo telah meresmikan LRT lintas Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) di Stasiun LRT Cawang, Jakarta Timur. Jalur LRT sepanjang 41,2 kilometer tersebut dibangun menggunakan anggaran sekitar Rp32,6 triliun.
Untuk pengaturan moda transportasi ini pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 25 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Kereta Api Ringan Terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.
Khusus untuk LRT dalam Jakarta, pemerintah menjalankan proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jakarta International Stadium – Kelapa Gading dan Velodrome – Manggarai yang membutuhkan pendanaan sekitar Rp 14,103 triliun. Saat ini moda transportasi LRT ini telah melayani rute sepanjang 5,8 km di 6 stasiun antara Kelapa Gading-Velodrome Rawamangun.
Selanjutnya rute tersebut akan diperpanjang dengan Fase 1B rute Velodrome-Manggarai yang diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp5,5 triliun. Juru bicara Kemenhub Adi Irawati dalam sebuah kesempatan menyampaikan bahwa untuk konstruksi LRT Jakarta fase 1B tersebut sepanjang 6,4 km akan dibangun 5 stasiun. Dengan konstruksi dimulai tahun 2023, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menargetkan proyek LRT ini dapat beroperasi pada bulan Juni 2026.
Lantas bagaimana pemanfaatan LRT yang sudah tersedia saat ini? PT Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta mencatat bahwa pada tahun 2022 terdapat sekitar 1.800 penumpang per hari, berada di atas target penumpang sekitar 1.500 orang per hari. Untuk tahun 2023 diperkirakan penggunaan LRT Jakarta akan meningkat menjadi sekitar 2.500 orang per hari.
Layanan transportasi massal modern lainnya sebagai capaian PSN adalah pembangunan Jakarta Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta yang konstruksinya dibagi dalam beberapa fase. Proyek fase 1 MRT yang mulai beroperasi Maret 2019 dibangun jalur kereta sepanjang 16 kilometer yang meliputi 10 kilometer jalur layang dan enam kilometer jalur bawah tanah membentang dari Lebak Bulus hingga Dukuh Atas. Pembangunan proyek ini menggunakan pendanaan pemerintah pusat, Pemda DKI dan pinjaman dari Japan International Cooperation Agency (JICA).
Perseroan melanjutkan pembangunan MRT Jakarta Fase 2 yang terbagi menjadi dua fase, yaitu Fase 2A (Bundaran HI - Kota) dan Fase 2B (Kota - Ancol Barat). Pekerjaan MRT Jakarta Fase 2A dibagi menjadi dua segmen yakni segmen 1 (Bundaran HI - Monas) dengan target selesai tahun 2027 dan segmen 2 (Harmoni - Kota) dari kawasan Bundaran HI hingga Ancol Barat. Kehadiran fase 2 ini nantinya akan menambah panjang jalur MRT menjadi 27,8 kilometer. Dalam laporan tahunan MRT Jakarta, total jumlah penumpang yang telah menggunakan layanan MRT pada tahun 2022 tercatat sebanyak 19,78 juta penumpang.
Tak berhenti sampai di situ, proyek MRT akan diperluas menjadi antar provinsi menghubungkan Jakarta, Banten dan Jawa Barat dengan jalur bernama MRT East West Line yang akan dimulai konstruksinya pada tahun 2024.
Pembangunan proyek MRT ini sepanjang 84,1 kilometer membentang dari Cikarang, Jawa Barat hingga Balaraja, Banten, melewati wilayah DKI Jakarta sepanjang sekitar 33,7 kilometer. Jika semua paket pembangunan MRT tersebut rampung, pemerintah menargetkan pengguna transportasi cepat ini akan bisa mencapai 1,2 juta orang per hari.
Baca Juga

