Daya Beli Konsumen Menengah Atas Solid, Berkah Buat Mitra Adiperkasa (MAPI)
JAKARTA, investortrus.id – Seiring kegairahan ekonomi sertarelatif stabil dan solidnya daya beli segmen pasar menengah atas, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) bakal mendapat berkah. Kondisi tersebut diyakini akan membuat kinerja keuangan perusahaan pemegang merek-merek fesyen dengan brand eksklusif itu bertumbuh pada tahun ini.
Atas dasar itu, Indo Premier Sekuritas menargetkan kenaikan laba inti Mitra Adiperkasa (MAPI) menjadi Rp 1,98 triliun tahun ini, dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar Rp 1,73 triliun. Pendapatan bersih perseroan juga diprediksi melesat menjadi Rp 32,28 triliun pada 2023, dibandingkan tahun 2022 sebanyak Rp 26,93 triliun.
Analis Indo Premier Sekuritas Andrianto Saputra dan Lukito Supriadi mengatakan, pertumbuhan kinerja keuangan perseroan diprediksi tetap kuat sampai akhir tahun. Tanda-tanda tersebut sudah terlihat pada realisasi keuangan pada semester I-2023.
Faktor pendorongnya, demikian Indo Premier, datang dari keberhasilan perseroan dalam menekan biaya pengadaan barang dagangan. Pertumbuhan kuat juga didukung bertambahnya item brand barang terkenal yang dipasarkan secara ekslusif.
“Perseroan juga mulai mengurangi diskon penjualan segmen barang pakaian sejak kuartal II-2023 yang diharapkan berimbas terhadap peningkatan margin keuntungan,” terangnya dalam riset yang diterbitkan, belum lama ini.
Selain faktor tersebut, kata Andrianto, penambahan gerai, khususnya yang ada di luar negeri diharapkan memperkuat penjulan. Penjualan untuk gerai di luar negeri diperkirakan berkontribusi sebesar 30-35% terhadap total pendapatan dalam beberapa tahun mendatang, dibandingkan semester I-2023 sekitar 10%.
Guna mengerek kontribusi toko luar negeri tersebut, perseroan mengalokasikan sekitar 25-28% dari total belanja modal (capex) dengan total Rp 2 triliun tahun ini untuk pengembangan gerai di manca negara. Saat ini, perseroan mengoperasikan gerai di Filipina, Malaysia, Vietnam, Singapura, Thailand, dan Kamboja.
Selain diprediksi bakal mencetak pertumbuhan penjualan, Indo Premier Sekuritas menyebutkan, margin laba bersih (net margin) Mitra Adiperkasa (MAPI) berpotensi meningkat menjadi 5,8%, dibandingkan perkiraan semula hanya 5,6% di tahun ini. Peningkatan margin keuntungan didukung faktor pengadaan barang yang lebih efisien dan penambahan brand yang dijual secara eksklusif.
Hal ini mendorong Indo Premier Sekuritas untuk merekomendasi beli saham MAPI dengan target harga direvisi naik menjadi Rp 2.270. Target tersebut merefleksikan perkiraan PE ratio (PER) tahun ini sektiar 19 kali. Bahkan, saham MAPI ditetapkan sebagai pilihan teratas untuk saham sektor ritel di Indonesia.
Sementara itu, analis Mandiri Sekuritas Inggrid Gondoprastowo dan Jennifer Audrey Harjono mengatakan, manajemen Mitra Adiperkasa (MAPI) tetap optimistis terhadap pertumbuhan penjualan yang diharapkan mencapai 20% dengan net margin sebesar 7,5-8% sepanjang tahun ini.
Target pertumbuhan tersebut didukung atas ekspektasi pesatnya penjualan segmen olah raga. Apalagi setelah perseroan menambah brand pakaian olah raga yang dijual melalui sejumlah gerai milik Mitra Adiperkasa. Penambahan tersebut akan menambah varian segmen ini.
Pertumbuhan penjualan, terang Mandiri Sekuritas, juga sejalan dengan rampungnya ekspansi gerai sebanyak 294 toko sepanjang semester I-2023. Sepanjang tahun ini, MAPI menargetkan pembukaan 700 toko baru. Total jaringan toko yang dibuka tersebut sudah sesuai dengan harapan.
Perseroan juga berhasil menekan level jumlah hari inventori ke 104 hari pada semester I-2023. Angka tersebut lebih rendah dari realisasi tahun 2019 sekitar 109 hari. MAPI juga mulai meraup cuan dari ekspansi gerai ke Malaysia, FIlipna, dan Vietnam.
Berbagai faktor tersebut mendorong Mandiri Sekuritas untuk merekomendasikan beli saham MAPI dengan target harga Rp 2.480 per saham.
Konsumen Menengah Atas
Sementara itu, RHB Sekuritas dalam riset yang diterbitkan menyebutkan penurunan daya beli masyarakat akan menekan penjualan sektor ritel secara umum. Penurunan daya beli dipengaruhi atas kenaikan harga pangan yang memicu penurunan belanja masyarakat.
Namun demikian, RHB Sekuritas berpendapat bahwa penurunan daya beli kemungkinan hanya melanda kalangan masyarakat berpenghasilan rendah. Berdasarkan data, masyarakat dengan pendapatan di bawah Rp 4,1 juta per bulan menunjukkan penurunan keyakinan minat belanja.
Kondisi tersebut berbeda dengan masyarakat kelas menengah atas dengan ekspektasi daya beli yang tetap kuat. Kalangan ini juga memiliki preferensi terhadap brand-brand produk yang sudah kuat, sehingga kondisi tersebut akan menguntungkan penjualan Mitra Adiperkasa (MAPI) tahun ini.
Prospek Saham MAPI
Indo Premier Sekuritas
Rekomendasi : buy
Target harga : Rp 2.270
Mandiri Sekuritas
Rekomendasi : buy
Target harga : Rp 2.450
Loyalitas Tinggi
Berdiri pada tahun 1995, PT Mitra Adiperkasa mengalami pertumbuhan pesat selama bertahun-tahun. Perusahaan mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia pada November 2004 dan kini telah hadir di 80 kota.
Kini, MAP merupakan peritel gaya hidup terkemuka di Indonesia dengan lebih dari 3.200 gerai ritel dan lebih dari 150 merek portofolio yang mencakup sports, fesyen, department stores, kids, food & beverage serta produk-produk lifestyle. Beberapa merek terkemuka yang dikelola MAP antara lain Starbucks, Zara, Marks & Spencer, SOGO, SEIBU, Oshkosh B’Gosh, dan Converse.
Perusahaan yang mempekerjakan lebih dari 32.000 karyawan tersebut memenangi sejumlah penghargaan. Di antaranya adalah Most Admired Companies (Top 20) dari Fortune Indonesia pada tahun 2012, Top 40 Companies dari Forbes Indonesia pada tahun 2011 dan Top 50 Companies dari Forbes Indonesia pada tahun 2020.
Sementara itu, pada kuartal II-2023, MAPI menorehkan peningkatan pendapatan bersih sebesar 23% (year on year/yoy) menjadi Rp8,1 triliun. Gross profit margin (GPM) meningkat dari 45,6% menjadi 46,4%. Laba usaha melonjak 27,9% (yoy) menjadi Rp1,1 triliun, adapun EBITDA tumbuh 21,6% menjadi Rp1,7 triliun. Dengan pencapaian itu, laba bersih naik menjadi Rp766 miliar dari Rp622 miliar periode sama 2022.
edangkan pendapatan bersih secara konsolidasi untuk semester I-2023 tumbuh 27,3% menjadi Rp15,6 triliun. Laba usaha naik 30,9% menjadi Rp1,7 triliun,dan EBITDA mencapai Rp2,9 triliun dibanding Rp2,4 triliun pada periode yang sama di tahun 2022.
Menurut Ratih D Gianda, VP Investor Relations, Corporate Communications, dan Sustainability of MAP Group,kinerja semester pertama dan kuartal II-2023 secara konsisten menunjukkan efektivitas model bisnis multi-brand perseroan.
“Tahun ini merupakan periode Lebaran pertama tanpa pembatasan kegiatan masyarakat, sehingga perusahaan melihat adanya peningkatan momentum di seluruh grup MAP. Setelah periode Lebaran yang sukses, penjualan terus meningkat di bulan Juni, terutama selama masa liburan sekolah. Momentum yang berkelanjutan ini menunjukkan daya tarik dan minat pelanggan terhadap produk dan layanan kami,” kata dia dalam keterangannya, akhir Juli lalu.
Pada Juni 2023, kata Ratih, MAPI telah menjalin kemitraan secara resmi dengan Frasers Group melalui Sports Direct Malaysia, untuk memperkenalkan dan mengoperasikan Sports Direct di Indonesia. Kolaborasi ini memungkinkan MAPI untuk memanfaatkan kekuatan masing-masing, menciptakan peluang pertumbuhan baru dan meningkatkan pengalaman pelanggan.
Ratih menegaskan, untuk mempertahankan dan meningkatkan momentum positif pada semester II-2023, MAPI akan memanfaatkan kekuatan portofolio brand, mempercepat pertumbuhan, serta mendorong inovasi melalui platform digital dan kemampuan analisis data. Ratih juga menyebut kekuatan pelanggan lewat MAP Club dengan loyalitas tinggi, sehingga mendongrak penjualan.
“Di tengah kondisi industri ritel yang terus berkembang, kami yakin akan ketahanan dan kemampuan MAPI untuk mendorong pertumbuhan melalui portofolio brand yang beragam, program CRM (customer relationship menagement) yang mumpuni, serta tim yang dinamis,” tutur Ratih.(Hari Gunarto)

